Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang Baru Diluncurkan BI? Ini Cara Kerja dan Fungsinya

Kartu Kredit Indonesia KKI yang baru diluncurkan Bank Indonesia

Kalau biasanya kita mengenal kartu kredit dengan logo Visa atau Mastercard, sekarang ada istilah baru yang mulai ramai dibicarakan: Kartu Kredit Indonesia (KKI).

KKI resmi diperkenalkan sebagai bagian dari pengembangan sistem pembayaran domestik Indonesia. Kehadirannya tentu menarik perhatian karena namanya terdengar seperti “kartu kredit lokal”. Tapi sebenarnya, apa itu KKI dan bagaimana cara kerjanya?

Jangan sampai cuma tahu namanya tanpa memahami cara pakainya. Yuk, kita bahas dengan bahasa sederhana.

Apa Itu Kartu Kredit Indonesia (KKI)?

Kartu Kredit Indonesia (KKI) merupakan instrumen pembayaran yang menyediakan fasilitas kredit kepada pengguna untuk melakukan transaksi dengan mekanisme pembayaran kemudian atau deferred payment.

Yang membuatnya menarik adalah KKI dikembangkan untuk mendukung ekosistem pembayaran domestik Indonesia. Jadi, bukan sekadar kartu kredit dengan nama baru, tetapi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pembayaran nasional.

Dalam penggunaannya, KKI juga dapat terhubung dengan ekosistem QRIS, sehingga pengguna berpotensi memiliki lebih banyak pilihan ketika melakukan pembayaran.

Bagaimana Cara Kerja KKI?

Secara sederhana, konsep KKI mirip dengan kartu kredit yang sudah kita kenal.

Misalnya kamu mendapatkan limit KKI sebesar Rp5 juta. Kemudian kamu melakukan transaksi senilai Rp500 ribu.

Transaksi tersebut tidak langsung memotong saldo tabungan seperti kartu debit. Sebaliknya, penggunaan tersebut akan masuk ke dalam tagihan yang nantinya harus dibayar sesuai ketentuan penerbit.

Artinya, pengguna tetap harus memperhatikan limit, tanggal tagihan, tanggal jatuh tempo, bunga, biaya, dan ketentuan pembayaran yang berlaku.

KKI Bisa Terhubung dengan QRIS

Salah satu bagian yang membuat KKI menarik adalah keterkaitannya dengan QRIS.

QRIS selama ini identik dengan pembayaran menggunakan saldo rekening atau dompet digital. Dengan pengembangan KKI, sumber dana berbasis kredit dapat digunakan dalam ekosistem pembayaran yang mendukung KKI.

Ini bisa menjadi perubahan menarik bagi pengguna karena pembayaran menggunakan kredit tidak lagi harus selalu dilakukan dengan cara memasukkan kartu secara fisik ke mesin EDC.

Apakah KKI Sama dengan Kartu Kredit Biasa?

Tidak sepenuhnya sama.

Dari sisi fungsi dasar, keduanya sama-sama dapat memberikan fasilitas kredit dan pembayaran di kemudian hari. Namun KKI dirancang sebagai bagian dari ekosistem pembayaran domestik Indonesia.

Dengan kata lain, perbedaan pentingnya bukan sekadar bentuk kartunya, tetapi infrastruktur pembayaran yang berada di belakang transaksi tersebut.

Kenapa BI Meluncurkan KKI?

Salah satu alasan utama pengembangan KKI adalah memperkuat kedaulatan sistem pembayaran Indonesia.

Selama ini, transaksi kartu kredit internasional banyak menggunakan jaringan pembayaran global. Dengan adanya infrastruktur kredit domestik, Indonesia memiliki alternatif untuk memproses transaksi dalam negeri melalui ekosistem nasional.

Hal ini juga dapat mendukung pengembangan industri pembayaran dan memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku industri nasional.

Bank Apa Saja yang Terlibat?

Pada tahap awal peluncurannya, terdapat sejumlah bank dan penyedia jasa pembayaran yang terlibat dalam pengembangan KKI.

Di antaranya adalah BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, PermataBank, Bank Mega, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk skema syariah.

Namun, ketersediaan produk, persyaratan pengajuan, limit, biaya, serta fitur KKI dapat berbeda-beda tergantung penerbitnya.

Apakah Semua Orang Bisa Mendapatkan KKI?

Belum tentu.

Seperti produk kredit lainnya, penerbit tetap akan melakukan penilaian terhadap calon pengguna. Persyaratan seperti usia, penghasilan, riwayat kredit, dokumen identitas, dan kriteria lainnya dapat menjadi pertimbangan.

Jadi jangan menganggap karena KKI merupakan bagian dari sistem pembayaran nasional, maka semua orang otomatis mendapatkan limit kredit.

Apa Keuntungan KKI?

  • Mendukung sistem pembayaran domestik Indonesia.
  • Memberikan alternatif pembayaran berbasis kredit.
  • Dapat terintegrasi dengan ekosistem QRIS sesuai dukungan penerbit dan kanal transaksi.
  • Mendorong kedaulatan sistem pembayaran nasional.
  • Membuka peluang pengembangan layanan kredit digital di masa depan.

Apakah KKI Akan Menggantikan Visa dan Mastercard?

Untuk saat ini, sebaiknya jangan langsung menyimpulkan bahwa KKI akan menggantikan Visa atau Mastercard.

KKI lebih tepat dilihat sebagai infrastruktur dan alternatif pembayaran kredit domestik. Untuk transaksi tertentu, terutama yang membutuhkan jaringan pembayaran internasional, kartu dengan jaringan global tetap memiliki fungsi penting.

Jadi kehadiran KKI bukan berarti kartu kredit yang sudah kamu miliki otomatis menjadi tidak berguna.

Kesimpulan

Kartu Kredit Indonesia (KKI) merupakan salah satu langkah Indonesia dalam mengembangkan sistem pembayaran kredit domestik.

Konsepnya memang mirip kartu kredit karena pengguna mendapatkan fasilitas kredit dan membayar transaksi kemudian. Namun, KKI memiliki fokus pada ekosistem pembayaran domestik Indonesia dan dapat terhubung dengan QRIS.

Menariknya, perjalanan KKI masih bisa berkembang. Kalau implementasinya semakin luas dan semakin banyak bank serta merchant yang mendukung, bukan tidak mungkin KKI nantinya menjadi salah satu pilihan pembayaran kredit yang umum digunakan masyarakat Indonesia.

Jadi, kalau kamu melihat istilah KKI berseliweran di berita, sekarang sudah tidak perlu bingung lagi. Ini bukan sekadar “kartu kredit baru”, tetapi bagian dari perkembangan sistem pembayaran Indonesia.

Majid Abana Segaf
Majid Abana Segaf Penebar Cinta Dari Negeri Fana

Posting Komentar untuk "Apa Itu Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang Baru Diluncurkan BI? Ini Cara Kerja dan Fungsinya"