Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review TECNO Camon 50: Batere Badak, Kamera Juara, tapi Kok Harganya Naik Sejuta?

Halo para pencinta gadget! Kalau kalian lagi nyari smartphone baru di tahun 2026 ini, pasti kalian ngeh kalau pasar smartphone lagi dinamis banget. Banyak brand yang merilis lini terbaru mereka dengan berbagai bumbu manis. Salah satu yang paling menarik perhatian belakangan ini adalah TECNO Camon 50.

Gimana enggak menarik? Lini Camon dari TECNO selama ini dikenal sebagai "badan amal" karena berani ngasih spesifikasi tinggi terutama di sektor kamera dengan harga yang ramah di kantong. Tapi, di generasi Camon 50 ini, ada satu kejutan yang bikin banyak orang garuk-garuk kepala: harganya naik sekitar satu juta rupiah dibanding pendahulunya, Camon 40.

Pertanyaannya, apakah TECNO Camon 50 ini masih layak menyandang gelar HP "badan amal" dengan peningkatan yang dibawa? Atau justru malah bikin boncos?

Biar kalian nggak penasaran dan nggak salah beli, yuk kita bedah bareng-bareng performa, kamera, desain, sampai daya tahan baterainya secara santai dan blak-blakan setelah penggunaan seharian penuh!

Desain Baru yang Lebih Boxy dan Kokoh

Pas pertama kali ngeliat TECNO Camon 50, jujur kesan pertamanya masih membawa vibes dari Camon 40 series. Ciri khasnya masih kelihatan, terutama di bagian aksen garis estetis yang ada di dekat modul kameranya. Tapi kalau diperhatiin lebih detail, TECNO kali ini bawa perubahan desain yang cukup signifikan dan kekinian banget.

Sekarang, semua sisinya dibikin flat alias rata. Enggak ada lagi lekukan-lekukan centil di bagian bodi belakangnya. Modul kameranya pun sekarang disatukan dalam satu bingkai (frame) besar melingkar yang kelihatan rapi. Desain kayak gini sebenarnya ngingetin kita sama beberapa HP flagship papan atas yang baru rilis belakangan ini. Kelihatan mewah dan elegan banget buat HP di kelas harganya.

Satu hal yang paling gue rasain pas megang HP ini adalah feel genggamannya. Dulu, Camon 40 series itu menurut gue agak ketipisan, bodinya licin, dan rawan banget kepeleset kalau enggak pakai casing. Nah, di Camon 50 ini, ketebalannya pas di angka 7,53 mm. Karena sudut-sudutnya sekarang dibuat sedikit lebih melengkung meskipun berdesain kotak (boxy), HP ini terasa jauh lebih mantap didekap tangan. Nggak berasa nusuk di telapak tangan sama sekali.

Untuk materialnya sendiri, bagian back cover dan framenya memang masih pakai polikarbonat (plastik). Tapi jangan skeptis duluan, ya! Build quality-nya kerasa solid banget kok, nggak ada kesan ringkih atau kopong pas diketuk. Dari depan pun tampilannya rapi karena layarnya sudah pakai desain flat dengan bezel yang lumayan simetris.

Oiya, di sisi kiri bodi masih ada satu tombol ajaib bernama One Aq. Tombol ini fungsional banget, bukan cuma pajangan doang. Kalian bisa hold tombol ini buat manggil Ella (asisten virtual TECNO), atau diset buat langsung buka aplikasi tertentu. Bahkan dengan sekali ketuk (single tap), tombol ini bisa dialokasikan untuk fungsi lain yang sering kalian pakai. Praktis, kan?

Durabilitas Naik Kelas: Bersahabat dengan Air dan Debu

Ini dia salah satu peningkatan yang menurut gue paling gila. Kalau kalian tipe orang yang teledor, suka main HP di dekat kolam renang, atau sering kehujanan di jalan, TECNO Camon 50 ini bakal bikin hati kalian tenang.

Gimana enggak? Kalau di Camon 40 dulu ratingnya cuma IP64, sekarang di Camon 50 ini sertifikasinya langsung loncat ke IP68, IP69, bahkan sampai IP69K! Ini artinya HP kalian enggak cuma tahan kecipratan air doang, tapi sudah siap diajak menyelam di air tawar atau bahkan tahan semprotan air bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi. Fitur proteksi selevel ini biasanya cuma kita temuin di HP kelas flagship yang harganya belasan juta. Tapi TECNO sukses bawa fitur premium ini ke kelas menengah. Applause dulu buat TECNO!

Layar 144Hz yang Mulus Banget buat Scrolling

Pindah ke sektor visual. Begitu layarnya dinyalain, mata kalian bakal langsung dimanjain sama panel AMOLED berukuran 6,78 inci. Ukurannya tergolong lega banget buat nonton film, scrolling TikTok, atau main game. Peningkatan yang paling berasa ada pada refresh rate-nya, yang naik dari 120Hz di generasi sebelumnya menjadi 144Hz. Efeknya apa? Pas kalian scrolling menu atau timeline media sosial, pergerakan layarnya berasa super mulus tanpa ada kesan patah-patah.

