Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Google Lens dan Circle to Search Bisa Bantu Deteksi Pesan Penipuan, Begini Caranya

Ilustrasi Google Lens dan Circle to Search untuk membantu mendeteksi pesan penipuan dengan AI

Pernah menerima pesan yang mengaku dari teman, bank, kurir, atau layanan tertentu, lalu meminta kamu segera mengklik tautan atau mengirim uang? Jangan buru-buru percaya. Sekarang, ada cara tambahan untuk memeriksa pesan mencurigakan menggunakan teknologi AI dari Google.

Google kembali menyoroti kemampuan Circle to Search dan Google Lens untuk membantu mengenali pesan yang berpotensi merupakan penipuan. Fitur ini menarik karena bisa digunakan untuk menganalisis pesan yang kita curigai, bahkan ketika ponsel belum memiliki fitur pendeteksi scam bawaan yang lebih canggih.

Circle to Search Bisa Memeriksa Pesan Mencurigakan

Circle to Search dikenal sebagai fitur Android yang memungkinkan pengguna melingkari objek atau teks di layar untuk mencari informasi tanpa berpindah aplikasi. Namun, kemampuannya tidak berhenti pada pencarian gambar atau identifikasi objek.

Ketika menemukan pesan yang terasa janggal, pengguna dapat memanggil Circle to Search lalu melingkari teks tersebut. Sistem kemudian dapat menampilkan AI Overview yang menjelaskan sejumlah indikasi mengapa pesan itu mungkin merupakan penipuan, sekaligus memberikan saran mengenai langkah selanjutnya.

Contohnya, sebuah pesan mengaku dikirim oleh teman yang sedang dalam keadaan darurat dan meminta uang segera. AI dapat menyoroti sejumlah tanda bahaya, seperti identitas pengirim yang tidak dikenal, tautan yang mencurigakan, serta penggunaan bahasa mendesak untuk mendorong korban bertindak tanpa berpikir panjang.

Google Lens Jadi Alternatif untuk Ponsel yang Tidak Mendukung Circle to Search

Tidak semua ponsel Android memiliki Circle to Search. Kabar baiknya, pengguna masih bisa memanfaatkan Google Lens untuk memeriksa teks yang dicurigai sebagai penipuan.

Caranya sedikit berbeda. Ambil tangkapan layar pesan yang mencurigakan, buka Google Lens melalui aplikasi Google, lalu unggah atau pilih tangkapan layar tersebut. Setelah itu, lingkari bagian teks yang ingin diperiksa agar sistem dapat menganalisisnya.

Menurut laporan Android Authority pada 15 Oktober 2026, kemampuan pemeriksaan scam melalui Google Lens juga dapat digunakan pada iPhone melalui integrasi Lens di aplikasi Google. Dengan demikian, fitur ini tidak terbatas pada ponsel Android yang memiliki Circle to Search.

Cara Menggunakan AI untuk Memeriksa Pesan Penipuan

  1. Periksa isi pesan. Cari bagian yang meminta uang, kode OTP, informasi akun, atau tindakan mendesak.
  2. Buka Circle to Search atau Google Lens. Gunakan Circle to Search jika tersedia. Jika tidak, ambil tangkapan layar dan buka melalui Google Lens.
  3. Pilih teks yang mencurigakan. Lingkari bagian pesan yang ingin dianalisis.
  4. Baca penjelasan AI. Perhatikan alasan yang diberikan, seperti tautan tidak wajar, pengirim yang tidak dikenal, atau bahasa yang menekan penerima.
  5. Verifikasi secara mandiri. Hubungi pihak terkait melalui nomor atau aplikasi resmi yang sudah kamu ketahui, bukan melalui tautan di dalam pesan.

Perlu diingat, menu dan ketersediaan fitur bisa berbeda tergantung perangkat, versi aplikasi, wilayah, dan peluncuran fitur dari Google.

Apakah Fitur Ini Bisa Menggantikan Scam Detection Bawaan?

Tidak. Ada perbedaan penting antara pemeriksaan manual melalui Circle to Search atau Lens dan fitur perlindungan scam yang bekerja secara otomatis.

Circle to Search dan Lens membantu pengguna memeriksa pesan tertentu ketika merasa ada sesuatu yang tidak beres. Keduanya tidak secara otomatis memantau seluruh pesan masuk dan tidak menjamin setiap penipuan akan terdeteksi.

Karena itu, fitur ini lebih tepat dianggap sebagai alat bantu pemeriksaan tambahan. Kamu tetap perlu berhati-hati ketika menerima pesan yang meminta informasi sensitif, pembayaran mendadak, atau tindakan yang harus dilakukan secepatnya.

Waspadai Tautan dan Permintaan yang Tidak Biasa

Penipu sering memanfaatkan rasa takut, panik, atau rasa percaya terhadap orang yang dikenal. Pesan yang mengatasnamakan instansi resmi pun belum tentu benar, terutama jika meminta kamu membuka tautan asing atau memasukkan informasi rahasia.

Misalnya, modus pesan denda lalu lintas palsu pernah menjadi perhatian di Indonesia. Kamu bisa membaca pembahasan tentang penipuan SMS denda lalu lintas dengan tautan mencurigakan untuk mengenali pola yang perlu diwaspadai.

Selain itu, jangan pernah membagikan kode OTP, PIN, atau kata sandi hanya karena seseorang mengaku sebagai petugas bank atau layanan pelanggan. Jika pesan menyangkut akun Google, lakukan pemeriksaan melalui pengaturan akun atau halaman resmi. Panduan cara mengamankan akun Google dari pembajakan juga bisa menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat keamanan akun.

AI Membantu, tetapi Kewaspadaan Tetap Penting

Kehadiran Circle to Search dan Google Lens memberi pengguna pilihan tambahan untuk memeriksa pesan yang mencurigakan tanpa harus langsung mempercayainya. Penjelasan AI dapat membantu menunjukkan tanda bahaya yang mungkin terlewat ketika kita membaca pesan dengan terburu-buru.

Meski begitu, jangan menganggap hasil analisis AI sebagai keputusan akhir. Pesan yang terlihat aman masih bisa berbahaya, sedangkan pesan yang sah terkadang dapat dinilai mencurigakan karena konteksnya tidak lengkap.

Jadi, jika menerima pesan yang terasa janggal, berhenti sejenak, periksa menggunakan alat yang tersedia, lalu konfirmasikan melalui saluran resmi. Dalam urusan keamanan digital, beberapa detik untuk memeriksa bisa jauh lebih berharga daripada terburu-buru mengklik tautan.

Majid Abana Segaf
Majid Abana Segaf Penebar Cinta Dari Negeri Fana

Posting Komentar untuk "Google Lens dan Circle to Search Bisa Bantu Deteksi Pesan Penipuan, Begini Caranya"