Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hyundai Ioniq 5 Disebut Tidak Bisa Parkir Paralel? Ternyata Ini Masalahnya

Hyundai Ioniq 5 parkir paralel dalam posisi netral

Buat pemilik mobil listrik, terutama Hyundai Ioniq 5, ada satu hal kecil yang ternyata cukup penting ketika harus parkir paralel atau parkir dengan posisi mobil bisa didorong oleh petugas.

Sebuah unggahan di Threads dari akun teguh.ku kembali menyoroti persoalan tersebut. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa Hyundai Ioniq 5 tidak bisa digunakan untuk parkir paralel seperti mobil yang biasa dipindahkan atau didorong oleh petugas parkir.

Bahkan, disebutkan bahwa persoalan serupa juga berkaitan dengan sejumlah model Hyundai lain yang menggunakan sistem Shift By Wire, seperti Kona, Santa Fe, Palisade, Stargazer X, hingga Creta N Line.

Namun, apakah benar Ioniq 5 tidak bisa parkir paralel sama sekali?

Jawabannya: bisa, tetapi ada prosedur khusus agar mobil benar-benar berada di posisi N (Neutral) dan dapat didorong.

Bukan Tidak Bisa Parkir Paralel

Ini bagian yang sering bikin salah paham.

Hyundai Ioniq 5 sebenarnya memiliki kemampuan parkir paralel. Bahkan, beberapa versi Ioniq 5 dilengkapi Remote Smart Parking Assist (RSPA) yang memang dirancang untuk membantu kendaraan melakukan parkir, termasuk parkir paralel.

Jadi, istilah "tidak bisa parkir paralel" dalam kasus ini lebih tepat dipahami sebagai tidak praktis jika ingin meninggalkan mobil dalam kondisi netral agar bisa didorong oleh petugas parkir.

Nah, ini memang berbeda.

Pada mobil konvensional, pengemudi mungkin cukup memindahkan tuas ke posisi N, melepas rem tangan, kemudian mematikan mesin. Mobil pun bisa didorong.

Sementara pada Ioniq 5, sistem perpindahan giginya sudah menggunakan kontrol elektronik atau Shift By Wire.

Hyundai sendiri menjelaskan bahwa model Ioniq 5 dan Ioniq 6 menggunakan shifter elektrik serta Electric Parking Brake. Karena itu, ketika mobil dimatikan, sistem keselamatan kendaraan dapat membuat posisi mobil kembali ke P jika prosedur netral tidak dilakukan dengan benar.

Kenapa Ini Jadi Masalah di Parkiran Indonesia?

Di sinilah persoalannya menjadi menarik.

Di sejumlah tempat parkir di Indonesia, kita mengenal sistem parkir paralel atau parkir susun. Mobil yang berada di depan bisa saja perlu dipindahkan sementara supaya kendaraan lain di belakang dapat keluar.

Biasanya petugas tinggal mendorong mobil yang sudah diposisikan dalam kondisi netral.

Masalahnya, kalau Ioniq 5 ditinggalkan dalam posisi P (Park), tentu mobil tidak bisa begitu saja didorong.

Bahkan kalau pemilik merasa sudah memindahkan tuas ke N, tetapi prosedurnya tidak tepat, mobil bisa kembali ke P ketika kendaraan dimatikan.

Artinya, bukan mobilnya tidak mempunyai posisi N.

Posisi N ada.

Yang berbeda adalah cara mempertahankan posisi N ketika kendaraan sudah dimatikan dan ditinggalkan.

Hyundai Sendiri Sudah Menjelaskan Cara Parkir Netral

Menariknya, persoalan ini bukan sesuatu yang sama sekali tidak diketahui Hyundai.

Hyundai Mobil Indonesia bahkan pernah menerbitkan panduan berjudul "3 Cara Parkir Netral Pada Hyundai Ioniq 5 Dan Ioniq 6".

Dalam panduan tersebut dijelaskan bahwa Ioniq 5 dan Ioniq 6 memang bisa dibuat berada dalam kondisi N ketika kendaraan dimatikan.

Secara umum, prosedurnya adalah:

  1. Pastikan mobil masih menyala.
  2. Pastikan Electric Parking Brake atau rem tangan tidak aktif.
  3. Saat hendak mematikan mobil, tekan tombol power sambil memindahkan posisi gigi ke N secara bersamaan.
  4. Pastikan indikator transmisi menunjukkan N, bukan P.
  5. Setelah itu, kendaraan dapat didorong dengan lebih mudah.

Hyundai bahkan menyarankan untuk memastikan kondisi tersebut dengan mencoba mendorong mobil beberapa sentimeter. Jika mobil dapat bergerak dengan mudah, berarti posisi netral sudah benar.

Jadi, sebenarnya Ioniq 5 bukan tidak bisa parkir paralel.

Hanya saja, pemilik harus mengetahui prosedur khususnya.

