Cara Redirect Semua URL Domain Lama ke Domain Baru di Cloudflare, Termasuk Homepage
Memindahkan domain blog ke alamat baru bukan sekadar mengganti nama domain. Kalau domain lama masih memiliki pengunjung dari Google, media sosial, atau tautan yang tersebar di internet, kamu perlu memastikan pengunjung tersebut tetap bisa menemukan halaman yang mereka cari.
Salah satu cara yang bisa digunakan adalah mengatur redirect 301 melalui Cloudflare. Dengan konfigurasi yang tepat, homepage dan URL artikel lama dapat diarahkan ke domain baru tanpa harus mengalihkan semuanya ke halaman depan.
Dalam tutorial ini, kita akan menggunakan contoh migrasi blog dari namakamu.my.id ke namakamu.com. Langkah-langkahnya juga bisa diterapkan pada website lain yang menggunakan Cloudflare.
Mengapa Semua URL Lama Perlu Dialihkan?
Bayangkan sebuah artikel lama sudah dibagikan ke media sosial atau memperoleh tautan dari website lain. Ketika domain diganti, tautan tersebut tidak otomatis berubah mengikuti alamat baru.
Jika domain lama tidak diarahkan dengan benar, pengunjung bisa menemukan halaman yang tidak dapat dibuka, sementara mesin pencari masih mencoba mengakses alamat sebelumnya.
Redirect permanen dengan kode HTTP 301 membantu menunjukkan bahwa halaman telah berpindah secara permanen. Google dapat menggunakan sinyal ini untuk memahami perpindahan URL, meskipun perubahan indeks tidak berlangsung seketika.
1. Pastikan Domain Lama Masih Dapat Dikelola di Cloudflare
Langkah pertama adalah memastikan domain lama masih terdaftar di Cloudflare dan kamu memiliki akses ke pengaturan DNS-nya.
- Login ke Cloudflare Dashboard.
- Pilih domain lama, yaitu
namakamu.my.id. - Buka menu DNS > Records.
- Pastikan nameserver domain lama masih mengarah ke Cloudflare.
Jangan menghapus domain lama sebelum redirect selesai diuji. Domain tersebut harus tetap dapat menerima permintaan dari pengunjung agar pengalihan bisa bekerja.
2. Atur DNS Domain Lama untuk Redirect
Untuk domain yang hanya digunakan sebagai pengalih, Cloudflare dapat menggunakan record DNS yang di-proxy agar permintaan pengunjung melewati jaringan Cloudflare.
Contoh konfigurasi untuk domain lama yang tidak lagi menggunakan server hosting:
Catatan: alamat 192.0.2.1 merupakan alamat dokumentasi yang dapat digunakan untuk konfigurasi redirect Cloudflare, bukan alamat server hosting blog. Gunakan konfigurasi ini hanya jika domain memang khusus untuk redirect dan tidak membutuhkan server asal.
Jika domain lama masih melayani website, jangan mengganti DNS aktifnya dengan konfigurasi tersebut tanpa memeriksa kebutuhan hosting terlebih dahulu.
Untuk domain baru yang masih digunakan di Blogger, pertahankan record DNS Blogger yang diperlukan. Jangan mengubah DNS namakamu.com hanya untuk membuat redirect domain lama.
3. Buat Redirect Rule untuk Domain Tanpa WWW
Setelah DNS siap, buka menu Rules > Redirect Rules, kemudian pilih untuk membuat Single Redirect baru.
Gunakan konfigurasi berikut:
- Rule name: Redirect old domain
- Matching type: Wildcard pattern
- Request URL:
http*://namakamu.my.id/* - Target URL:
https://namakamu.com/${2} - Status code: 301 - Permanent Redirect
- Preserve query string: aktif
Pola sumber mencakup permintaan HTTP maupun HTTPS pada domain lama tanpa WWW. Sementara itu, wildcard pada bagian akhir digunakan untuk mempertahankan path URL yang diminta.
Misalnya, jika pengunjung membuka:
https://namakamu.my.id/2026/01/contoh-artikel.html
Maka tujuan yang diharapkan adalah:
https://namakamu.com/2026/01/contoh-artikel.html
Dengan cara ini, pengunjung tidak perlu mencari ulang artikel yang sebelumnya sudah mereka buka.
4. Buat Rule Kedua untuk Domain WWW
Perlu diperhatikan bahwa pola sebelumnya hanya mencakup hostname namakamu.my.id. Jika domain lama juga dapat diakses melalui www.namakamu.my.id, buat rule kedua agar alamat tersebut ikut dialihkan.
