Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Disney+ Mulai Berubah Besar! Hulu, TikTok, Olahraga & AI Jadi Satu Ekosistem

Disney+ terbaru 2026 dengan Hulu TikTok olahraga dan AI

Disney+ mulai memasuki fase baru. Kalau selama ini kita mengenal Disney+ sebagai tempat menonton film dan serial Disney, Pixar, Marvel, Star Wars, hingga berbagai tayangan lainnya, ke depannya layanan ini tampaknya bakal jauh lebih besar dari sekadar aplikasi streaming.

Disney sedang menyiapkan sebuah ekosistem digital yang menghubungkan Disney+, Hulu, olahraga, konten pendek dari TikTok, teknologi AI, hingga berbagai pengalaman digital lainnya.

Perubahan ini bukan sekadar menambah fitur supaya aplikasi terlihat lebih modern. Disney secara terang-terangan menyebut Disney+ sebagai “digital centerpiece” atau pusat digital dari ekosistem hiburan mereka.

Lalu, apa sebenarnya yang sedang disiapkan Disney? Dan apakah perubahan ini nantinya akan terasa juga bagi pengguna Disney+ di Indonesia?

Disney+ Tidak Mau Lagi Sekadar Jadi Aplikasi Streaming

Strategi Disney sekarang cukup menarik. Perusahaan ingin menghubungkan berbagai bisnis dan layanan mereka ke dalam satu pengalaman digital yang lebih terpadu.

Dalam laporan kinerja kuartal ketiga fiskal 2026, CEO Disney Josh D'Amaro mengatakan bahwa Disney+ merupakan pusat digital dari strategi tersebut.

Artinya, Disney+ tidak hanya akan menjadi tempat untuk menonton film dan serial. Platform ini secara bertahap akan menggabungkan lebih banyak pengalaman, mulai dari konten hiburan hingga olahraga, game, merchandise, personalisasi, dan berbagai manfaat untuk pelanggan.

Disney memperkirakan elemen dari ekosistem baru tersebut mulai diperkenalkan pada musim semi 2027.

Dengan kata lain, perubahan yang sedang terlihat sekarang bisa jadi baru permulaan.

Hulu Makin Dekat dengan Disney+

Salah satu bagian penting dari strategi ini adalah Hulu.

Disney telah mulai melakukan unifikasi aplikasi dan akun. Pelanggan Hulu standalone maupun pelanggan bundle tertentu sudah bisa menghubungkan profil serta mengelola langganan melalui Disney+.

Ini menjadi langkah penting karena Disney memiliki dua kekuatan berbeda.

  • Disney+ kuat dengan Disney, Pixar, Marvel, Star Wars, dan berbagai konten keluarga.
  • Hulu memiliki kekuatan pada konten general entertainment dan tayangan yang lebih luas.

Jika keduanya semakin terintegrasi, pengguna tidak perlu merasa berpindah-pindah ekosistem untuk mencari tontonan.

Disney sendiri mengatakan bahwa mereka ingin menghubungkan bisnis-bisnisnya ke dalam satu ekosistem digital. Tujuannya bukan cuma membuat aplikasi lebih praktis, tetapi juga meningkatkan engagement dan memberikan nilai lebih kepada pelanggan.

TikTok Juga Ikut Masuk ke Disney+

Nah, bagian ini mungkin yang paling menarik.

Disney pada Agustus 2026 mengumumkan kerja sama global dengan TikTok untuk membawa konten video pendek buatan kreator ke dalam Disney+.

Program tersebut akan diuji terlebih dahulu di Amerika Serikat sebelum diperluas ke pasar lainnya.

Konten dari kreator TikTok yang ikut serta nantinya dapat muncul di fitur video vertikal Disney+ yang dikenal sebagai Verts.

Menariknya, kreator akan mendapatkan akses terhadap aset dari ratusan film dan serial Disney. Kontennya dapat berkaitan dengan berbagai franchise seperti:

  • Disney
  • Pixar
  • Marvel
  • Star Wars
  • FX

Jadi, bayangkan setelah selesai menonton sebuah film, pengguna bisa langsung menemukan video pendek dari kreator yang membahas adegan, karakter, teori, atau momen menarik dari film tersebut.

