Xiaomi 18 Fold Resmi Meluncur! HP Lipat Model Paspor dengan Kamera 200MP dan Baterai 6.000 mAh
Kalau kamu mengira HP lipat Xiaomi sudah mulai dilupakan, sepertinya harus berpikir ulang. Xiaomi akhirnya kembali meramaikan pasar foldable dengan memperkenalkan Xiaomi 18 Fold, dan kali ini konsep yang dibawa benar-benar berbeda.
Bukan sekadar HP yang bisa dilipat, Xiaomi 18 Fold hadir dengan desain model paspor yang lebih pendek dan lebar, kamera utama 200MP berkolaborasi dengan Leica, baterai jumbo 6.000 mAh, serta chipset flagship buatan Xiaomi sendiri, XRING O3.
Menariknya lagi, Xiaomi juga cukup agresif memperbaiki bagian yang selama ini menjadi masalah smartphone lipat, terutama soal ketebalan, engsel, dan bekas lipatan layar.
Jadi, apakah Xiaomi 18 Fold benar-benar layak disebut sebagai salah satu HP lipat paling menarik di 2026? Yuk, kita lihat lebih dekat.
Desain Xiaomi 18 Fold Beda dari HP Lipat Kebanyakan
Hal pertama yang langsung mencuri perhatian tentu saja desainnya.
Xiaomi 18 Fold menggunakan konsep foldable model paspor. Ketika dilipat, bentuknya lebih pendek dan lebar dibandingkan banyak smartphone lipat model buku yang biasanya terasa tinggi dan ramping.
Konsep ini bukan cuma dibuat supaya terlihat unik. Xiaomi ingin membuat layar luar lebih nyaman digunakan ketika perangkat sedang dalam kondisi tertutup, sementara layar dalam tetap memberikan area luas ketika perangkat dibuka.
Dengan kata lain, kamu mendapatkan pengalaman seperti smartphone biasa ketika bepergian, tetapi bisa berubah menjadi perangkat berlayar besar ketika membutuhkan ruang kerja tambahan.
Layar 5,38 Inci di Luar, 7,58 Inci Saat Dibuka
Xiaomi membekali 18 Fold dengan dua layar yang sama-sama serius.
- Layar luar: 5,38 inci dengan refresh rate hingga 120Hz.
- Layar dalam: 7,58 inci dengan refresh rate hingga 120Hz.
- Kecerahan puncak: hingga 4.000 nits.
Refresh rate 120Hz membuat scrolling, animasi, perpindahan aplikasi, dan berbagai aktivitas terasa lebih mulus.
Sementara tingkat kecerahan hingga 4.000 nits jelas menjadi nilai tambah ketika HP digunakan di luar ruangan. Jadi saat sedang traveling atau bekerja di tempat terang, layar tetap lebih mudah dilihat.
Dan ketika perangkat dibuka, layar 7,58 inci memberikan ruang yang jauh lebih lega untuk multitasking, membaca dokumen, menonton video, hingga mengedit konten.
Crease Layar Makin Minim, Engselnya Juga Dibuat Lebih Serius
Salah satu musuh terbesar smartphone lipat adalah crease atau bekas lipatan layar.
Awalnya mungkin tidak terlalu mengganggu. Tetapi semakin sering perangkat digunakan, bagian lipatan tersebut bisa menjadi hal yang cukup terlihat dan terasa ketika jari melewatinya.
Xiaomi mencoba mengatasi masalah tersebut melalui sistem engsel baru yang diklaim telah mengalami banyak optimasi.
Hasil pengujian reviewer juga menunjukkan bahwa crease pada Xiaomi 18 Fold terlihat sangat minim. Bahkan dalam penggunaan sehari-hari, bagian lipatan tersebut disebut semakin sulit diperhatikan.
Tentu saja, pengalaman setiap orang bisa berbeda. Tetapi setidaknya Xiaomi terlihat serius memperbaiki salah satu kelemahan paling klasik dari smartphone foldable.
