Google Bikin Tombol Baru untuk Website! Begini Cara Agar Pembaca Bisa Menjadikan Blog Kamu Sumber Pilihan
Google sekarang punya cara baru bagi pemilik website untuk membangun pembaca setia. Bukan sekadar tombol follow biasa, tetapi tombol yang memungkinkan pembaca menambahkan website kamu sebagai Preferred Source atau Sumber Pilihan di Google.
Menariknya, Google kini menyediakan tombol interaktif yang bisa langsung dipasang di halaman website. Ketika pembaca mengkliknya, mereka dapat menambahkan situs kamu sebagai sumber pilihan dan kemudian kembali ke halaman yang sedang dibaca.
Kalau kamu punya blog berita, teknologi, finansial, atau website yang rutin menerbitkan artikel baru, fitur ini cukup menarik untuk diperhatikan.
Tapi sebelum buru-buru memasang tombolnya, ada satu hal penting:
Efeknya terutama berlaku bagi pengguna yang memang memilih website kamu sebagai sumber pilihan.
Apa Itu Google Preferred Sources?
Preferred Sources adalah fitur Google Search yang memungkinkan pengguna memilih website atau publikasi yang ingin mereka lihat lebih sering.
Ketika seseorang menjadikan website kamu sebagai sumber pilihan, konten dari situs tersebut memiliki peluang lebih besar untuk muncul kepada pengguna tersebut pada fitur Top Stories ketika kontennya relevan.
Google juga menjelaskan bahwa sumber pilihan dapat ditampilkan dengan badge khusus pada AI Overviews dan AI Mode untuk pengguna yang sudah memilih situs tersebut.
Jadi, konsepnya sebenarnya cukup sederhana:
Pembaca suka website kamu → pembaca memilih website kamu → Google lebih memprioritaskan sumber tersebut untuk pembaca itu.
Ini membuat Preferred Sources menarik karena sinyalnya berasal dari preferensi pengguna, bukan sekadar optimasi teknis dari pemilik website.
Google Sekarang Mempermudah Publisher
Sebelumnya, publisher bisa mengarahkan pembaca ke halaman pengaturan sumber Google menggunakan sebuah link atau deeplink.
Masalahnya, pembaca masih harus mencari dan memilih website secara manual di halaman Google.
Sekarang alurnya dibuat lebih sederhana.
Google menyediakan tombol interaktif Preferred Sources yang dapat ditanam langsung ke halaman website. Setelah pembaca mengklik tombol dan menambahkan situs sebagai sumber pilihan, Google dapat mengembalikan pembaca ke halaman tempat mereka memulai.
Dengan kata lain, jumlah langkah yang harus dilakukan pembaca menjadi lebih sedikit.
Kenapa Tombol Ini Menarik untuk Blogger?
Bayangkan kamu punya blog yang rutin menerbitkan artikel teknologi.
Ada pembaca yang menemukan artikel kamu hari ini. Besok mereka membaca artikel lain. Minggu depan mereka kembali lagi.
Daripada hanya berharap pembaca mengingat nama domain kamu, kamu bisa memberikan opsi kepada mereka untuk menjadikan blog kamu sebagai sumber pilihan di Google.
Ketika mereka sudah memilihnya, konten kamu memiliki peluang lebih besar untuk ditampilkan kepada mereka dalam konteks yang relevan.
Ini bukan jaminan traffic meledak.
Tetapi untuk publisher, sinyal seperti ini cukup berharga karena membantu membangun hubungan langsung antara pembaca dan sumber informasi yang mereka sukai.
Bukan Ranking Boost untuk Semua Orang!
Nah, ini bagian yang jangan sampai salah dipahami.
Kalau seseorang memilih website kamu sebagai Preferred Source, bukan berarti semua orang di Google otomatis melihat artikel kamu lebih tinggi.
Google sendiri menjelaskan bahwa fitur ini bekerja pada pengalaman pengguna yang memilih sumber tersebut. Konten tetap harus relevan dengan pencarian dan memenuhi sistem kualitas serta ranking Google.
