Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sulap Redmi Pad 2 Jadi "MacBook Mini" Buat Ngoding? Emang Bisa?

Halo, sobat oprek dan pecinta teknologi!

​Siapa bilang tablet Android cuma enak buat nonton Netflix atau push rank Mobile Legends doang? Kalau kamu pengguna Redmi Pad 2 (atau tablet Android lain dengan spek serupa), kamu sebenarnya lagi megang sebuah perangkat yang potensinya gila banget.

​Baru-baru ini, channel Hilmy Graphics bikin heboh dengan eksperimennya mengubah Redmi Pad 2 menjadi tiny computer berbasis Linux Debian. Nggak cuma sekadar jalanin Linux, tapi tampilannya dirombak total jadi mirip macOS yang elegan dan estetik. Yang paling bikin kaget? Tablet ini ternyata kuat dipakai buat coding sampai jalanin aplikasi berat kayak alternatif AutoCAD!

​Penasaran gimana caranya bikin tablet "murah" rasa laptop mahal? Yuk, kita bedah tuntas caranya di artikel ini. Siapin kopi, karena kita bakal masuk ke mode hacker santai!

​Masalah Klasik: Ekspektasi vs Realita Saat Instal Linux

​Mungkin sebagian dari kalian udah pernah nyoba instal Linux di Android (biasanya pakai Termux atau Proot-Distro), tapi akhirnya nyerah di tengah jalan. Kenapa? Karena biasanya ketemu dua tembok besar ini:

  1. ​Error Code 9 yang muncul terus-menerus.
  2. ​Lag parah yang bikin kursor gerak aja patah-patah kayak sinetron streaming kuota habis.

​Di video terbarunya, Hilmy Graphics ngejawab semua keluhan itu. Ternyata, kuncinya bukan di spesifikasi tabletnya yang kurang, tapi di settingan yang sering kita lewatkan.

​Langkah 1: Membasmi "Error 9" yang Menyebalkan

​Masalah pertama yang sering bikin orang banting tablet adalah error saat proses instalasi atau saat menjalankan Linux. Biasanya muncul notifikasi "Error code 9".

​Solusinya ternyata simple banget dan ada di menu tersembunyi Android kalian.

​1. Aktifkan Opsi Pengembang (Developer Options):

Masuk ke Settings > About Tablet (Tentang Ponsel), terus ketuk bagian Build Number sebanyak 7 kali sampai muncul tulisan "You are now a developer!"

​2. Cari Menu Ajaib:

Masuk ke menu Developer Options yang baru muncul tadi.

3. ​Nonaktifkan Batas Proses:

Cari opsi bernama "Nonaktifkan batas proses turunan" (Disable child process restrictions). Pastikan tombol switch-nya aktif (biasanya berwarna biru).

​Cuma itu doang? Iya! Setelah fitur ini diaktifkan, Linux di Redmi Pad 2 kamu bakal jalan mulus tanpa teriak error lagi.

​Langkah 2: Bikin Grafis "Sat-Set" dengan GPU Acceleration

​Masuk ke masalah kedua: "Bang, kok lemot banget? Buka terminal aja nunggu 5 detik!"

​Banyak yang ngira Linux di HP/Tablet itu gimmick karena performanya lelet. Padahal, masalah utamanya adalah secara default, Linux yang kita instal itu cuma "menyiksa" CPU (prosesor) buat kerja sendirian, termasuk urusan grafis. Padahal di sebelah CPU, ada GPU (Graphic Processing Unit) yang lagi nganggur.

​Biar performanya ngebut, kita harus paksa Linux-nya buat kerja bareng GPU. Caranya gampang:

  1. ​Buka menu kontrol di lingkungan Linux kamu.
  2. ​Cari menu Graphic Acceleration.
  3. ​Pilih Driver yang Tepat:
​Kalau tablet kamu pakai MediaTek (seperti Redmi Pad 2), centang opsi "Enable VirGL Acceleration".

​Kalau tablet kamu pakai Snapdragon, pilih opsi "Enable Turnip Zink Driver" karena GPU-nya Adreno.

​Setelah opsi ini dicentang, perubahannya bakal kerasa instan. Gerakan kursor jadi smooth, buka aplikasi cepet, dan rasanya beneran kayak lagi pakai laptop sungguhan, bukan emulasi maksa.

​Langkah 3: Makeover Total ala macOS

​Oke, performa udah ngebut. Tapi kalau tampilannya masih kaku dan ngebosenin (mirip Windows jadul), vibes ngoding-nya jadi kurang asik, kan?

