Twitter Hidup Lagi? Kenalan dengan Twitter.now, Media Sosial Baru yang Bukan Milik Elon Musk
Twitter hidup lagi? Kalau kamu melihat nama Twitter kembali muncul di media sosial, jangan buru-buru mengira Elon Musk mengembalikan nama lama X.
Yang muncul kali ini justru sesuatu yang cukup menarik. Ada platform baru bernama Twitter.now yang mencoba membawa kembali nuansa Twitter klasik, tetapi bukan milik Elon Musk dan bukan bagian dari X.
Twitter.now dikembangkan oleh startup bernama Operation Bluebird. Salah satu pendirinya adalah Stephen Coates, mantan penasihat hukum Twitter yang kemudian ikut membangun platform baru ini. Operation Bluebird secara resmi menyebut Twitter.now sebagai layanan media sosial independen dan tidak berafiliasi dengan X Corp.
Menariknya, platform ini tidak sekadar menjual nostalgia Twitter lama. Twitter.now justru mencoba menawarkan konsep berbeda dengan fokus pada kepercayaan, transparansi, dan kendali pengguna terhadap feed.
Twitter Kembali, Tapi Bukan Twitter yang Dulu
Bagi pengguna lama, nama Twitter tentu punya kenangan tersendiri.
Sebelum berubah menjadi X, Twitter dikenal sebagai tempat orang berbagi kabar secara real-time, mengikuti isu yang sedang viral, berdiskusi, sampai menemukan informasi dari berbagai penjuru dunia.
Kemudian pada 2022, Elon Musk mengakuisisi Twitter. Nama Twitter perlahan ditinggalkan dan platform tersebut akhirnya dikenal sebagai X.
Nah, sekarang nama Twitter kembali muncul lewat Twitter.now. Namun penting dicatat: ini bukan aplikasi lama Twitter yang diaktifkan kembali.
Twitter.now adalah jejaring sosial baru yang dibangun Operation Bluebird dengan identitas dan pendekatan mereka sendiri. Bahkan pihak perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak sekadar ingin menyalin Twitter lama.
Siapa Pemilik Twitter.now?
Jawaban singkatnya: bukan Elon Musk.
Twitter.now dioperasikan oleh Operation Bluebird, Inc., sebuah perusahaan independen yang berbasis di Amerika Serikat.
Tim pendirinya termasuk Stephen Coates, sosok yang pernah bekerja sebagai penasihat hukum terkait merek Twitter. Latar belakang tersebut membuat kemunculan Twitter.now semakin menarik karena persoalan nama Twitter ternyata tidak sesederhana mengganti nama aplikasi.
Operation Bluebird bahkan telah terlibat dalam perselisihan hukum dengan X Corp. terkait penggunaan nama dan identitas Twitter.
Kenapa Mereka Bisa Menggunakan Nama Twitter?
Ini bagian yang cukup rumit.
Operation Bluebird berpendapat bahwa setelah Twitter diubah menjadi X, sebagian identitas dan merek Twitter telah ditinggalkan. Dari situlah mereka melihat peluang untuk membangun layanan baru menggunakan nama tersebut.
Namun, jangan salah memahami situasinya sebagai “Twitter sudah resmi menjadi milik orang lain”.
Persoalan merek tersebut masih berkaitan dengan sengketa hukum antara Operation Bluebird dan X Corp. Ars Technica juga mencatat bahwa hakim belum mengeluarkan keputusan tertulis final mengenai permintaan X untuk menghentikan peluncuran tersebut.
Jadi untuk saat ini, lebih aman menyebut Twitter.now sebagai platform baru yang menggunakan nama Twitter di tengah sengketa merek.
Seperti Apa Twitter.now?
Kalau melihat konsep dasarnya, Twitter.now memang sengaja dibuat agar terasa familiar bagi pengguna Twitter lama.
Platform ini memiliki elemen seperti unggahan, balasan, dan retweet yang mengingatkan pada pengalaman Twitter sebelum berubah menjadi X.
Tetapi ada satu perbedaan besar.
Twitter.now ingin membuat pengguna memiliki kendali lebih besar terhadap apa yang muncul di feed.
Bukan sekadar mengikuti algoritma yang menentukan semuanya secara otomatis.
Ada AI VERA yang Menilai Kepercayaan Postingan
Inilah salah satu fitur Twitter.now yang paling menarik.
Platform tersebut menggunakan sistem AI bernama VERA untuk membantu menilai konten yang muncul di platform.
VERA dirancang untuk memeriksa klaim dalam sebuah postingan, memberikan konteks, menunjukkan sumber informasi, kemudian memberikan semacam trust score atau skor kepercayaan.
Jadi, daripada hanya melihat sebuah postingan lalu langsung percaya atau tidak percaya, pengguna nantinya bisa mendapatkan informasi tambahan mengenai klaim tersebut.
Ini menarik karena masalah terbesar media sosial sekarang bukan cuma soal banyaknya konten, tetapi juga sulitnya membedakan informasi valid, opini, satire, dan klaim yang meragukan.
Pengguna Bisa Mengatur “Trust Dial”
Twitter.now juga membawa konsep yang cukup berbeda: pengguna menentukan seberapa banyak konten dengan tingkat kepercayaan tertentu yang ingin mereka lihat.
