Tanda Hubung (-) vs Underscore (_) pada URL: Mana yang Lebih Baik untuk SEO?
Memilih permalink yang tepat sering dianggap sebagai detail kecil dalam optimasi SEO. Padahal, struktur URL yang jelas membantu pembaca memahami isi halaman sebelum mengekliknya. Salah satu pertanyaan yang masih sering muncul adalah apakah tanda hubung (-) atau underscore (_) lebih baik untuk SEO.
Jawabannya cukup jelas. Dalam dokumentasi resmi Google Search Central tentang struktur URL, Google merekomendasikan penggunaan tanda hubung untuk memisahkan kata dalam URL. Alasannya, tanda hubung membantu pengguna dan mesin pencari mengenali konsep yang terkandung di dalam alamat halaman.
Namun, rekomendasi tersebut tidak berarti setiap URL yang memakai underscore otomatis kehilangan peringkat. Ada perbedaan antara praktik yang disarankan Google dan anggapan bahwa suatu format URL pasti memberikan keuntungan ranking.
Apa Perbedaan Tanda Hubung dan Underscore pada URL?
Tanda hubung atau hyphen ditulis menggunakan karakter -, sedangkan underscore menggunakan karakter _. Keduanya bisa digunakan dalam path URL, tetapi cara Google merekomendasikan penggunaannya berbeda.
Misalnya, jika Anda menulis artikel tentang optimasi SEO untuk Blogger, berikut dua contoh permalink yang bisa dibandingkan:
- Menggunakan tanda hubung:
fairusmajid.com/2026/10/optimasi-seo-blogger.html - Menggunakan underscore:
fairusmajid.com/2026/10/optimasi_seo_blogger.html
Kedua contoh tersebut memperlihatkan perbedaan pemisah antarkata. Tanda hubung merupakan pilihan yang direkomendasikan Google untuk URL baru karena batas setiap kata lebih jelas.
Mengapa Google Merekomendasikan Tanda Hubung?
Alasan utamanya berkaitan dengan keterbacaan dan interpretasi kata. Tanda hubung lazim digunakan untuk memisahkan kata dalam alamat web, sehingga URL lebih mudah dipahami manusia maupun sistem pencarian.
Google juga menjelaskan bahwa underscore secara historis sering dipakai untuk menghubungkan bagian nama yang dianggap sebagai satu kesatuan, misalnya dalam penamaan fungsi pada bahasa pemrograman. Karena itu, Google tidak merekomendasikan underscore sebagai pemisah kata dalam URL.
Perlu dipahami bahwa rekomendasi ini bukan jaminan kenaikan ranking. URL yang rapi membantu memberikan konteks, tetapi kualitas konten, relevansi terhadap pencarian, pengalaman pengguna, serta faktor SEO lainnya tetap penting.
Apakah Underscore Buruk untuk SEO?
Tidak tepat jika menyimpulkan bahwa penggunaan underscore otomatis membuat halaman sulit terindeks atau terkena penalti Google. Dokumentasi Google menempatkan tanda hubung sebagai praktik yang direkomendasikan, bukan menyatakan bahwa underscore merupakan pelanggaran kebijakan.
Meski demikian, ada alasan praktis untuk memilih tanda hubung ketika membuat artikel baru. Format ini sesuai dengan panduan Google dan membantu menghasilkan URL yang lebih mudah dibaca.
Contohnya, /cara-memperbaiki-seo-blogger lebih mudah dipindai daripada /cara_memperbaiki_seo_blogger. Sebaliknya, URL seperti /caramemperbaikiseoblogger juga kurang nyaman dibaca karena tidak memiliki pemisah kata.
Haruskah URL Lama dengan Underscore Diganti?
Jika blog Anda sudah memiliki banyak artikel dengan underscore, jangan langsung mengganti seluruh permalink hanya karena ingin mengikuti rekomendasi terbaru. Perubahan URL dapat menimbulkan risiko jika tidak disertai pengalihan yang tepat.
Google sendiri menyarankan agar pemilik situs tidak terburu-buru mengubah struktur situs yang sudah berjalan dengan baik. Mesin pencari umumnya dapat memahami struktur yang ada, sementara setiap perubahan membutuhkan waktu untuk diproses.
Sebelum mengubah URL lama, pertimbangkan beberapa hal berikut:
- Apakah URL lama sudah terindeks dan mendapatkan trafik organik?
- Apakah ada situs lain yang menautkan ke URL tersebut?
- Apakah platform memungkinkan pengalihan permanen dari URL lama ke URL baru?
- Apakah manfaat perubahan cukup besar dibandingkan risiko kehilangan trafik sementara?
Jika memang harus mengganti URL, pastikan pengalihan permanen menuju halaman yang setara berfungsi dengan benar. Perbarui juga tautan internal dan sitemap agar mengarah ke URL pilihan yang baru. Jangan mengubah URL tanpa strategi migrasi yang jelas.
Rekomendasi Permalink untuk Blogger
Bagi pengguna Blogger, langkah paling praktis adalah memilih permalink khusus sebelum menerbitkan artikel. Gunakan kata-kata yang menjelaskan isi tulisan, pisahkan setiap kata dengan tanda hubung, dan hindari memasukkan kata yang tidak diperlukan.
Misalnya, untuk artikel yang membahas cara memperbaiki struktur URL:
- Disarankan:
struktur-url-seo-blogger - Sebaiknya dihindari:
struktur_url_seo_blogger - Kurang deskriptif:
artikel12345
Selain pemisah kata, gunakan bahasa yang sesuai dengan target pembaca. Untuk blog berbahasa Indonesia, slug berbahasa Indonesia biasanya lebih mudah dipahami pembaca lokal. Pastikan pula permalink tetap ringkas, relevan, dan tidak dipenuhi pengulangan keyword.
Di Blogger, Anda dapat mengatur permalink melalui bagian Permalink pada editor posting, kemudian memilih opsi permalink khusus jika tersedia. Periksa slug sebelum artikel diterbitkan karena mengubah URL setelah publikasi dapat memerlukan penanganan tambahan.
Apakah Tanda Hubung Membantu Artikel Lebih Cepat Terindeks?
Tanda hubung bukan trik khusus untuk mempercepat crawling atau indexing. Google menemukan dan memproses halaman melalui berbagai mekanisme, termasuk tautan, sitemap, serta proses crawling dan indexing otomatis.
URL yang deskriptif dapat membantu mesin pencari memahami konteks halaman, tetapi tidak menjamin artikel langsung terindeks. Jika artikel belum muncul di Google, periksa akses crawling, kualitas dan keunikan konten, canonical, tautan internal, serta status URL melalui Google Search Console.
Dengan kata lain, memilih tanda hubung adalah bagian dari praktik URL yang baik, bukan pengganti optimasi teknis maupun konten yang bermanfaat.
Kesimpulan
Untuk artikel baru, gunakan tanda hubung (-) daripada underscore (_) saat memisahkan kata dalam URL. Pilihan ini sesuai dengan rekomendasi resmi Google dan membuat permalink lebih mudah dibaca.
Namun, jika blog Anda sudah memiliki URL lama dengan underscore, jangan mengubah semuanya secara massal tanpa mempertimbangkan dampak migrasi. Prioritaskan konsistensi, URL yang deskriptif, konten berkualitas, dan pengalaman pengguna. Pada akhirnya, tanda hubung merupakan pilihan yang lebih disarankan, tetapi bukan faktor tunggal yang menentukan keberhasilan SEO.

Posting Komentar untuk "Tanda Hubung (-) vs Underscore (_) pada URL: Mana yang Lebih Baik untuk SEO?"