Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

WhatsApp Banyak Akun “In Review” dan Tiba-Tiba Sebar Link Judol, Ada Apa?

WhatsApp Account In Review dan penyebaran link judi online

Belakangan ini pengguna WhatsApp dibuat bingung dengan fenomena yang cukup aneh. Ada akun yang tiba-tiba berubah menjadi “Account in Review”, padahal pemiliknya merasa tidak melakukan spam atau pelanggaran apa pun.

Yang lebih bikin khawatir, muncul juga kasus lain: setelah akun kembali normal, justru ada laporan bahwa akun tersebut mengirim broadcast atau pesan berisi link judi online (judol) tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Lantas, apakah WhatsApp sedang error? Apakah akun benar-benar dibajak? Atau jangan-jangan ada modus baru yang memanfaatkan WhatsApp Web?

Mari kita bahas pelan-pelan karena ternyata persoalannya tidak sesederhana kelihatannya.

Apa Itu “Account in Review” di WhatsApp?

“Account in Review” atau akun sedang ditinjau berarti sistem WhatsApp sedang memeriksa aktivitas dan informasi perangkat akun tersebut.

Dalam kondisi ini, pengguna biasanya tidak bisa menggunakan WhatsApp secara normal. Pada gelombang laporan yang terjadi 3 Agustus 2026, sejumlah pengguna bahkan mendapati akun mereka tiba-tiba dibatasi ketika sedang menggunakan WhatsApp seperti biasa.

WhatsApp sendiri mengakui bahwa sistemnya terkadang bisa salah mendeteksi akun. Meta mengatakan mereka terus berusaha mendeteksi penyalahgunaan layanan, tetapi jika sistem melakukan kesalahan, akun yang terdampak akan diperbaiki dan dipulihkan.

Jadi, kalau tiba-tiba muncul status In Review, belum tentu pemilik akun memang melakukan pelanggaran.

Kenapa Banyak Akun Bisa Kena Review Bersamaan?

Inilah yang membuat fenomena kali ini terasa berbeda.

Pada awal Agustus 2026, sejumlah pengguna di berbagai negara melaporkan akun mereka tiba-tiba masuk tahap peninjauan. Pesan yang muncul menyebut aktivitas akun dan informasi perangkat sedang diperiksa dan hasilnya biasanya diberikan dalam waktu sekitar 24 jam.

Sebagian pengguna bahkan mengaku menggunakan aplikasi WhatsApp resmi dan hanya melakukan aktivitas komunikasi biasa.

Dengan adanya pengakuan Meta bahwa sistem bisa salah, kasus ini memang tidak tepat jika langsung dianggap sebagai gelombang akun nakal.

Namun masalah menjadi lebih menarik ketika muncul kasus berbeda: akun yang kemudian dikaitkan dengan penyebaran link judi online.

Ada Kasus Akun Setelah Dipulihkan Malah Sebar Link Judol

Salah satu kasus yang ramai diberitakan menceritakan akun WhatsApp yang sebelumnya diblokir. Setelah pemilik mengajukan peninjauan dan aksesnya dipulihkan, akun tersebut justru dilaporkan mengirim pesan massal berisi tautan judi online.

Kasus seperti ini memunculkan pertanyaan besar: kalau pemilik tidak pernah mengirim pesan tersebut, siapa yang melakukannya?

Media Indonesia melaporkan kronologi kasus tersebut dan menyebut adanya spekulasi mengenai serangan zero-click. Namun penting dicatat, dugaan zero-click attack tersebut belum terbukti sebagai penyebab umum kasus-kasus ini.

Artinya, jangan langsung menyimpulkan bahwa semua akun yang menyebarkan judol pasti terkena serangan zero-click.

Ada beberapa kemungkinan lain yang jauh lebih masuk akal untuk diperiksa terlebih dahulu.

Bisa Jadi Bukan Nomornya yang Dibajak

Ketika mendengar kata “akun WhatsApp dibajak”, banyak orang langsung membayangkan OTP dicuri.

Padahal akses WhatsApp bisa melibatkan perangkat lain yang pernah ditautkan ke akun.

Misalnya, seseorang pernah menggunakan WhatsApp Web di komputer tertentu. Jika komputer atau browser tersebut kemudian disalahgunakan, aktivitas dari sesi tersebut berpotensi menjadi masalah.

Karena itu, salah satu langkah paling penting adalah mengecek:

WhatsApp → Pengaturan → Perangkat Tertaut

Kalau ada perangkat yang tidak dikenal, segera keluarkan.