Disney berharap pendekatan ini dapat membuat penggemar lebih aktif berinteraksi dengan cerita yang mereka sukai, bukan hanya menontonnya sampai selesai lalu keluar dari aplikasi.

Disney+ Mulai Terasa Seperti Media Sosial?

Ini bagian yang patut diperhatikan.

Disney+ tentu saja tidak berubah menjadi TikTok. Konten utama berupa film dan serial tetap menjadi fondasinya.

Namun, masuknya video vertikal dan konten buatan kreator menunjukkan bahwa Disney mulai memahami perubahan kebiasaan pengguna internet.

Banyak orang sekarang menemukan film atau serial justru dari video pendek di TikTok, Reels, Shorts, atau platform sosial lainnya.

Disney tampaknya ingin membawa sebagian pengalaman tersebut ke dalam platform mereka sendiri.

Data yang dibagikan Disney juga cukup menarik. Sekitar 40 persen pengguna mobile Disney+ telah berinteraksi dengan Verts sejak fitur tersebut diluncurkan pada Maret.

Jadi, video pendek bukan lagi sekadar eksperimen kecil.

Olahraga Juga Mulai Masuk ke Disney+

Kalau Anda mengira Disney+ hanya akan dipenuhi film dan serial, strategi olahraga Disney mungkin bakal membuat Anda berpikir ulang.

Disney sedang memperluas kehadiran konten olahraga di ekosistem streaming mereka melalui ESPN.

Perusahaan mengatakan bahwa sejumlah pertandingan olahraga premium akan terus dibawa ke Disney+, sementara ESPN tetap menjadi tujuan utama untuk konten olahraga harian.

Di Amerika Serikat, Disney+ juga mulai mendapatkan lebih banyak konten olahraga tertentu, termasuk simulcast pertandingan college football dan program seperti College GameDay.

Strateginya cukup jelas: Disney ingin pengguna memiliki lebih banyak alasan untuk membuka aplikasi.

Bukan cuma ketika ada film Marvel baru.

Bukan cuma ketika ada serial Star Wars.

Tetapi juga ketika ada pertandingan atau acara olahraga yang ingin ditonton.

AI Mulai Membantu Pengguna Mencari Tontonan

Masalah klasik layanan streaming sebenarnya sederhana: “Mau nonton apa?”

Disney+ kini mencoba menggunakan AI untuk menjawab masalah tersebut.

Disney sedang melakukan pengujian beta terhadap fitur pencarian dan discovery berbasis AI untuk sebagian pengguna.

Konsepnya cukup menarik. Pengguna nantinya dapat menjelaskan apa yang ingin ditonton menggunakan bahasa sehari-hari, bahkan melalui input suara.

Misalnya, daripada mengetik judul film tertentu, pengguna bisa menjelaskan suasana yang diinginkan.

Contohnya:

  • “Saya ingin film lucu untuk ditonton bersama keluarga.”
  • “Cari film petualangan yang tidak terlalu serius.”
  • “Saya ingin tontonan sekitar dua jam untuk malam ini.”

AI kemudian mencoba memahami konteks tersebut dan memberikan rekomendasi yang lebih sesuai.

Ini berbeda dengan sistem rekomendasi tradisional yang sebagian besar mengandalkan riwayat tontonan pengguna. Disney ingin sistemnya memahami apa yang sedang ingin ditonton saat itu.

Jadi Disney+ Sedang Meniru Netflix, TikTok, atau ESPN?

Kalau dilihat sekilas memang terlihat seperti Disney sedang mengambil sedikit-sedikit konsep dari berbagai platform.

Ada streaming seperti Netflix.

Ada video pendek seperti TikTok.

Ada olahraga seperti ESPN.

Ada rekomendasi berbasis AI.

Ada pula integrasi dengan Hulu.

Tetapi sebenarnya Disney sedang melakukan sesuatu yang lebih besar: menghubungkan seluruh aset hiburannya dalam satu ekosistem.

Disney memiliki sesuatu yang tidak dimiliki kebanyakan platform streaming, yaitu koleksi franchise dan bisnis hiburan yang sangat luas.

