WhatsApp Bisa Chat dengan AI Agent! Fitur Baru Bikin Bot Pihak Ketiga Langsung di WhatsApp
WhatsApp kembali menyiapkan fitur yang menarik buat pengguna yang mulai terbiasa dengan AI. Kali ini, WhatsApp memungkinkan pengguna membuat percakapan khusus dengan third-party agent atau agen pihak ketiga langsung dari dalam aplikasi.
Jadi, nantinya kamu tidak perlu selalu berpindah ke aplikasi AI, website, atau layanan lain hanya untuk berinteraksi dengan agen yang kamu gunakan. Cukup buka WhatsApp, masuk ke chat khusus agen tersebut, lalu ngobrol seperti sedang chatting biasa.
Fitur ini sedang digulirkan secara terbatas untuk sebagian pengguna WhatsApp beta Android dan belum tersedia untuk semua orang. 0
Apa Itu Third-Party Agent di WhatsApp?
Sederhananya, third-party agent adalah agen yang dibuat dan dioperasikan oleh pihak lain di luar WhatsApp.
Agen tersebut bisa berupa AI yang memahami bahasa alami dan menangani permintaan yang lebih kompleks. Namun, tidak semua agent harus menggunakan AI. Bot sederhana dengan perintah atau fungsi tertentu juga bisa masuk dalam kategori ini.
Selama ini, ketika ingin menggunakan agent pihak ketiga, pengguna biasanya harus membuka aplikasi khusus, website, atau browser extension. WhatsApp kini mencoba membuat proses tersebut jauh lebih praktis dengan menghadirkannya langsung ke dalam percakapan.
Bisa Chat dengan Agent Langsung di WhatsApp
Dalam implementasi yang sedang diuji, pengguna dapat menambahkan, mengatur, dan menggunakan agent langsung dari WhatsApp.
WhatsApp menyediakan percakapan khusus untuk setiap agent. Yang menarik, agent tersebut tidak otomatis mendapatkan akses ke seluruh isi WhatsApp kamu.
Agent hanya dapat membaca informasi yang memang kamu bagikan di percakapan khusus tersebut. Chat lain, kontak, maupun media di luar percakapan agent tidak dapat diakses oleh agent tersebut.
Bisa Punya Sampai 5 Agent Sekaligus
Kalau kamu memiliki beberapa kebutuhan berbeda, WhatsApp juga menyediakan dukungan untuk hingga lima agent dalam satu akun.
Misalnya, satu agent digunakan untuk pekerjaan, satu untuk membantu membuat konten, satu untuk layanan pelanggan, dan agent lainnya untuk kebutuhan tertentu.
Setiap agent bisa diberikan nama dan foto profil sehingga lebih mudah dibedakan dari agent lainnya ketika muncul di daftar chat.
Bagaimana Cara Menghubungkan Agent ke WhatsApp?
Prosesnya cukup menarik karena WhatsApp menggunakan API key sebagai penghubung antara chat WhatsApp dan layanan agent yang digunakan.
Secara umum, alurnya seperti ini:
- Buka pengaturan WhatsApp.
- Masuk ke bagian untuk mengatur agent.
- Tambahkan agent baru.
- Tentukan nama dan foto profil agent.
- WhatsApp akan membuat API key.
- Salin API key tersebut ke layanan tempat agent kamu di-host.
- Setelah terhubung, kamu bisa mulai chatting dengan agent melalui WhatsApp.
Detail proses pada layanan pihak ketiga bisa berbeda-beda karena bergantung pada platform tempat agent tersebut dibuat atau dioperasikan.
Menariknya, Agent Tidak Bisa Masuk ke Grup
Untuk tahap pengujian saat ini, percakapan dengan third-party agent masih terbatas pada chat individual.
Artinya, kamu belum bisa memasukkan agent tersebut ke grup WhatsApp atau Communities.
Ini justru bisa menjadi pendekatan yang cukup masuk akal dari sisi privasi. Agent hanya berinteraksi dengan pengguna yang memang sengaja membuka percakapan dengannya, bukan ikut membaca seluruh percakapan dalam sebuah grup.
Bagaimana Kalau Agent Dihapus?
Kalau suatu saat kamu menghapus atau memutus koneksi agent, WhatsApp akan menghentikan koneksi tersebut sehingga kamu tidak dapat lagi mengirim atau menerima pesan dari agent itu.
Tetapi ada satu hal yang perlu diperhatikan: riwayat chat tidak otomatis ikut terhapus.
Pesan-pesan lama masih dapat dilihat di dalam percakapan. Jika ingin menghubungkan agent tersebut kembali, pengguna perlu membuat koneksi baru menggunakan API key baru.