- Rule name: Redirect www old domain
- Matching type: Wildcard pattern
- Request URL:
http*://www.namakamu.my.id/* - Target URL:
https://namakamu.com/${2} - Status code: 301 - Permanent Redirect
- Preserve query string: aktif
Pastikan kedua rule aktif setelah disimpan. Dengan demikian, permintaan ke domain lama dengan maupun tanpa WWW memiliki aturan pengalihan masing-masing.
5. Apakah Homepage Ikut Redirect Otomatis?
Ya. Jika rule cocok dengan permintaan dan berhasil dijalankan, homepage juga ikut dialihkan. Kamu tidak perlu membuat rule khusus homepage untuk pola wildcard tersebut.
Contohnya:
https://namakamu.my.id/menjadihttps://namakamu.com/https://www.namakamu.my.id/menjadihttps://namakamu.com/https://namakamu.my.id/2026/01/artikel.htmlmenjadihttps://namakamu.com/2026/01/artikel.html
Namun, jangan langsung menganggap semuanya berhasil hanya karena rule sudah tersimpan. Homepage dan beberapa URL artikel tetap perlu diuji melalui browser.
6. Cara Mengatasi Error 522 Setelah Membuat Redirect
Salah satu masalah yang bisa muncul adalah Cloudflare Error 522 - Connection timed out. Pesan ini menunjukkan bahwa koneksi Cloudflare ke host mengalami timeout. Dalam konfigurasi redirect domain, hal tersebut dapat terjadi jika permintaan tidak tertangkap oleh rule dan Cloudflare masih mencoba menghubungi host.
Jika error 522 muncul, lakukan pemeriksaan berikut:
- Periksa hostname. Pastikan pola sumber mencakup hostname yang sedang dibuka, termasuk WWW jika diperlukan.
- Periksa pola wildcard. Pastikan pola URL sumber dan target URL sudah benar.
- Pastikan DNS di-proxy. Record yang diperlukan harus menggunakan awan oranye, bukan DNS Only.
- Periksa status rule. Pastikan rule sudah aktif dan tidak sekadar tersimpan sebagai draf.
- Periksa kecocokan rule. Gunakan Cloudflare Trace jika tersedia untuk membantu mengetahui apakah permintaan cocok dengan aturan.
Jika seluruh konfigurasi tampak benar tetapi 522 masih muncul, jangan buru-buru mengubah DNS domain baru. Periksa dahulu apakah permintaan benar-benar cocok dengan rule yang dibuat.
7. Tes Semua URL Setelah Redirect Aktif
Setelah menyimpan konfigurasi, buka beberapa alamat berikut menggunakan browser:
https://namakamu.my.id/https://www.namakamu.my.id/- Salah satu URL artikel lama yang benar-benar ada.
Periksa apakah browser berpindah ke namakamu.com, apakah path artikel tetap sama, dan apakah halaman tujuan dapat dibuka secara normal.
Jika alamat berubah tetapi artikel menampilkan halaman 404, periksa apakah artikel tersebut benar-benar tersedia pada domain baru dengan path yang sama. Redirect tidak otomatis membuat artikel yang hilang menjadi tersedia.
8. Perbarui Google Search Console Setelah Migrasi
Redirect 301 membantu proses migrasi, tetapi kamu tetap perlu memberi perhatian pada Google Search Console agar pemindahan domain lebih terarah.
- Pastikan properti domain baru sudah diverifikasi di Google Search Console.
- Kirim sitemap domain baru, misalnya
https://namakamu.com/sitemap.xml. - Periksa beberapa URL artikel penting melalui URL Inspection.
- Jika memenuhi persyaratan migrasi, gunakan fitur Change of Address di Search Console.
- Pantau indeksasi domain baru dan error halaman secara berkala.
Perlu diingat, perubahan indeks Google tidak selalu langsung terlihat setelah redirect aktif. Jika homepage domain baru masih berstatus Crawled - currently not indexed, redirect saja belum tentu menyelesaikan penyebabnya. Kualitas halaman, canonical, sitemap, dan sinyal teknis lainnya juga perlu diperiksa.
Kesimpulan
Memindahkan domain blog melalui Cloudflare membutuhkan lebih dari sekadar membuat satu aturan redirect. DNS domain lama harus siap menerima trafik, rule harus mencakup hostname yang benar, dan tujuan pengalihan harus mempertahankan path artikel.
Untuk migrasi dari namakamu.my.id ke namakamu.com, gunakan redirect 301 untuk domain tanpa WWW dan buat rule tambahan jika versi WWW juga digunakan. Setelah itu, uji homepage dan URL artikel, lalu lanjutkan pemeriksaan di Google Search Console.
Dengan konfigurasi yang tepat, pengunjung dari tautan lama dapat diarahkan ke alamat baru tanpa harus kehilangan tujuan halaman yang mereka cari.

Posting Komentar untuk "Cara Redirect Semua URL Domain Lama ke Domain Baru di Cloudflare, Termasuk Homepage"