Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ray-Ban Meta Makin Pintar! Update Baru Bikin Kacamata AI Lebih Berguna Saat Bepergian

Ray-Ban Meta dengan fitur AI navigasi dan Spatial Audio saat bepergian

Bayangkan sedang jalan-jalan di kota baru, lalu ingin mencari tempat tertentu. Biasanya kamu harus mengeluarkan HP, membuka Google Maps, mencari lokasi, lalu mengikuti navigasi.

Sekarang, pengalaman seperti itu mulai bisa dilakukan dengan cara yang jauh lebih praktis.

Ray-Ban Meta mendapatkan update software v28 yang membuat kacamata AI ini semakin berguna saat digunakan sambil beraktivitas. Bukan cuma soal menjawab pertanyaan atau mengambil foto, kini kacamata tersebut mendapatkan fitur navigasi jalan kaki, Spatial Audio, dukungan bahasa yang lebih luas, serta peningkatan perlindungan kamera.

Dengan kata lain, Ray-Ban Meta perlahan mulai terasa seperti asisten pribadi yang menempel di wajah dan bisa diajak bekerja tanpa harus terus-menerus mengambil smartphone.

Ray-Ban Meta Kini Bisa Membantu Navigasi Jalan Kaki

Inilah fitur yang paling menarik dari update terbaru.

Ray-Ban Meta kini mendapatkan kemampuan pedestrian navigation atau navigasi untuk berjalan kaki. Kamu bisa meminta Meta AI memberikan arahan menuju lokasi tertentu menggunakan perintah suara.

Misalnya sedang berada di kawasan yang belum familiar dan ingin mencari restoran, toko, atau tempat wisata. Kamu bisa meminta kacamata membantu mengarahkan perjalanan tanpa harus terus melihat layar HP.

Konsepnya sederhana, tetapi efeknya cukup besar.

Daripada berjalan sambil terus menundukkan kepala melihat smartphone, kamu bisa tetap memperhatikan lingkungan sekitar sambil mendapatkan arahan melalui audio.

Cukup Bilang “Hey Meta”

Salah satu daya tarik Ray-Ban Meta memang terletak pada kemampuan hands-free.

Untuk memulai navigasi, pengguna dapat memberikan perintah suara seperti “Hey Meta, navigate to...” kemudian menyebutkan tujuan yang diinginkan.

Jadi kamu tidak perlu menghentikan langkah hanya untuk membuka aplikasi peta.

Ini terasa semakin masuk akal ketika digunakan saat berjalan kaki, bersepeda, traveling, atau ketika kedua tangan sedang sibuk.

Smartphone tetap berperan sebagai pendamping, tetapi kamu tidak harus selalu memegangnya.

Menariknya, Navigasi Juga Bisa Dimulai dari HP

Kalau kamu lebih nyaman mencari lokasi menggunakan aplikasi peta di smartphone, Meta juga memberikan cara lain.

Pengguna dapat mencari lokasi melalui aplikasi peta di HP, kemudian menggunakan opsi Share dan memilih Meta AI.

Setelah itu, navigasi dapat diteruskan ke Ray-Ban Meta yang sudah terhubung.

Jadi kamu bisa memilih cara yang paling nyaman: mencari lokasi langsung melalui perintah suara atau menentukannya terlebih dahulu dari smartphone.

Bagaimana Kalau Lokasinya Jauh?

Navigasi berjalan kaki memang menjadi fokus utama fitur baru ini.

Namun jika tujuan terlalu jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki, Ray-Ban Meta dapat meneruskan petunjuk perjalanan berkendara ke smartphone.

Artinya, kacamata tidak harus menjadi pengganti penuh aplikasi navigasi di HP. Lebih tepatnya, perangkat ini menjadi antarmuka hands-free yang membuat interaksi dengan navigasi terasa lebih praktis.

Spatial Audio Bikin Musik dan Podcast Lebih Imersif

Bukan cuma navigasi yang mendapatkan peningkatan.

Update v28 juga menghadirkan Spatial Audio untuk membuat pengalaman mendengarkan musik dan podcast terasa lebih imersif.

Jika sebelumnya suara terasa seperti audio stereo biasa, Spatial Audio mencoba memberikan sensasi ruang yang lebih luas.

Fitur ini tentu menarik bagi pengguna yang memang menjadikan Ray-Ban Meta sebagai perangkat audio sehari-hari.

Apalagi konsep open-ear pada kacamata pintar memungkinkan pengguna tetap mendengar suara dari lingkungan sekitar sambil menikmati musik atau podcast.

Tidak Hanya untuk Musik

Yang membuat Spatial Audio menarik adalah konteks penggunaannya.

Ray-Ban Meta bukan sekadar earphone yang ditempelkan di telinga. Perangkat ini menggabungkan kamera, mikrofon, speaker, konektivitas smartphone, dan Meta AI dalam bentuk kacamata.

Karena itu, peningkatan audio bisa membuat pengalaman menggunakan berbagai fitur lainnya terasa lebih natural.

Misalnya ketika menerima panggilan, mendengarkan jawaban Meta AI, atau menikmati podcast sambil berjalan.

Dukungan Bahasa Juga Makin Luas

Update v28 juga membawa dukungan bahasa tambahan.