XRING O3 Jadi Senjata Baru Xiaomi
Nah, bagian ini mungkin menjadi salah satu hal paling menarik dari Xiaomi 18 Fold.
Untuk pertama kalinya, Xiaomi semakin serius membawa chipset flagship buatannya sendiri melalui XRING O3.
Chip ini dibuat menggunakan proses fabrikasi 3nm dan menjadi bagian dari strategi Xiaomi untuk memiliki kendali lebih besar terhadap teknologi inti perangkatnya.
Kalau hanya melihat angka benchmark, tentu performa bukan satu-satunya hal yang harus diperhatikan.
Justru penggunaan nyata yang lebih menarik.
Dalam pengujian reviewer, Xiaomi 18 Fold mampu digunakan untuk aktivitas berat seperti bermain game serta mengolah video 4K di LumaFusion dengan cukup lancar.
Artinya, Xiaomi tidak hanya mengejar angka benchmark, tetapi juga mencoba membuat XRING O3 benar-benar mampu menangani kebutuhan pengguna flagship.
Baterai 6.000 mAh di HP Lipat? Gila Besar!
Kalau ada satu spesifikasi yang langsung membuat Xiaomi 18 Fold menarik perhatian, jawabannya adalah baterai.
Kapasitas 6.000 mAh untuk sebuah smartphone lipat tergolong sangat besar.
Pasalnya, produsen harus membagi ruang internal untuk dua layar, engsel, kamera, motherboard, sistem pendingin, dan berbagai komponen lainnya.
Tetapi Xiaomi berhasil memasukkan baterai sebesar itu ke dalam perangkat dengan ketebalan sekitar 5,02 mm ketika dibuka dan sekitar 10,68 mm ketika dilipat.
Untuk pengisian daya, Xiaomi 18 Fold mendukung fast charging 67W dan wireless charging 50W.
Jadi bukan cuma kapasitas baterainya besar, proses mengisinya juga tidak dibuat terlalu lama.
Kamera 200MP Leica Jadi Andalan Fotografi
Smartphone lipat sering kali harus berkompromi pada kamera karena ruang di dalam bodinya terbatas.
Xiaomi 18 Fold justru mengambil pendekatan berbeda.
Perangkat ini membawa sistem kamera yang cukup serius dengan kamera utama 200MP berkolaborasi dengan Leica.
- Kamera utama: 200MP dengan OIS.
- Kamera telephoto: 50MP dengan zoom optik sekitar 3,5x.
- Kamera ultra-wide: 50MP.
- Kamera depan: 16MP.
Kamera 200MP tentu bukan cuma soal angka besar.
Resolusi tinggi memberikan ruang untuk melakukan crop pada foto dan tetap mempertahankan detail yang cukup baik.
Ditambah karakter warna dan pemrosesan gambar dari Leica, Xiaomi 18 Fold punya modal yang cukup kuat untuk pengguna yang menginginkan foldable sekaligus perangkat fotografi serius.
Begitu Dibuka, Rasanya Seperti Mini Tablet
Inilah alasan utama orang membeli smartphone foldable.
Layar besar tidak boleh hanya menjadi pajangan. Harus ada manfaat nyata.
Di Xiaomi 18 Fold, layar utama yang besar dipadukan dengan HyperOS 4 berbasis Android 17 untuk mendukung pengalaman multitasking.
Pengguna dapat menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, memanfaatkan floating window, split-screen, hingga tampilan yang lebih luas untuk aplikasi yang mendukungnya.
Bayangkan kamu sedang membuka browser sambil mencatat sesuatu dan tetap bisa melihat aplikasi komunikasi.
Aktivitas seperti ini terasa jauh lebih nyaman dibandingkan smartphone biasa.
Di sinilah layar lipat akhirnya terasa benar-benar berguna.
Model Paspor Bisa Jadi Keunggulan Besar
Desain model paspor Xiaomi 18 Fold punya satu keuntungan yang cukup menarik.
Ketika ditutup, perangkat tidak terasa setinggi smartphone lipat model buku pada umumnya.