Bahkan jika semua perangkat terlihat normal, tetap jangan langsung menyimpulkan akun 100 persen aman. Masih ada kemungkinan masalah berasal dari komputer, browser, ekstensi, atau aplikasi pihak ketiga yang pernah digunakan.

Hati-Hati dengan Ekstensi Chrome untuk WhatsApp Web

Ini bagian yang sering luput diperhatikan.

Ada banyak ekstensi browser yang menawarkan fitur otomatisasi WhatsApp Web, mulai dari broadcast, impor nomor dari CSV, pengiriman pesan massal, penjadwalan, sampai pengaturan jeda pengiriman.

Beberapa ekstensi bahkan secara terbuka menawarkan fitur broadcast WhatsApp Web, impor penerima dari CSV, personalisasi pesan, penjadwalan, serta pengaturan jeda pengiriman.

Bukan berarti semua ekstensi seperti itu berbahaya.

Namun semakin besar akses sebuah ekstensi terhadap WhatsApp Web, semakin besar pula alasan untuk berhati-hati.

Kalau kamu pernah memasang ekstensi yang tidak benar-benar dibutuhkan, sebaiknya periksa kembali.

Terutama ekstensi yang menawarkan:

  • WhatsApp bulk sender
  • WhatsApp automation
  • WhatsApp broadcast
  • WhatsApp marketing
  • Pengiriman pesan otomatis
  • Impor ribuan nomor
  • Auto-reply atau auto-message

Kalau tidak benar-benar diperlukan, lebih baik hapus.

Kenapa Pelaku Menggunakan WhatsApp untuk Menyebarkan Judol?

Jawabannya sederhana: jangkauannya sangat menarik bagi pelaku spam.

WhatsApp merupakan aplikasi komunikasi yang digunakan sehari-hari. Satu akun bisa memiliki banyak kontak, sehingga akun yang berhasil disalahgunakan dapat menjadi alat distribusi pesan.

Dan masalah promosi judi online memang sedang semakin agresif.

Pada Juni 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital mengungkap adanya jaringan bot terorganisasi yang digunakan untuk membanjiri media sosial dengan komentar promosi judi online. Komdigi mencatat lonjakan sekitar 128 persen spam promosi judol dibandingkan rata-rata temuan Januari–Juni 2026.

PPATK juga melaporkan bahwa pada Januari–Juni 2026, nilai perputaran dana judi online mencapai Rp86,82 triliun dalam lebih dari 467 juta transaksi.

Jadi, tidak mengherankan kalau jaringan promosi judol terus mencari berbagai saluran distribusi baru.

Apakah Semua Akun “In Review” Berarti Dibajak?

Tidak.

Ini penting banget.

Ada dua fenomena yang sebaiknya jangan dicampur.

Pertama, kesalahan sistem WhatsApp

Pada 3 Agustus 2026 memang terjadi gelombang akun yang tiba-tiba masuk Account in Review. Meta mengakui bahwa sistem mereka bisa salah dan mengatakan sedang memperbaikinya.

Bahkan ada pengguna yang mengaku menggunakan aplikasi resmi dan tidak melakukan spam tetapi tetap terkena pembatasan.

Kedua, akun yang benar-benar disalahgunakan

Jika setelah akun kembali normal ternyata ada pesan yang terkirim tanpa sepengetahuan pemilik, kasusnya perlu diperiksa sebagai kemungkinan kompromi akun, perangkat, browser, sesi WhatsApp Web, atau aplikasi pihak ketiga.

Jadi jangan langsung menyimpulkan:

“WhatsApp error, makanya akun saya kirim judol sendiri.”

Bisa saja sistem WhatsApp memang bermasalah dalam melakukan review, tetapi aktivitas pengiriman pesan tersebut bisa mempunyai penyebab yang berbeda.

Bagaimana Kalau Nomor Pernah Dipakai Orang Lain?

Ada satu kemungkinan lain yang juga menarik perhatian: nomor daur ulang atau recycled number.

Nomor telepon yang sudah tidak digunakan seseorang pada akhirnya dapat diberikan kembali oleh operator kepada pengguna baru.

Karena itu, riwayat nomor tersebut bisa menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan ketika terjadi aktivitas mencurigakan.

Namun, jangan menjadikan nomor daur ulang sebagai kesimpulan otomatis. Harus ada bukti pendukung dari kronologi akun.

Apa yang Harus Dilakukan Kalau Mengalami Kasus Ini?

Kalau akunmu tiba-tiba masuk In Review, lalu setelah pulih ada orang yang mengatakan bahwa nomor kamu mengirim link judol, jangan panik.

Lakukan beberapa langkah berikut.

