Pocket Resmi Ditutup, Ini 10 Alternatif Terbaik untuk Menyimpan Artikel dan Membacanya Nanti
Kalau kamu termasuk orang yang suka menyimpan artikel menarik dengan niat “nanti saya baca kalau sudah senggang”, ada kabar yang cukup bikin kaget.
Pocket, aplikasi populer untuk menyimpan artikel dan membacanya nanti, resmi ditutup. Mozilla mengumumkan penutupan Pocket pada Mei 2025 setelah sebelumnya mengakuisisi aplikasi tersebut pada 2017. Keputusan ini diambil karena menurut Mozilla, cara orang menggunakan dan menjelajahi internet sudah banyak berubah.
Buat pengguna lama, tentu ini bukan kabar kecil. Pocket sudah lama menjadi salah satu tempat favorit untuk menyimpan artikel, berita, tulisan panjang, hingga berbagai konten yang belum sempat dibaca.
Tapi jangan khawatir. Tutupnya Pocket bukan berarti konsep read-it-later ikut menghilang. Justru sekarang ada banyak alternatif menarik yang bisa kamu gunakan.
Kenapa Pocket Ditutup?
Pocket merupakan aplikasi yang punya konsep sederhana tetapi sangat berguna. Saat menemukan artikel menarik ketika sedang sibuk, pengguna cukup menyimpannya untuk dibaca nanti.
Mozilla kemudian memutuskan untuk menghentikan Pocket karena melihat adanya perubahan dalam cara pengguna menjelajahi web. Penutupan ini kemudian ikut mendorong perhatian terhadap sejumlah aplikasi alternatif seperti Instapaper, Matter, dan Raindrop.io.
Jadi, kalau selama ini Pocket menjadi tempat andalan kamu untuk menumpuk artikel yang belum dibaca, sekarang mungkin waktunya mencari rumah baru.
1. Instapaper
Kalau kamu mencari aplikasi yang konsepnya paling dekat dengan Pocket, Instapaper layak menjadi pilihan pertama.
Aplikasi ini sudah ada sejak 2008 dan tersedia untuk iOS serta Android. Versi gratisnya memungkinkan pengguna menyimpan artikel dan video tanpa batas.
Untuk pengguna yang membutuhkan fitur lebih lengkap, versi Premium menyediakan fitur seperti catatan pada artikel, arsip permanen, text-to-speech, pencarian teks penuh, hingga kemampuan mengirim artikel ke Kindle.
Cocok buat: kamu yang ingin pengganti Pocket dengan pengalaman sederhana dan fokus pada membaca.
2. Raindrop.io
Kalau penggunaan Pocket kamu sebenarnya lebih banyak untuk menyimpan bookmark dan berbagai link, Raindrop.io bisa menjadi pilihan yang lebih menarik.
Raindrop.io memang lebih dikenal sebagai bookmark manager. Namun, aplikasi mobile-nya juga memungkinkan pengguna membaca artikel dan PDF yang sudah disimpan. Versi gratisnya menyediakan penyimpanan bookmark tanpa batas.
Versi berbayarnya menawarkan fitur tambahan seperti pencarian teks penuh, pengingat bookmark, pencarian link rusak dan duplikat, serta fitur AI untuk membantu mengatur koleksi.
Cocok buat: kamu yang punya banyak link dan ingin semuanya tersusun rapi.
3. Matter
Matter punya pendekatan yang sedikit berbeda dari Pocket.
Selain menyimpan artikel, Matter memungkinkan pengguna mendengarkan artikel. Aplikasi ini juga dapat mentranskripsikan podcast yang kamu sukai.
Yang membuatnya semakin menarik, Matter memiliki fitur AI-powered co-reader yang dapat membantu menjawab pertanyaan mengenai topik yang sedang kamu baca.
Jadi, kalau kamu sering malas membaca artikel panjang tetapi lebih nyaman mendengarkannya sambil melakukan aktivitas lain, Matter bisa menjadi pilihan.