Hal ini membuatnya lebih nyaman digunakan dengan satu tangan dan lebih mudah dimasukkan ke saku.
Dengan bobot sekitar 219 gram, Xiaomi juga mencoba menjaga perangkat tetap relatif ringan untuk ukuran smartphone foldable.
Memang masih lebih berat dibandingkan smartphone biasa. Tetapi untuk sebuah HP yang bisa berubah menjadi perangkat berlayar 7,58 inci, angka tersebut cukup menarik.
Harga Xiaomi 18 Fold Tidak Lagi Murah
Jangan berharap Xiaomi 18 Fold akan masuk kategori flagship murah.
Perangkat ini sudah ditempatkan sebagai smartphone premium dengan harga awal sekitar 10.999 yuan di China.
Varian yang tersedia juga memiliki konfigurasi RAM dan storage berbeda, hingga mencapai 16GB RAM dan 1TB penyimpanan.
Artinya, Xiaomi benar-benar membawa 18 Fold untuk bersaing di kelas smartphone lipat premium.
Apakah Xiaomi 18 Fold Masuk Indonesia?
Untuk saat ini, Xiaomi 18 Fold baru diperkenalkan untuk pasar China.
Belum ada kepastian resmi mengenai peluncuran global maupun Indonesia.
Kalau nantinya ada unit yang beredar melalui jalur impor, kamu perlu lebih teliti sebelum membeli.
Periksa dukungan jaringan, ROM, bahasa, layanan Google, garansi, serta dukungan purnajual.
Jangan sampai tergoda spesifikasi monster tetapi kemudian harus berurusan dengan masalah software atau garansi.
Kelebihan Xiaomi 18 Fold
- Desain foldable model paspor yang unik dan lebih kompak.
- Layar luar dan dalam 120Hz.
- Kecerahan layar hingga 4.000 nits.
- Crease layar dibuat semakin minim.
- Chip XRING O3 buatan Xiaomi.
- Baterai besar 6.000 mAh.
- Fast charging 67W dan wireless charging 50W.
- Kamera utama 200MP dengan Leica.
- Layar besar 7,58 inci untuk multitasking.
Kekurangan Xiaomi 18 Fold
- Harga sudah masuk kategori ultra premium.
- Belum ada kepastian resmi masuk Indonesia.
- Masih lebih berat dibandingkan smartphone konvensional.
- Foldable tetap memiliki kompleksitas hardware yang lebih tinggi.
- Unit impor berpotensi memiliki keterbatasan software dan garansi.
Kesimpulan: Xiaomi 18 Fold Layak Dibeli?
Xiaomi 18 Fold bukan sekadar comeback biasa.
Xiaomi benar-benar mencoba memberikan sesuatu yang berbeda lewat desain model paspor, layar besar 7,58 inci, baterai 6.000 mAh, kamera utama 200MP Leica, dan chipset XRING O3 buatan sendiri.
Yang paling menarik adalah bagaimana Xiaomi mencoba mengurangi kompromi yang selama ini identik dengan smartphone lipat.
Baterainya besar, kameranya serius, layarnya terang, performanya flagship, dan crease layar juga dibuat semakin minim.
Namun harga yang tinggi dan belum jelasnya ketersediaan global membuat Xiaomi 18 Fold belum tentu menjadi pilihan untuk semua orang.
Kalau kamu memang menginginkan HP lipat premium dengan desain berbeda dan membutuhkan layar besar untuk multitasking, Xiaomi 18 Fold jelas layak masuk daftar incaran.
Apalagi kalau nantinya Xiaomi membawa perangkat ini ke Indonesia dengan harga yang kompetitif.
Kalau benar-benar masuk resmi, Xiaomi 18 Fold berpotensi menjadi salah satu HP lipat paling menarik di tahun 2026.

Posting Komentar untuk "Xiaomi 18 Fold Resmi Meluncur! HP Lipat Model Paspor dengan Kamera 200MP dan Baterai 6.000 mAh"