Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

iPhone Duo Punya Fitur yang Sudah Lama Ada di Android! Apple Baru Bawa Split Screen ke iPhone

Apple Event 2026 dengan iPhone Duo lipat iPhone 18 Pro Apple Watch dan AirPods 5

Apple akhirnya resmi masuk ke dunia HP lipat lewat iPhone Duo. Perangkat ini memang membawa desain baru, layar besar 7,6 inci, engsel fleksibel, dan iOS 27 yang dirancang khusus untuk layar lipat.

Tapi ada satu hal yang cukup bikin pengguna Android mungkin cuma bisa tersenyum.

Beberapa fitur yang Apple tampilkan sebagai pengalaman baru di iPhone Duo ternyata sudah lama menjadi bagian dari dunia Android. Salah satu yang paling mencolok adalah kemampuan menjalankan dua aplikasi secara berdampingan di layar yang sama. 0

iPhone Duo Akhirnya Bisa Split Screen

Salah satu daya tarik terbesar iPhone Duo adalah layar internal berukuran 7,6 inci.

Layar sebesar itu tentu terasa mubazir kalau hanya digunakan seperti layar iPhone biasa yang diperbesar.

Karena itu, Apple akhirnya menghadirkan Split View multitasking di iPhone Duo. Pengguna dapat menjalankan dua aplikasi secara berdampingan ketika perangkat dibuka.

Misalnya, kamu bisa membuka:

  • WhatsApp di satu sisi dan browser di sisi lainnya.
  • YouTube sambil membuka aplikasi catatan.
  • Email di sebelah kiri dan pesan di sebelah kanan.
  • Google Maps sambil tetap membuka percakapan.

Inilah salah satu fitur yang membuat iPhone Duo terasa lebih dekat dengan pengalaman tablet.

Tapi Pengguna Android Sudah Lama Menikmatinya

Nah, di sinilah bagian menariknya.

Split-screen multitasking bukan sesuatu yang baru di Android.

Berbagai smartphone Android sudah menawarkan kemampuan menjalankan dua aplikasi secara bersamaan selama bertahun-tahun. Pada perangkat layar besar dan foldable, kemampuan tersebut bahkan menjadi salah satu fitur utama yang membuat layar ekstra terasa berguna.

Samsung, misalnya, sudah lama membangun pengalaman multitasking pada lini Galaxy Z Fold. Pengguna bisa membuka beberapa aplikasi sekaligus dan memanfaatkan layar besar untuk produktivitas.

Jadi ketika Apple akhirnya membawa pengalaman serupa ke iPhone Duo, pengguna Android yang sudah terbiasa dengan fitur ini mungkin akan berkata:

“Lho, bukannya fitur seperti ini sudah lama ada?”

Dan memang, secara konsep, mereka tidak salah.

Apple Bukan Sekadar Menambahkan Split Screen

Meski begitu, bukan berarti Apple hanya menyalin fitur Android lalu selesai.

Apple mencoba membuat multitasking tersebut menjadi bagian dari pengalaman iOS 27 dan desain iPhone Duo secara keseluruhan.

Ketika perangkat dibuka, antarmuka dapat beradaptasi dengan orientasi layar. Aplikasi bisa ditempatkan berdampingan, sementara sistem juga menyediakan cara baru untuk mengakses aplikasi dan kontrol perangkat.

Apple bahkan memungkinkan pengguna menyimpan dua aplikasi sebagai App Pair sehingga kombinasi aplikasi tertentu dapat dibuka kembali dengan lebih cepat.

Jadi, yang menarik bukan sekadar keberadaan split screen-nya, melainkan bagaimana Apple mencoba membuatnya terasa seperti bagian alami dari iPhone.

App Pair Juga Bukan Ide Baru di Android

Kalau kamu pengguna Android lama, istilah App Pair mungkin terasa sangat familiar.

Konsep menyimpan dua aplikasi agar bisa dibuka bersamaan memang sudah digunakan pada sejumlah perangkat Android, terutama perangkat Samsung dengan layar besar dan foldable.

Misalnya kamu sering menggunakan kombinasi WhatsApp + Chrome atau YouTube + Notes.