Bagian yang Paling Penting: Chat dengan Agent Tidak E2EE
Nah, ini bagian yang menurut saya justru wajib diperhatikan sebelum kamu buru-buru menggunakan fitur tersebut.
Percakapan dengan third-party agent tidak dianggap sebagai end-to-end encrypted.
WhatsApp menjelaskan bahwa percakapan dengan agent dikelola melalui layanan Meta atas nama pengembang agent. Karena itu, percakapan tersebut tidak mendapatkan status enkripsi end-to-end seperti percakapan pribadi antarpengguna WhatsApp.
Artinya, pengembang agent dapat mengakses pesan yang diperlukan untuk menjalankan layanan tersebut. Jadi, jangan sembarangan mengirim informasi sensitif, password, kode OTP, data rekening, atau dokumen pribadi kepada agent pihak ketiga.
Sebaliknya, pesan dan panggilan pribadi antar pengguna WhatsApp tetap menggunakan end-to-end encryption.
AI Agent Juga Bisa Memberikan Jawaban yang Salah
Kalau agent yang kamu gunakan berbasis AI, ada satu aturan sederhana yang tetap berlaku: jangan langsung percaya semua jawabannya.
WhatsApp sendiri mengingatkan bahwa respons AI bisa saja tidak akurat. Jadi, untuk informasi penting seperti keuangan, kesehatan, pekerjaan, hukum, atau keputusan penting lainnya, tetap lakukan pengecekan ulang dari sumber terpercaya.
Fitur Ini Baru Tersedia untuk Sebagian Pengguna
Untuk saat ini, fitur third-party agents masih dalam tahap rollout terbatas di WhatsApp beta Android 2.26.35.3.
WABetaInfo menyebut fitur tersebut baru tersedia untuk sebagian kecil pengguna di negara tertentu dan akan diperluas ke lebih banyak akun dalam beberapa bulan mendatang.
Jadi, kalau kamu sudah menggunakan WhatsApp beta tetapi belum menemukan bagian Agents di pengaturan, tidak perlu heran. Fitur tersebut memang belum tersedia untuk semua pengguna.
WhatsApp juga belum memberikan tanggal pasti kapan dukungan third-party agent akan tersedia secara luas untuk seluruh pengguna.
WhatsApp Mulai Berubah Jadi “Pintu Masuk” ke AI
Menurut saya, fitur ini menarik bukan hanya karena pengguna bisa chatting dengan bot.
Yang lebih penting adalah arah perubahannya.
WhatsApp perlahan bisa menjadi tempat di mana pengguna tidak hanya berkomunikasi dengan manusia, tetapi juga berinteraksi dengan berbagai layanan digital dan AI agent.
Bayangkan ketika ekosistem seperti ini semakin matang: kamu bisa memiliki agent untuk pekerjaan, agent untuk membantu mengelola tugas, agent untuk layanan tertentu, atau bot khusus dari sebuah perusahaan tanpa harus berpindah-pindah aplikasi.
Semua bisa muncul sebagai percakapan terpisah di WhatsApp.
Namun, kemudahan tersebut tentu harus diimbangi dengan kesadaran soal privasi, keamanan data, dan siapa pengembang agent yang kamu hubungkan.
Kesimpulan
WhatsApp sedang menguji kemampuan untuk menghubungkan third-party agents langsung ke dalam chat. Pengguna nantinya bisa membuat percakapan khusus dengan agent, mengatur nama dan foto profil, serta menghubungkannya menggunakan API key.
Satu akun dapat mendukung hingga lima agent, tetapi untuk saat ini agent hanya dapat digunakan dalam chat individual dan belum bisa dimasukkan ke grup.
Yang paling penting, chat dengan agent pihak ketiga tidak menggunakan end-to-end encryption. Karena itu, gunakan fitur ini secara bijak dan hindari membagikan informasi yang sangat sensitif.
Fitur ini masih dalam tahap rollout terbatas untuk WhatsApp beta Android. Kalau nantinya dirilis secara luas, WhatsApp berpotensi bukan sekadar aplikasi chatting, tetapi juga menjadi salah satu pintu masuk utama untuk menggunakan berbagai AI agent dan layanan digital.
Jadi, kalau nanti ada menu “Agents” di WhatsApp kamu, jangan kaget. Bisa jadi WhatsApp sedang menyiapkan era baru: chatting bukan cuma dengan orang, tetapi juga dengan AI dan berbagai layanan pintar.

Posting Komentar untuk "WhatsApp Bisa Chat dengan AI Agent! Fitur Baru Bikin Bot Pihak Ketiga Langsung di WhatsApp"