Satu karakter bisa muncul dalam film, serial, game, merchandise, taman hiburan, hingga konten pendek di media sosial.

Disney ingin Disney+ menjadi salah satu pintu utama untuk menghubungkan semuanya.

Apa Dampaknya untuk Pengguna?

Bagi pengguna, perubahan ini sebenarnya bisa menjadi kabar baik.

Jika implementasinya tepat, Disney+ bisa menjadi lebih personal dan tidak membosankan.

Anda tidak hanya membuka aplikasi untuk mencari film baru, tetapi juga mendapatkan rekomendasi yang lebih sesuai, video pendek, konten olahraga, hingga pengalaman lain yang berhubungan dengan franchise favorit.

Namun, ada satu hal yang tetap perlu diperhatikan: semakin banyak fitur, semakin besar pula kemungkinan struktur paket dan harga menjadi lebih kompleks.

Belum tentu seluruh fitur baru tersebut tersedia di semua negara. Disney juga masih mengembangkan strategi internasionalnya dan mengakui bahwa mereka masih memiliki pekerjaan untuk memperbesar pertumbuhan Disney+ di luar Amerika Serikat.

Bagaimana dengan Disney+ di Indonesia?

Untuk pengguna Indonesia, jangan langsung menganggap seluruh fitur baru Disney+ akan tersedia bersamaan dengan Amerika Serikat.

Disney sendiri menggunakan pendekatan bertahap untuk ekspansi global. Beberapa fitur, konten, maupun integrasi bisa memiliki waktu peluncuran berbeda tergantung negara dan wilayah.

Karena itu, yang paling menarik untuk dipantau bukan hanya “film apa yang masuk Disney+”, tetapi juga bagaimana Disney membawa ekosistem barunya ke pasar Asia dan Indonesia.

Apalagi Disney sudah menyebut bahwa konten lokal dan regional akan menjadi salah satu bagian penting dalam strategi pertumbuhan internasional mereka.

Disney+ 2027 Bisa Jadi Jauh Berbeda

Kalau semua rencana Disney berjalan sesuai arah yang sekarang terlihat, Disney+ pada 2027 kemungkinan akan terasa cukup berbeda dibanding Disney+ yang kita kenal beberapa tahun lalu.

Platform ini akan semakin mengarah ke konsep super-app hiburan.

Film dan serial tetap menjadi inti. Tetapi di sekelilingnya akan ada Hulu, video pendek, olahraga, AI, personalisasi, game, merchandise, serta berbagai pengalaman digital lainnya.

Dan yang paling menarik, Disney tidak sedang membangun semuanya secara terpisah.

Mereka justru ingin membuat pengguna berpindah dari satu pengalaman ke pengalaman lain tanpa meninggalkan ekosistem Disney.

Jadi, Disney+ bukan sekadar sedang menambah fitur. Disney sedang mengubah fungsi Disney+ itu sendiri.

Kesimpulan

Perubahan Disney+ ini layak diperhatikan karena arah strateginya cukup jelas. Disney ingin menjadikan platform tersebut sebagai pusat digital ekosistem hiburannya.

Hulu mulai semakin terintegrasi, TikTok membawa konten kreator ke Verts, olahraga dari ESPN mulai mendapatkan tempat di Disney+, dan AI mulai diuji untuk membantu pengguna menemukan tontonan.

Jika berhasil, Disney+ tidak lagi hanya bersaing berdasarkan jumlah film dan serial.

Persaingannya akan bergeser menjadi soal seberapa lama pengguna mau bertahan di dalam ekosistem.

Dan kalau melihat kekuatan franchise seperti Disney, Pixar, Marvel, Star Wars, serta ESPN, strategi tersebut jelas bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh.

Disney+ sedang berubah. Dan kemungkinan besar, perubahan terbesarnya justru baru akan mulai terlihat pada 2027.

Majid Abana Segaf
Majid Abana Segaf Penebar Cinta Dari Negeri Fana

Posting Komentar untuk "Disney+ Mulai Berubah Besar! Hulu, TikTok, Olahraga & AI Jadi Satu Ekosistem"