Daripada membuka satu per satu, kombinasi tersebut bisa disiapkan sebagai pasangan aplikasi.

Di iPhone Duo, Apple akhirnya membawa konsep serupa ke dalam pengalaman multitasking iOS.

Bukan Cuma Split Screen, Ada Dual View Juga

iPhone Duo juga membawa fitur lain yang terasa familiar bagi pengguna Android foldable, yaitu Dual View.

Konsepnya cukup menarik.

Saat menggunakan kamera belakang untuk mengambil foto seseorang, layar luar dapat digunakan sebagai semacam viewfinder agar orang yang sedang difoto bisa melihat preview dirinya sendiri.

Dengan begitu, orang yang menjadi objek foto tidak perlu terus bertanya:

“Posisinya sudah bagus belum?”

Mereka bisa langsung melihat tampilan kamera melalui layar eksternal.

Fitur seperti ini juga sudah pernah diterapkan pada perangkat foldable Android. Motorola dan produsen Android lainnya telah menggunakan layar cover sebagai preview ketika kamera utama digunakan.

Flex Mode Juga Sudah Familiar di Android

Apple juga memanfaatkan engsel iPhone Duo agar perangkat dapat digunakan dalam beberapa posisi.

Misalnya, perangkat bisa ditekuk sebagian lalu diletakkan di atas meja.

Bagian layar tertentu dapat digunakan untuk menampilkan konten, sementara bagian lainnya menjadi area kontrol.

Apple memanfaatkan bentuk ini untuk menonton video, mengambil foto, melakukan panggilan, hingga menggunakan perangkat dalam posisi seperti laptop kecil.

Konsep tersebut sangat mirip dengan Flex Mode yang sudah lama ditawarkan Samsung pada Galaxy Z Fold dan perangkat foldable lainnya.

Apple Pencil di iPhone Duo Juga Terasa Familiar

iPhone Duo juga mendapatkan dukungan Apple Pencil, termasuk kemampuan menggunakan stylus pada layar besar dan layar luar.

Untuk pengguna iPhone, ini tentu menjadi sesuatu yang menarik.

Tetapi lagi-lagi, pengguna Android foldable sebenarnya sudah lebih dulu mengenal konsep tersebut.

Samsung Galaxy Z Fold selama beberapa generasi mendukung S Pen, sementara sejumlah foldable lain juga menawarkan dukungan stylus. 6

Jadi Apple memang memasuki kategori baru, tetapi banyak konsep dasarnya sudah memiliki sejarah cukup panjang di Android.

Apple Juga Membawa Kamera Under-Display

Bagian lain yang menarik adalah kamera depan di layar internal.

iPhone Duo menggunakan kamera FaceTime yang ditempatkan di bawah layar pada bagian internal sehingga layar besar tidak perlu dipotong oleh notch atau lubang kamera yang mencolok.

Namun teknologi under-display camera juga bukan barang baru di Android.

Samsung bahkan pernah menggunakannya pada beberapa generasi Galaxy Z Fold sebelum akhirnya meninggalkan pendekatan tersebut pada generasi yang lebih baru.

Anti-Reflective Display? Android Juga Sudah Duluan

Apple cukup banyak membicarakan layar internal iPhone Duo yang menggunakan lapisan nano-texture untuk membantu mengurangi pantulan cahaya.

Ini memang bisa menjadi keuntungan besar untuk membaca atau menonton video di tempat terang.

Tetapi konsep layar foldable dengan lapisan anti-reflektif juga sudah digunakan pada perangkat Android, termasuk Galaxy Z Fold generasi terbaru. 8

Jadi sekali lagi, Apple bukan menemukan konsepnya dari nol.

Apple mencoba mengemas teknologi tersebut dengan standar desain dan pengalaman pengguna versinya sendiri.

Yang Menarik Justru Cara Apple Mengemasnya

Kalau melihat daftar di atas, mudah sekali menyimpulkan:

“Apple cuma meniru Android.”

Tapi sebenarnya persoalannya tidak sesederhana itu.