​Saatnya kita ubah antarmukanya jadi mirip macOS yang bersih dan profesional. Bahan-bahannya biasanya sudah disiapkan dalam satu paket (kamu bisa cari resource tema macOS untuk XFCE di internet atau cek deskripsi video referensi).

​A. Pasang Tema dan Ikon

​Buka Desktop Setting di Linux kamu.

​Masuk ke file manager, aktifkan "Show Hidden Files". Ini penting karena folder sistem biasanya disembunyikan.

​Buat dua folder baru di direktori home kamu, kasih nama .themes dan .icons (jangan lupa titik di depannya).

​Copy-Paste folder tema macOS yang sudah kamu download ke dalam folder .themes, dan folder ikon ke dalam .icons.

​Masuk ke Settings Manager > Appearance, lalu ubah Style ke tema macOS yang tadi (pilih yang "White" atau "Dark" sesuai selera).

​Jangan lupa ubah juga Icon Theme ke Adwaita atau ikon macOS biar makin meyakinkan.

​B. Atur Panel Biar Estetik

​Secara bawaan, panel Linux XFCE biasanya ada di atas atau bawah dengan tampilan standar.

​Masuk ke pengaturan Panel.

​Ubah posisinya ke Vertical (atau taruh di atas kalau mau persis banget sama macOS).

​Atur Window Manager biar tombol close/minimize/maximize-nya ada di kiri (ciri khas Apple banget, kan?).

​C. Senjata Rahasia: Install "Plank" Dock

​Ini dia yang bikin tampilan Linux kamu bener-bener berasa "MacBook". Kita butuh dock aplikasi yang ikonnya bisa membesar saat didekati kursor.

​Buka terminal, ketik perintah sakti:

sudo apt update (tunggu bentar)

sudo apt install plank

​Setelah terinstal, jalankan aplikasi Plank. Muncul deh dock keren di bawah layar!

​Biar makin mirip, kita atur preference-nya lewat terminal: plank --preferences.

​Pilih tema GTK+ atau Matte, dan aktifkan fitur Icon Zoom. Efek animasi ini yang bikin pengalaman pengguna jadi mewah.

​Tips Pro: Jangan lupa atur Autostart di menu Session and Startup. Masukkan perintah plank di sana biar tiap kali kamu nyalain Linux, dock-nya langsung muncul otomatis tanpa perlu dipanggil manual.

​Langkah 4: Kursor & Sentuhan Terakhir

​Biar totalitas, masa kursornya masih panah putih biasa? Ganti juga dong!

​Buka aplikasi Mouse and Touchpad.

​Pilih tab Theme.

​Pilih tema kursor macOS yang sudah terinstal otomatis saat kamu masukin folder ikon tadi.

​Sekarang, coba deh gerakin mouse atau trackpad kamu. Rasanya udah bukan lagi megang tablet Android, tapi laptop ultrabook yang siap diajak kerja berat.

​Kesimpulan: Apakah Worth It?

​Jawabannya: Sangat Worth It!

​Hilmy Graphics sudah membuktikan bahwa dengan setup ini, Redmi Pad 2 berubah fungsi drastis. Dari sekadar alat konsumsi konten, jadi alat produksi yang powerful.

​Buat Nonton Anime/Film? Jelas bisa, layarnya luas.

​Browsing Desktop Class? Chrome/Firefox jalan selayaknya di PC.

​Desain & Gambar? Bisa instal GIMP atau Inkscape.

​Coding? Ini juaranya. Kamu bisa instal VS Code, Python, dan tools pemrograman lain.

​Bahkan di video tersebut disebutkan tablet ini sanggup menjalankan alternatif AutoCAD. Bayangin, ngerjain tugas teknik sipil atau arsitektur cuma modal tablet tipis di kafe!

​Jadi, buat kamu yang punya Redmi Pad 2 atau tablet sekelasnya, jangan ragu buat ngoprek. Sayang banget kalau hardware sebagus itu cuma dikandangin di OS Android standar. Dengan sedikit usaha (dan ketelitian ngikutin tutorial), kamu bisa punya workstation portable yang bikin temen-temen kamu melongo: "Lho, itu iPad baru ya? Kok bisa jalanin Linux?"

​Selamat mencoba, semoga berhasil, dan salam open source!

Majid Abana Segaf
Majid Abana Segaf Penebar Cinta Dari Negeri Fana

Posting Komentar untuk "Sulap Redmi Pad 2 Jadi "MacBook Mini" Buat Ngoding? Emang Bisa?"