Salah satunya adalah Mandarin Chinese (zh_CN) untuk berbagai fungsi seperti kontrol perangkat, panggilan dan pesan, pengambilan media, kontrol musik, Meta AI, serta fitur terkait lainnya.

Perluasan bahasa seperti ini penting karena semakin banyak bahasa yang didukung, semakin masuk akal pula kacamata AI digunakan sebagai perangkat sehari-hari.

Meta Juga Memperkuat Perlindungan Kamera

Ada satu peningkatan lain yang tidak kalah penting, meskipun mungkin tidak semenarik fitur navigasi.

Meta terus memperkuat sistem anti-tampering pada kamera Ray-Ban Meta.

Kamera pada kacamata ini memiliki lampu indikator yang dirancang untuk memberi tahu orang di sekitar ketika kamera sedang digunakan. Karena itu, perlindungan terhadap upaya menonaktifkan atau mengakali indikator tersebut menjadi bagian penting dari aspek privasi.

Update terbaru melanjutkan peningkatan mekanisme tersebut.

Ini menunjukkan bahwa semakin pintar perangkat yang memiliki kamera dan mikrofon, semakin penting pula sistem perlindungan privasinya.

Apakah Ray-Ban Meta Sekarang Jadi Pengganti HP?

Belum.

Dan sepertinya memang bukan itu tujuan utamanya.

Ray-Ban Meta lebih menarik jika dilihat sebagai perangkat pendamping smartphone. Smartphone tetap menjadi pusat untuk berbagai aktivitas, sedangkan kacamata mengambil alih aktivitas yang lebih nyaman dilakukan secara hands-free.

Contohnya:

  • Meminta navigasi saat berjalan.
  • Mendengarkan musik atau podcast.
  • Menjawab panggilan.
  • Mengirim pesan menggunakan suara.
  • Mengambil foto dan video dari sudut pandang pengguna.
  • Bertanya kepada Meta AI tanpa harus mengambil HP.

Di sinilah konsep smart glasses mulai terasa masuk akal.

Justru Saat Bepergian, Manfaatnya Makin Terasa

Menurut saya, traveling adalah salah satu skenario paling menarik untuk perangkat seperti Ray-Ban Meta.

Bayangkan sedang berjalan di kota yang belum pernah dikunjungi.

Kamu ingin mencari lokasi tertentu, tetapi tidak ingin berjalan sambil terus memegang HP. Dengan navigasi hands-free, kamu bisa tetap memperhatikan jalan dan lingkungan sekitar.

Sambil itu, kamu juga bisa mengambil foto, menjawab pesan, menerima panggilan, atau mendengarkan podcast.

Semakin sering kamu melakukan aktivitas sambil bergerak, semakin masuk akal penggunaan kacamata pintar seperti ini.

Tapi Ada Satu Hal yang Tetap Perlu Diingat

Fitur-fitur tersebut tidak berarti Ray-Ban Meta bisa melakukan semuanya tanpa bantuan smartphone.

Beberapa fungsi tetap bergantung pada koneksi dengan HP dan layanan Meta.

Selain itu, ketersediaan navigasi berjalan kaki juga belum tentu sama di semua wilayah. Meta memperluas dukungan ke sejumlah wilayah dan kota, tetapi cakupannya tetap bergantung pada lokasi dan layanan yang tersedia.

Jadi jangan membeli atau menggunakan perangkat ini dengan asumsi seluruh fitur akan tersedia secara identik di setiap negara.

Ray-Ban Meta Makin Dekat dengan Konsep “AI yang Selalu Siap”

Kalau melihat perkembangan Ray-Ban Meta, arahnya semakin jelas.

Meta tidak sekadar ingin membuat kacamata yang bisa mengambil foto.

Perusahaan tersebut sedang membangun perangkat yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan AI tanpa harus melihat layar.

Mulai dari bertanya, menelepon, mengirim pesan, mendengarkan musik, mengambil foto, hingga mendapatkan navigasi.

Semua dilakukan dengan suara dan interaksi yang jauh lebih natural.

Memang belum sempurna. Tetapi setiap update membuat konsep tersebut semakin dekat dengan penggunaan sehari-hari.

Kesimpulan

Update Ray-Ban Meta v28 bukan sekadar pembaruan kecil.

Penambahan navigasi jalan kaki membuat kacamata AI ini semakin berguna ketika digunakan sambil bepergian. Spatial Audio meningkatkan pengalaman mendengarkan musik dan podcast, dukungan bahasa semakin luas, sementara perlindungan kamera terus diperkuat.

Yang menarik, semua ini semakin memperkuat satu gagasan: masa depan perangkat AI mungkin bukan selalu layar baru, tetapi perangkat yang memungkinkan kita berinteraksi tanpa harus terus melihat layar.

Kalau perkembangan seperti ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin suatu saat kacamata pintar benar-benar menjadi salah satu perangkat utama yang menemani aktivitas sehari-hari.

Dan Ray-Ban Meta tampaknya sedang berjalan ke arah sana.

Majid Abana Segaf
Majid Abana Segaf Penebar Cinta Dari Negeri Fana

Posting Komentar untuk "Ray-Ban Meta Makin Pintar! Update Baru Bikin Kacamata AI Lebih Berguna Saat Bepergian"