Teknologi smartphone memang berkembang dengan cara saling memengaruhi.

Samsung mengambil ide dari satu tempat, Google mengembangkannya, Motorola melakukan pendekatan berbeda, Xiaomi menghadirkan versi lain, lalu Apple masuk dengan pendekatan sendiri.

Yang membedakan Apple adalah kemampuannya mengintegrasikan hardware dan software menjadi satu pengalaman yang konsisten.

Itulah yang sekarang sedang diuji melalui iPhone Duo.

iPhone Duo Tetap Punya Hal yang Menarik

Meski beberapa fiturnya sudah familiar bagi pengguna Android, iPhone Duo tetap bukan perangkat biasa.

Apple menggunakan layar luar 5,4 inci dan layar internal 7,6 inci. Ketika dibuka, layar internal menjadi layar iPhone terbesar yang pernah dibuat Apple.

Perangkat ini juga menggunakan chip A20 Pro, sistem pendingin vapor chamber, dual camera 48MP, dual-battery system, serta iOS 27 yang dirancang untuk berbagai posisi penggunaan perangkat.

Jadi walaupun Apple bukan yang pertama menghadirkan banyak konsep tersebut, perusahaan tetap memiliki kesempatan untuk membuat pengalaman foldable terasa lebih matang bagi pengguna iPhone.

Apakah Ini Kabar Buruk untuk Apple?

Menurut saya, tidak juga.

Justru ini bisa menjadi hal yang menarik bagi industri.

Ketika Apple akhirnya membawa fitur yang sudah lama tersedia di Android ke ekosistemnya, semakin banyak pengguna yang akan mengenal manfaat multitasking, layar besar, Flex Mode, stylus, dan berbagai pengalaman foldable.

Dan ketika Apple memiliki implementasi yang berbeda, produsen Android juga akan terdorong untuk terus meningkatkan produknya.

Pada akhirnya, pengguna yang paling diuntungkan.

Masalahnya: Apple Datang Terlambat

Namun ada satu hal yang sulit dibantah.

Apple memang datang belakangan ke pasar foldable.

Samsung sudah membangun lini Galaxy Z Fold selama bertahun-tahun. Google, Motorola, Xiaomi, Huawei, OPPO, dan produsen lainnya juga sudah mencoba berbagai bentuk perangkat lipat.

The Verge mencatat bahwa Apple baru masuk ke pasar ini lebih dari tujuh tahun setelah Galaxy Fold pertama hadir.

Artinya Apple memiliki keuntungan karena bisa melihat kesalahan generasi awal kompetitor sebelum membuat produknya sendiri.

Apple bisa melihat mana teknologi yang bertahan, mana yang gagal, dan mana yang benar-benar berguna.

Pertanyaannya sekarang adalah: apakah penantian panjang tersebut benar-benar menghasilkan foldable yang lebih matang?

Kesimpulan

iPhone Duo memang membawa sejumlah fitur yang terlihat baru bagi pengguna iPhone, tetapi beberapa di antaranya sudah lama tersedia di Android.

Split-screen multitasking, App Pair, Dual View, Flex Mode, dukungan stylus, kamera under-display, hingga layar anti-reflektif bukanlah konsep yang baru bagi dunia Android.

Namun Apple punya cara sendiri untuk mengemas semuanya melalui hardware dan iOS 27.

Dan justru di situlah menariknya persaingan smartphone.

Android mungkin sudah lebih dulu membuka jalan.

Apple kini datang dengan pendekatan sendiri.

Bukan soal siapa yang pertama, tetapi siapa yang mampu membuat fitur tersebut benar-benar berguna dan nyaman dipakai.

Kalau iPhone Duo berhasil melakukan itu, bukan tidak mungkin pengguna yang selama ini menganggap HP lipat cuma gimmick akhirnya mulai melihatnya sebagai perangkat yang benar-benar berguna.

Majid Abana Segaf
Majid Abana Segaf Penebar Cinta Dari Negeri Fana

Posting Komentar untuk "iPhone Duo Punya Fitur yang Sudah Lama Ada di Android! Apple Baru Bawa Split Screen ke iPhone"