Shift By Wire Memang Beda dari Mobil Biasa

Kalau terbiasa menggunakan mobil dengan transmisi konvensional, sistem ini mungkin terasa sedikit membingungkan.

Pada mobil biasa, hubungan antara tuas transmisi dan mekanisme transmisi lebih mudah dipahami secara fisik.

Sedangkan pada Shift By Wire, perintah perpindahan gigi dilakukan secara elektronik.

Keuntungannya tentu banyak. Desain kabin bisa dibuat lebih modern dan ringkas, sementara sistem kendaraan dapat mengatur perpindahan posisi gigi berdasarkan kondisi tertentu.

Tetapi konsekuensinya, pemilik juga harus memahami prosedur yang benar.

Salah satunya ketika ingin meninggalkan kendaraan dalam posisi N.

Buku manual Hyundai juga menunjukkan bahwa kendaraan dengan sistem elektronik memiliki prosedur khusus untuk mempertahankan posisi N ketika kendaraan dalam kondisi off. Pada beberapa prosedur, kendaraan dapat tetap berada di N dalam kondisi ACC, sehingga pengguna harus memperhatikan kondisi kendaraan dan potensi konsumsi baterai.

Jadi, Apakah Aman Didorong?

Bisa, selama mobil memang sudah berada dalam kondisi N dan rem parkir tidak aktif.

Justru yang tidak boleh dilakukan adalah memaksa mendorong mobil ketika sistem masih berada di P.

Jangan hanya mengandalkan perasaan atau melihat posisi tuas saja.

Sebelum meninggalkan mobil di area yang memang membutuhkan kendaraan bisa dipindahkan petugas parkir, pastikan indikator pada cluster benar-benar menunjukkan N.

Kalau masih P, jangan dipaksa.

Untuk mobil dengan sistem elektronik, memaksakan kendaraan bergerak dalam kondisi yang tidak sesuai justru berpotensi menimbulkan masalah pada sistem pengereman maupun mekanisme penggeraknya.

Yang Perlu Diperhatikan Pemilik Ioniq 5

Kalau Anda memiliki Ioniq 5 dan sering menggunakan parkiran dengan sistem parkir paralel, ada baiknya memahami prosedur ini sebelum benar-benar membutuhkannya.

Jangan baru mencoba ketika sudah berada di parkiran penuh dan petugas meminta mobil digeser.

Lebih aman mempelajari prosedurnya terlebih dahulu dan memastikan indikator kendaraan sudah benar.

Selain itu, kondisi permukaan parkir juga perlu diperhatikan. Parkir dalam posisi N berarti mobil tidak lagi mengandalkan posisi P untuk menahan kendaraan. Karena itu, jangan sembarangan meninggalkan mobil dalam posisi netral di permukaan miring tanpa memastikan kendaraan benar-benar aman.

Hyundai sendiri mengingatkan pentingnya memastikan kendaraan aman ketika berada dalam kondisi tanpa rem parkir.

Jadi, Viral Ini Benar atau Salah?

Kalau dikatakan "Hyundai Ioniq 5 tidak bisa parkir paralel", pernyataan tersebut kurang tepat.

Tetapi kalau maksudnya adalah Ioniq 5 tidak bisa diperlakukan seperti mobil biasa yang tinggal masuk N lalu ditinggal begitu saja untuk didorong petugas, ada dasar teknisnya.

Sistem Shift By Wire dan Electric Parking Brake memang membuat prosesnya berbeda.

Bahkan Hyundai Mobil Indonesia sendiri sudah memberikan prosedur khusus untuk membuat Ioniq 5 dan Ioniq 6 berada dalam kondisi netral ketika ditinggalkan.

Jadi sebenarnya bukan kekurangan yang membuat Ioniq 5 "tidak bisa parkir paralel".

Lebih tepatnya, pemilik harus tahu trik dan prosedur khususnya.

Dan menurut saya, informasi seperti ini justru cukup penting untuk diketahui calon pembeli mobil listrik.

Karena ketika membeli mobil modern, kita bukan cuma perlu tahu berapa jarak tempuh, seberapa cepat charging, atau seberapa besar tenaganya.

Hal-hal sederhana seperti "kalau parkir paralel dan harus didorong, bagaimana caranya?" juga ternyata bisa menjadi pertimbangan penting.

Apalagi kalau mobil sering digunakan di pusat perbelanjaan atau area parkir yang menerapkan sistem parkir susun.

Jadi pemilik Ioniq 5, jangan panik kalau tiba-tiba diminta parkir paralel. Mobilnya bisa dibuat netral. Yang penting, prosedurnya harus benar dan indikator N benar-benar sudah muncul sebelum mobil ditinggalkan.

Majid Abana Segaf
Majid Abana Segaf Penebar Cinta Dari Negeri Fana

Posting Komentar untuk "Hyundai Ioniq 5 Disebut Tidak Bisa Parkir Paralel? Ternyata Ini Masalahnya"