1. Simpan Bukti Terlebih Dahulu

Screenshot:

  • Halaman Account in Review
  • Waktu akun mulai dibatasi
  • Pesan atau broadcast judol
  • Nomor penerima jika terlihat
  • Waktu pesan dikirim
  • Notifikasi dari WhatsApp
  • Perangkat yang tertaut

Jangan buru-buru menghapus semua bukti.

2. Periksa Perangkat Tertaut

Masuk ke:

WhatsApp → Pengaturan → Perangkat Tertaut

Kalau ada perangkat yang tidak dikenal, keluarkan.

Kalau ragu, kamu bisa mengeluarkan seluruh perangkat yang tertaut dan menautkan kembali hanya perangkat milik sendiri.

3. Periksa Chrome atau Browser

Kalau pernah menggunakan WhatsApp Web, buka daftar ekstensi browser.

Hapus ekstensi yang mencurigakan atau tidak lagi digunakan.

Terutama ekstensi yang mempunyai akses terhadap WhatsApp Web atau menawarkan otomatisasi pengiriman pesan.

4. Jangan Gunakan WhatsApp Modifikasi

Hindari aplikasi WhatsApp tidak resmi seperti versi modifikasi.

Selain berpotensi melanggar ketentuan layanan, aplikasi pihak ketiga juga menambah risiko keamanan.

5. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Gunakan fitur verifikasi dua langkah WhatsApp dan jangan pernah memberikan PIN tersebut kepada siapa pun.

Kode registrasi WhatsApp juga jangan diberikan kepada orang lain.

6. Jangan Menyewakan Akun

Kalau ada orang menawarkan uang dengan alasan:

“Pinjam WhatsApp sebentar.”

atau:

“Cuma untuk verifikasi.”

Sebaiknya jangan diterima.

Akun yang diserahkan kepada orang lain dapat digunakan untuk berbagai aktivitas yang akhirnya justru merugikan pemilik nomor.

Jadi, Apakah WhatsApp Sedang Dibajak Massal?

Untuk saat ini, belum ada bukti yang cukup untuk menyebut sedang terjadi pembajakan WhatsApp secara massal menggunakan satu metode tertentu.

Yang sudah terlihat justru ada beberapa masalah yang terjadi berdekatan:

  • WhatsApp mengalami false positive dalam sistem review akun.
  • Kasus penyalahgunaan akun dan WhatsApp Web untuk mengirim spam judol memang terjadi.
  • Jaringan spam judol memang sedang semakin agresif dan menggunakan otomasi atau bot.

Ketiga hal tersebut bisa membuat situasi terlihat seperti satu serangan besar, padahal belum tentu memiliki satu penyebab yang sama.

Jangan Langsung Menuduh Pemilik Akun

Ini juga penting.

Kalau teman atau keluarga tiba-tiba mengirim link judol dari WhatsApp, jangan langsung menganggap dia sengaja menyebarkan judi online.

Bisa saja akunnya sedang bermasalah.

Apalagi jika pemilik akun sendiri mengatakan tidak pernah mengirim pesan tersebut.

Lebih baik tanyakan:

“Coba cek Perangkat Tertaut dan WhatsApp Web-nya.”

daripada langsung menuduh.

Kesimpulan

Fenomena WhatsApp “Account in Review” yang ramai pada Agustus 2026 memang nyata. Meta sendiri mengakui bahwa sistem pendeteksian dapat melakukan kesalahan dan akun yang sah bisa ikut terkena pembatasan.

Di sisi lain, kasus akun yang kemudian digunakan untuk menyebarkan link judi online tanpa sepengetahuan pemiliknya juga sudah muncul dalam laporan publik. Namun penyebab pastinya tidak selalu sama dan belum ada bukti bahwa seluruh kasus berasal dari satu jenis serangan.

Karena itu, kalau akunmu mengalami kejadian serupa, jangan cuma menunggu akun kembali normal.

Periksa Perangkat Tertaut, cek browser dan ekstensi, gunakan aplikasi WhatsApp resmi, aktifkan verifikasi dua langkah, dan simpan bukti aktivitas yang tidak kamu kenali.

Yang paling penting, jangan panik dan jangan langsung menganggap akunmu pasti dibajak ataupun pasti salah sistem WhatsApp.

Cari dulu jejaknya. Karena dalam kasus keamanan digital, detail kecil seperti perangkat tertaut, ekstensi browser, waktu pesan dikirim, dan kronologi In Review bisa menjadi petunjuk yang sangat penting.

Majid Abana Segaf
Majid Abana Segaf Penebar Cinta Dari Negeri Fana

Posting Komentar untuk "WhatsApp Banyak Akun “In Review” dan Tiba-Tiba Sebar Link Judol, Ada Apa?"