Konsepnya bisa dibayangkan seperti sebuah tombol pengatur tingkat toleransi terhadap konten yang belum terlalu terpercaya.
Kalau kamu ingin feed yang lebih ketat, kamu bisa memilih ambang kepercayaan yang lebih tinggi.
Sebaliknya, kalau kamu ingin melihat lebih banyak percakapan dan tidak keberatan dengan konten yang tingkat kepercayaannya lebih rendah, pengaturannya bisa dibuat lebih longgar.
Filosofi Twitter.now cukup jelas: “freedom of speech, protected. Freedom of reach, earned.”
Intinya, orang tetap diberi ruang untuk berbicara, tetapi sebuah postingan tidak otomatis harus mendapatkan jangkauan besar hanya karena algoritma menganggapnya menarik.
Twitter.now Masih Tahap Uji Coba
Jangan berharap Twitter.now sudah menjadi raksasa media sosial baru.
Saat ini platform tersebut masih berada dalam tahap pengujian awal dan jumlah penggunanya masih relatif kecil. Laporan TechCrunch menyebut platform ini sedang diuji dengan jumlah pengguna yang masih terbatas.
Untuk mendapatkan akses awal, pengguna dikenakan biaya sekitar US$20.
Strategi berbayar ini memang terdengar tidak biasa untuk media sosial baru. Namun Operation Bluebird dapat menggunakannya sebagai salah satu cara untuk mengurangi akun bot dan menjaga agar pengguna awal tetap lebih terkontrol.
Twitter.now vs X, Apa Bedanya?
| Perbandingan | Twitter.now | X |
|---|---|---|
| Pengelola | Operation Bluebird | X Corp. |
| Hubungan dengan Elon Musk | Tidak berafiliasi | Platform milik perusahaan Musk |
| Konsep | Trust, transparansi, kontrol pengguna | Platform sosial dan berbagai layanan |
| AI | VERA untuk trust score dan konteks | Berbagai fitur AI/Grok |
| Status | Masih tahap pengujian | Platform aktif |
Apakah Twitter.now Bisa Mengalahkan X?
Kalau ditanya apakah Twitter.now bisa menggantikan X, jawabannya: masih terlalu dini.
Media sosial punya masalah klasik yang sulit diselesaikan hanya dengan teknologi. Ketika jumlah pengguna masih sedikit, sebuah platform bisa terlihat sangat nyaman. Namun begitu penggunanya bertambah jutaan orang, persoalan spam, bot, moderasi, misinformasi, iklan, dan konflik komunitas mulai muncul.
Bahkan Twitter lama juga pernah menghadapi masalah-masalah tersebut.
Karena itu, tantangan terbesar Twitter.now bukan membuat tampilan yang mirip Twitter.
Tantangan sebenarnya adalah membuktikan bahwa sistem trust dan kontrol pengguna mereka bisa bekerja ketika platform sudah besar.
Menarik untuk Pengguna yang Kangen Twitter Lama?
Nah, kalau kamu termasuk orang yang kangen dengan suasana Twitter sebelum menjadi X, Twitter.now jelas layak diperhatikan.
Tetapi jangan masuk hanya karena nostalgia.
Yang menarik justru konsep barunya: media sosial yang mencoba memberi pengguna lebih banyak kontrol atas apa yang mereka konsumsi.
Apalagi di tengah semakin ramainya konten AI, bot, akun otomatis, dan informasi yang sulit diverifikasi, ide memberikan konteks serta skor kepercayaan pada postingan memang cukup relevan.
Jadi, Twitter Benar-Benar Hidup Lagi?
Ya dan tidak.
Nama Twitter memang kembali hadir melalui Twitter.now, tetapi ini bukan Twitter lama yang kembali diaktifkan dan bukan pula X yang berubah nama lagi.
Twitter.now adalah platform media sosial baru dari Operation Bluebird yang mencoba membangun kembali konsep ruang publik digital dengan pendekatan berbeda.
Di satu sisi, tampilannya membawa nostalgia. Di sisi lain, teknologi VERA dan konsep trust score menunjukkan bahwa mereka ingin membuat sesuatu yang berbeda.
Namun perjalanan mereka masih panjang. Selain harus mendapatkan pengguna, Twitter.now juga harus menghadapi tantangan moderasi sekaligus sengketa hukum dengan X terkait penggunaan identitas Twitter.
Kesimpulan
Twitter.now bukan Twitter lama dan bukan milik Elon Musk. Platform ini merupakan media sosial baru yang dikembangkan Operation Bluebird dengan membawa kembali nama Twitter sekaligus menawarkan pendekatan berbeda terhadap moderasi dan algoritma.
Fitur seperti VERA, trust score, sumber klaim, konteks informasi, dan kontrol feed oleh pengguna menjadi daya tarik utama platform ini.
Apakah nantinya Twitter.now bisa menjadi pesaing serius X, Bluesky, atau platform sosial lainnya? Itu masih harus dibuktikan.
Tapi satu hal sudah pasti: perang media sosial ternyata belum selesai. Dan kali ini, nama “Twitter” kembali masuk ke arena dengan cerita yang jauh lebih menarik dari sekadar nostalgia.
Kalau kamu diberi pilihan, lebih pilih X atau mencoba Twitter.now?

Posting Komentar untuk "Twitter Hidup Lagi? Kenalan dengan Twitter.now, Media Sosial Baru yang Bukan Milik Elon Musk"