Cocok buat: pengguna yang suka artikel panjang, podcast, dan fitur berbasis AI.
4. Readwise Reader
Kalau kamu bukan cuma ingin membaca artikel tetapi juga mengumpulkan pengetahuan dari internet, Readwise Reader patut dipertimbangkan.
Readwise Reader mendukung berbagai jenis konten, termasuk artikel, RSS feed, video YouTube, dan thread dari X. Aplikasi ini juga menyediakan fitur anotasi, pencarian offline, serta asisten AI.
Reader juga bisa dihubungkan dengan sejumlah aplikasi pencatat seperti Obsidian, Notion, Roam Research, Evernote, dan Logseq.
Dengan begitu, artikel yang kamu simpan tidak berhenti sebagai koleksi yang menumpuk. Informasinya bisa ikut masuk ke sistem catatan pribadi.
Cocok buat: mahasiswa, penulis, peneliti, content creator, dan pengguna yang gemar mengumpulkan informasi.
5. Wallabag
Kalau kamu lebih peduli terhadap kontrol data dan software open source, Wallabag bisa menjadi pilihan menarik.
Wallabag merupakan aplikasi read-it-later open source yang tersedia melalui web, iOS, dan Android. Artikel yang disimpan juga bisa dibaca secara offline.
Menariknya, pengguna bisa mengekspor koleksi ke berbagai format seperti PDF, ePUB, JSON, CSV, TXT, dan HTML.
Wallabag juga menyediakan fitur highlight dan tag sehingga koleksi artikel lebih mudah diatur.
Cocok buat: pengguna yang ingin kontrol lebih besar terhadap data dan menyukai aplikasi open source.
6. Obsidian Web Clipper
Sudah menggunakan Obsidian? Kalau iya, sebenarnya kamu tidak harus mencari aplikasi read-it-later khusus.
Obsidian Web Clipper memungkinkan kamu menyimpan halaman atau bagian tertentu dari web langsung melalui ekstensi browser.
Keunggulannya ada pada sistem template. Kamu bisa menentukan bagaimana informasi dari halaman web disimpan ke vault Obsidian.
Misalnya, artikel bisa disimpan bersama judul, penulis, tanggal, kutipan, dan catatan pribadi.
Cocok buat: pengguna Obsidian yang ingin menggabungkan aktivitas membaca dan mencatat dalam satu sistem.
7. Recall
Kalau kamu ingin alternatif yang terasa lebih modern dan banyak memanfaatkan AI, Recall menarik untuk dicoba.
Recall memungkinkan pengguna menyimpan berbagai jenis konten seperti artikel, PDF, podcast, halaman Wikipedia, video YouTube, hingga resep. AI kemudian dapat membantu merangkum dan mengategorikan konten tersebut.
Konsepnya bukan sekadar menyimpan artikel untuk dibaca nanti. Recall mencoba membantu pengguna mengingat kembali informasi yang pernah disimpan.
Jadi, ketika kamu sedang mempelajari suatu topik, informasi lama yang berkaitan bisa lebih mudah ditemukan kembali.
Cocok buat: pengguna yang ingin membuat perpustakaan pengetahuan pribadi berbasis AI.
8. Folio
Folio menjadi salah satu alternatif yang menarik bagi mantan pengguna Pocket karena dibuat oleh Nick Chapman, yang sebelumnya pernah bekerja di Pocket sebagai head of product.
Folio tersedia di web, iOS, dan Android. Pengguna dapat mengatur artikel berdasarkan tag, favorit, artikel pendek, maupun artikel panjang.
Artikel juga bisa ditambahkan melalui ekstensi Chrome, share sheet, maupun URL secara manual.
Kalau kamu ingin sesuatu yang terasa cukup familiar setelah meninggalkan Pocket, Folio layak masuk daftar percobaan.
Cocok buat: mantan pengguna Pocket yang ingin pengalaman sederhana dan familiar.