Jadi jangan berpikir:
“Kalau saya berhasil mendapatkan 1.000 orang yang memilih website saya, berarti ranking saya otomatis naik untuk semua keyword.”
Bukan begitu cara kerjanya.
Lebih tepat melihat Preferred Sources sebagai cara untuk meningkatkan peluang repeat visibility kepada pembaca yang memang sudah menyukai sumber kamu.
Website Apa Saja yang Bisa Menggunakannya?
Google menyebut fitur Preferred Sources tersedia secara global untuk Top Stories dalam bahasa yang didukung Google Search. Fitur ini juga dapat muncul pada AI Overviews dan AI Mode di wilayah serta pengalaman yang sudah mendukungnya.
Namun ada syarat penting yang sering terlewat.
Google hanya mendukung target pada level:
- Domain, misalnya
example.com - Subdomain, misalnya
news.example.com
Sementara URL berbentuk subdirektori seperti:
example.com/blog
tidak memenuhi syarat sebagai target publikasi Preferred Sources.
Cara Memasang Tombol Preferred Sources di Website
Kabar baiknya, implementasi standar sangat sederhana.
Google merekomendasikan implementasi JavaScript standar karena tombolnya otomatis dilokalkan dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih praktis.
Langkah pertama: tambahkan library Google berikut di bagian <head> website:
<script async src="https://news.google.com/swg/js/v1/publisher.js"></script>
Kemudian, letakkan container berikut di posisi tempat kamu ingin menampilkan tombol:
<div google-add-preferred-source-btn></div>
Sesederhana itu.
Library Google akan mendeteksi atribut tersebut dan menampilkan tombol Preferred Sources.
Bisa Dibuat Dark Mode Juga
Kalau desain website kamu menggunakan background gelap, Google menyediakan opsi tema dark.
Gunakan:
<div google-add-preferred-source-btn data-theme="dark"></div>
Sementara tema default menggunakan tampilan terang.
Ini cukup berguna supaya tombol tidak terlihat seperti elemen asing yang ditempel begitu saja di website.
Bagaimana Kalau Tidak Bisa Memasang JavaScript?
Tenang.
Google juga menyediakan opsi deeplink.
Deeplink ini bisa digunakan sebagai link biasa sehingga dapat ditempatkan di CMS, artikel, newsletter, atau media sosial tanpa harus memasang JavaScript.
Format sederhananya seperti ini:
https://www.google.com/preferences/source?q=example.com
Ganti example.com dengan domain website kamu.
Namun ada perbedaan penting.
Embed vs Deeplink, Mana yang Lebih Bagus?
| Fitur | Embed Button | Deeplink |
|---|---|---|
| JavaScript | Ya | Tidak |
| Tombol Google | Ya | Tidak |
| Lokalisasi otomatis | Ya | Tidak |
| Kembali ke artikel | Ya | Tidak otomatis |
| Cocok untuk CMS terbatas | Tergantung | Ya |
Kalau website kamu memungkinkan pemasangan JavaScript, embed button lebih menarik karena alurnya lebih praktis bagi pembaca.
Kalau tidak bisa, deeplink tetap bisa digunakan sebagai alternatif.
Sebelum Pasang, Cek Dulu Website Kamu
Jangan langsung memasang tombol lalu berharap semuanya berjalan.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan publikasi kamu memang muncul di alat Source Preferences Google.
Search Engine Journal menekankan bahwa kalau website belum muncul di sana, memasang tombol tidak akan menyelesaikan masalah eligibility tersebut.
Jadi urutannya kurang lebih:
- Cek apakah domain kamu tersedia sebagai Preferred Source.
- Jika tersedia, tambahkan tombol ke website.
- Tempatkan tombol di lokasi yang mudah ditemukan pembaca.
- Jelaskan secara singkat manfaatnya.
- Uji tombol menggunakan perangkat mobile.
Jangan Jadikan Tombol Ini Sekadar Pajangan
Ini juga penting.
Jangan menaruh tombol Preferred Sources di tempat yang tidak pernah dilihat pembaca.
