Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman Fisioterapi dan Akupuntur di RS Polri: Ternyata Senyaman Ini!

Beberapa waktu lalu, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba fisioterapi dan akupuntur di setelah cukup lama merasakan badan pegal, nyeri di bagian pundak, dan sering kesemutan karena terlalu lama duduk di depan laptop. Awalnya saya kira rasa sakit ini cuma capek biasa. Tapi makin lama, ternyata mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Karena penasaran sekaligus ingin cari solusi yang lebih serius, akhirnya saya datang ke rumah sakit untuk konsultasi dan mencoba terapi. Dan jujur saja, pengalaman ini ternyata cukup menarik untuk dibagikan, terutama buat kalian yang mungkin sedang mempertimbangkan fisioterapi atau akupuntur tapi masih bingung soal biaya dan prosesnya.

Pertama Datang, Ternyata Prosesnya Tidak Ribet

Kesan pertama saat datang ke rumah sakit sebenarnya cukup nyaman. Saya sempat berpikir proses administrasinya bakal panjang dan membingungkan, tapi ternyata cukup cepat.

Untuk pasien umum, ada biaya administrasi pendaftaran sekitar Rp50 ribu. Setelah registrasi, kita tinggal menunggu dipanggil untuk pemeriksaan awal atau konsultasi sebelum tindakan dilakukan.

Yang saya suka, petugasnya cukup informatif. Jadi kalau kita masih bingung harus ke poli mana atau ingin terapi apa, mereka akan membantu mengarahkan.

Buat yang baru pertama kali mencoba terapi seperti saya, hal kecil seperti ini cukup bikin tenang.

Biaya Fisioterapi di RS Polri

Nah, ini mungkin bagian yang paling dicari banyak orang: soal biaya.

Untuk fisioterapi umum di , biaya yang saya keluarkan sekitar Rp150 ribu per sesi, belum termasuk administrasi awal.

Menurut saya pribadi, harga ini masih cukup masuk akal dibanding manfaat yang didapat. Apalagi penanganannya dilakukan langsung oleh tenaga profesional.

Saat fisioterapi, saya sempat menjalani beberapa tahapan seperti:

  • Pemeriksaan area nyeri
  • Peregangan otot
  • Terapi menggunakan alat
  • Edukasi postur tubuh
  • Latihan gerakan tertentu

Terapisnya juga menjelaskan penyebab nyeri dengan bahasa yang mudah dipahami. Jadi bukan sekadar diterapi lalu selesai, tapi kita juga diberi arahan supaya kondisi tubuh tidak makin parah.

Setelah sesi pertama, badan memang belum langsung “sembuh total”, tapi terasa jauh lebih ringan. Area pundak yang sebelumnya tegang mulai terasa lebih rileks.

Pengalaman Akupuntur: Awalnya Takut Jarum, Tapi…

Jujur saja, bagian yang paling bikin deg-degan buat saya justru akupuntur.

Bayangan soal banyak jarum kecil di tubuh memang sempat bikin overthinking. Tapi setelah mencoba langsung, ternyata tidak seseram yang dibayangkan.

Untuk biaya akupuntur di sendiri sekitar Rp270 ribu per sesi, di luar biaya administrasi.

Sebelum tindakan dimulai, dokter atau terapis biasanya akan bertanya soal keluhan yang dirasakan. Setelah itu baru menentukan titik-titik tertentu untuk pemasangan jarum.

Sensasinya bagaimana?

Anehnya… malah cukup menenangkan.

Memang ada sedikit rasa seperti dicubit kecil saat jarum dipasang, tapi setelah beberapa menit tubuh justru terasa lebih rileks. Bahkan ada beberapa pasien yang sampai tertidur saat terapi berlangsung.

Saya pribadi merasakan efek badan jadi lebih ringan setelah selesai terapi. Bagian leher dan punggung yang biasanya terasa “ketarik” perlahan mulai membaik.

Total Biaya yang Perlu Disiapkan

Kalau dihitung secara sederhana, berikut perkiraan biaya untuk pasien umum:

  • Administrasi pendaftaran: Rp50 ribu
  • Fisioterapi: Rp150 ribu
  • Akupuntur: Rp270 ribu

Jadi kalau mengambil keduanya dalam satu kunjungan, total biaya sekitar Rp470 ribu.

Menurut saya, biaya ini masih cukup worth it untuk penanganan kesehatan tubuh, apalagi kalau keluhan sudah mulai mengganggu aktivitas harian.

Kadang kita rela keluar uang untuk nongkrong atau belanja impulsif, tapi menunda perawatan tubuh sendiri. Padahal tubuh juga butuh “servis” supaya tetap nyaman dipakai beraktivitas setiap hari.

Suasana dan Pelayanan

Hal lain yang cukup berkesan adalah suasana ruang terapinya yang relatif tenang. Untuk ukuran rumah sakit yang cukup ramai, area fisioterapi dan terapi terasa cukup nyaman.

Pelayanannya juga menurut saya profesional. Terapis tidak terburu-buru dan cukup komunikatif saat menjelaskan prosedur terapi.

Ini penting, terutama buat pasien yang baru pertama kali mencoba akupuntur dan masih takut-takut seperti saya waktu itu.

Apakah Worth It?

Kalau ditanya apakah fisioterapi dan akupuntur di worth it?

Menurut pengalaman pribadi: iya.

Terutama buat kalian yang:

  • Sering duduk lama di depan laptop
  • Punya keluhan pegal berkepanjangan
  • Sering nyeri leher atau pundak
  • Kesemutan
  • Badan terasa kaku
  • Atau sedang pemulihan cedera tertentu

Kadang tubuh memang butuh penanganan yang lebih serius dibanding sekadar dipijat biasa atau minum obat pereda nyeri.

Fisioterapi membantu memperbaiki fungsi otot dan gerak tubuh, sementara akupuntur bisa membantu relaksasi sekaligus mengurangi rasa nyeri pada beberapa kondisi tertentu.

Penutup

Pengalaman mencoba fisioterapi dan akupuntur di ternyata cukup membuka pikiran saya soal pentingnya menjaga kesehatan otot dan tubuh.

Awalnya saya datang cuma karena penasaran dan ingin mencoba. Tapi setelah merasakan sendiri manfaatnya, saya jadi paham kenapa banyak orangRy rutin menjalani terapi seperti ini.

Kalau kalian sedang mengalami pegal berkepanjangan atau badan mulai terasa tidak nyaman, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan terapi profesional.

Karena kadang, tubuh cuma sedang meminta kita untuk berhenti sejenak… dan mulai merawat diri sendiri dengan lebih serius.

Majid Abana Segaf
Majid Abana Segaf Penebar Cinta Dari Negeri Fana

Posting Komentar untuk "Pengalaman Fisioterapi dan Akupuntur di RS Polri: Ternyata Senyaman Ini!"