9. Karakeep
Karakeep menawarkan pendekatan yang cukup menarik untuk pengguna yang suka menyimpan berbagai jenis konten.
Kamu bisa menyimpan link, catatan, maupun gambar. AI kemudian dapat membantu memberikan tag secara otomatis sehingga koleksi lebih mudah ditemukan kembali.
Aplikasi ini juga menyediakan fitur seperti list, pencarian teks penuh, dark mode, dan bulk actions.
Karakeep bersifat open source sehingga cukup menarik bagi pengguna yang ingin alternatif dari layanan bookmark mainstream.
Cocok buat: pengguna yang ingin bookmark manager fleksibel dengan bantuan AI.
10. Readeck
Alternatif terakhir yang menarik adalah Readeck.
Readeck merupakan aplikasi web open source yang dirancang untuk menyimpan konten yang ingin kamu kunjungi kembali.
Tidak hanya artikel, kamu juga dapat menyimpan video dan foto. Ada pula fitur highlight, ekspor artikel menjadi format e-book, hingga penyimpanan transkrip video.
Readeck juga dapat digunakan melalui ekstensi browser.
Cocok buat: pengguna yang menyukai layanan open source dan ingin mengelola koleksi bacaan secara lebih fleksibel.
Mana Pengganti Pocket yang Paling Cocok?
Sebenarnya tidak ada satu aplikasi yang otomatis menjadi “Pocket baru” untuk semua orang.
Pilihan terbaik tergantung bagaimana kamu menggunakan Pocket selama ini.
- Ingin pengalaman sederhana? Coba Instapaper atau Folio.
- Sering menyimpan bookmark dan link? Raindrop.io bisa menjadi pilihan.
- Suka membaca sambil mendengarkan? Matter menarik untuk dicoba.
- Ingin membangun knowledge base? Readwise Reader atau Obsidian Web Clipper lebih cocok.
- Ingin bantuan AI? Recall bisa dipertimbangkan.
- Lebih peduli open source dan kontrol data? Wallabag, Karakeep, atau Readeck bisa menjadi pilihan.
Bagaimana dengan Data Pocket Lama?
Nah, bagian ini cukup penting untuk pengguna Pocket lama.
Menurut TechCrunch, pengguna Pocket sebelumnya hanya memiliki waktu sampai 8 Oktober 2025 untuk mengekspor artikel dan data lainnya, termasuk list, archive, favorites, notes, dan highlights.
Artinya, kalau kamu masih memiliki arsip Pocket lama tetapi belum pernah melakukan ekspor, jangan berasumsi bahwa semuanya masih bisa dipindahkan ke layanan lain.
Beberapa alternatif memang mendukung proses impor, tetapi biasanya kamu membutuhkan data hasil ekspor dari Pocket terlebih dahulu.
Penutup
Tutupnya Pocket memang terasa seperti berakhirnya sebuah era kecil di dunia aplikasi internet.
Namun, ada sisi positifnya. Sekarang pengguna justru memiliki lebih banyak pilihan. Mau sekadar menyimpan artikel, mengelola bookmark, membangun perpustakaan digital pribadi, sampai menggunakan AI untuk membantu memahami informasi, semuanya punya alternatif masing-masing.
Jadi, kalau kamu dulu pengguna Pocket, tidak perlu terlalu bingung mencari penggantinya.
Mulai saja dari kebutuhanmu.
Kalau cuma ingin menyimpan artikel untuk dibaca nanti, pilih aplikasi yang sederhana. Kalau ingin membangun sistem pengetahuan pribadi, pilih aplikasi dengan fitur catatan, highlight, pencarian, dan integrasi.
Karena pada akhirnya, aplikasi terbaik bukan yang punya fitur paling banyak.
Aplikasi terbaik adalah yang membuat artikel yang kamu simpan benar-benar akhirnya kamu baca.

Posting Komentar untuk "Pocket Resmi Ditutup, Ini 10 Alternatif Terbaik untuk Menyimpan Artikel dan Membacanya Nanti"