Misalnya jauh di bagian footer dan berharap orang menemukannya sendiri.
Kamu bisa mempertimbangkan menempatkannya:
- Di bawah judul artikel.
- Setelah paragraf pembuka.
- Di akhir artikel.
- Di area newsletter atau CTA pembaca.
- Di halaman khusus untuk pembaca baru.
Tetapi tetap jangan berlebihan.
Tujuannya bukan memaksa pembaca mengklik tombol, melainkan memberi kesempatan kepada pembaca yang memang menyukai konten kamu untuk memilih website sebagai sumber favorit mereka.
Apakah Ini Bisa Membantu SEO?
Bisa membantu visibility, tetapi jangan menyebutnya sebagai tombol ranking.
Preferred Sources merupakan sinyal preferensi pengguna. Website yang dipilih lebih mungkin mendapatkan visibilitas kepada pengguna tersebut pada konteks yang relevan.
Google juga sebelumnya menjelaskan bahwa Preferred Sources digunakan untuk membantu pengguna melihat lebih banyak konten dari situs yang mereka sukai di Top Stories.
Dengan kata lain, manfaat paling masuk akal adalah:
membangun audiens yang lebih loyal dan meningkatkan peluang konten kamu kembali terlihat oleh pembaca yang memang sudah memilihnya.
Bagaimana dengan AI Overview dan AI Mode?
Nah, ini yang membuat fitur tersebut semakin menarik di 2026.
Google menyebut bahwa Preferred Sources juga dapat ditampilkan sebagai sumber pilihan di AI Overviews dan AI Mode bagi pengguna yang sudah memilih website tersebut.
Namun sekali lagi, jangan menerjemahkannya menjadi:
“Pasang tombol ini dan artikel saya pasti masuk AI Overview.”
Tidak.
Konten tetap harus relevan dan memenuhi sistem Google.
Tombol ini lebih tepat dianggap sebagai cara membangun preferensi pengguna yang kemudian dapat memengaruhi pengalaman pencarian mereka.
Kesimpulan
Google Preferred Sources mungkin terlihat seperti fitur kecil.
Tapi bagi publisher dan blogger, konsep di baliknya cukup menarik.
Google memberi pengguna kontrol lebih besar untuk menentukan situs mana yang ingin mereka lihat lebih sering. Di sisi lain, publisher mendapatkan cara yang lebih mudah untuk mengajak pembaca membangun hubungan jangka panjang dengan website mereka.
Dan sekarang, prosesnya semakin praktis karena Google menyediakan Preferred Sources button yang bisa langsung ditanam di halaman website.
Jadi kalau kamu mengelola blog yang rutin menerbitkan artikel, tidak ada salahnya mengecek apakah domain kamu sudah tersedia sebagai Preferred Source.
Karena di era SEO 2026, mendapatkan pembaca sekali saja mungkin tidak cukup. Yang lebih berharga adalah membuat pembaca memilih untuk kembali melihat sumber yang sama.
FAQ
Apakah Google Preferred Sources bisa menaikkan ranking website?
Tidak secara universal. Preferred Sources bekerja sebagai preferensi pengguna dan dapat membuat konten situs lebih mungkin ditampilkan kepada pengguna yang sudah memilihnya.
Apakah website biasa bisa memasang tombol Preferred Sources?
Website dapat menggunakan fitur ini jika publikasinya memenuhi syarat dan muncul di alat Source Preferences Google.
Apakah Blogger bisa memasang tombol Google Preferred Sources?
Secara teknis, Blogger dapat menggunakan kode JavaScript dan HTML, tetapi implementasinya perlu disesuaikan dengan struktur template Blogger dan lokasi pemasangan yang diinginkan.
Lebih bagus menggunakan embed atau deeplink?
Embed lebih praktis karena menyediakan tombol interaktif dan alur yang lebih mulus. Deeplink cocok jika kamu tidak bisa memasukkan JavaScript ke website.

Posting Komentar untuk "Google Bikin Tombol Baru untuk Website! Begini Cara Agar Pembaca Bisa Menjadikan Blog Kamu Sumber Pilihan"