Untuk resolusinya sendiri, di atas kertas atau di situs resminya diklaim naik ke kelas 1,5K. Meskipun pas dicek lewat aplikasi pihak ketiga seperti AnTuTu atau Device Info masih terbaca di 1080p (Full HD+), kualitas visual layarnya sama sekali enggak mengecewakan. Warnanya gonjreng khas AMOLED, kontrasnya tinggi, dan hitamnya pekat.

Gimana kalau dipakai di bawah terik matahari siang bolong? Tenang. Pas dicoba di kondisi outdoor dengan tingkat kecerahan maksimal, teks dan konten di layar masih bisa terbaca dengan cukup jelas. Walaupun kalau mataharinya lagi terik-teriknya banget bodi layarnya mulai kelihatan agak samar, tapi masih sangat proper buat pemakaian sehari-hari di luar ruangan.

Spesifikasi Dapur Pacu dan Performa Harian

Sekarang kita bahas jeroannya. TECNO Camon 50 ini ditenagai oleh chipset MediaTek Helio G200 Ultimate, sebuah peningkatan nama dari Helio G100 Ultimate yang dipakai tahun lalu. Secara clock speed, kalau dicek sebenarnya mirip-mirip, tapi MediaTek dan TECNO pastinya memberikan beberapa optimasi baru di dalam arsitektur chipset ini. Pas diuji lewat aplikasi benchmark AnTuTu, HP ini sukses meraih skor di kisaran 540 ribuan.

Pertanyaannya, gimana performa aslinya di dunia nyata? Apakah nyaman digunakan?

Gue coba pakai HP ini seharian penuh buat aktivitas harian yang cukup padat. Buat buka-buka aplikasi chat, nonton YouTube, scrolling Instagram, performanya tergolong aman. Buat main game sejuta umat kayak Mobile Legends selama setengah jam, pengalamannya juga tergolong nyaman. Memang sempat ada beberapa kali frame drop pas lagi war rame-rame, tapi secara keseluruhan masih oke banget dan enggak mengganggu jalannya permainan. Suhu HP-nya juga relatif stabil, nggak overheat yang sampai bikin tangan keringetan.

Namun, gue harus jujur dan objektif di sini: Performa bukan sektor terkuat dari TECNO Camon 50.

Kalau kalian tipe orang yang sensitif banget sama kecepatan dan nyari HP yang performanya paling instant tanpa jeda, mungkin ini bukan jodoh kalian. Di beberapa momen, seperti pas kita baru beres jepret foto dan mau langsung ngebuka hasilnya di galeri, masih ada sedikit jeda processing gambar. Begitu juga pas kita pakai fitur NFC, sensornya butuh ditempel sedikit lebih lama biar kebaca, enggak bisa langsung sekali tap kilat. Bukan lemot parah yang bikin emosi ya, cuma ada jeda sepersekian detik yang kerasa kalau kalian terbiasa pakai HP performa tinggi.

Jadi, kalau prioritas utama kalian adalah performa gaming berat rata kanan atau kecepatan sistem yang super ngebut, kalian mungkin bisa melirik opsi HP lain yang memang fokusnya ke performa murni.

Kamera Utama dengan Sensor Sony Lytia: Hasilnya Bikin Geleng-Geleng!

Kalau performanya biasa aja, lalu ke mana larinya budget kenaikan harga satu juta itu? Jawabannya ada di sini: Sektor Kamera!

Gue berani bilang kalau sektor kamera terutama foto pakai lensa utama adalah superpower dari TECNO Camon 50. HP ini dibekali kamera utama 50 MP yang sudah dilengkapi dengan sensor Sony Lytia 700C, ditemani lensa ultrawide 8 MP, dan kamera selfie 32 MP.

Bagi kalian yang belum tahu, sensor Sony Lytia ini spesial banget karena ukurannya yang besar sehingga bisa menangkap cahaya jauh lebih banyak. Bahkan, sensor jenis ini juga diadopsi oleh HP yang harganya jauh lebih mahal di atasnya.

Dan pas gue liat hasil fotonya... asli, ini bukan dilebih-lebihkan, tapi kualitas foto dari lensa utamanya cakep banget! Detailnya tajam, reproduksi warnanya pas (enggak lebay atau terlalu matang), dan rentang dinamisnya (dynamic range) luas.

Gue sempat tes buat foto orang dalam kondisi backlight (cahaya kuat dari arah belakang objek). Biasanya, muka objek bakal jadi gelap atau background-nya jadi putih polos (overexposure). Tapi di Camon 50, exposure-nya rapi banget! Area latar belakang yang terang tetap terjaga detailnya, sementara area wajah yang harusnya gelap bisa diangkat sama software-nya sehingga kelihatan jelas, natural, dan bersih. Foto selfie-nya pun secara mengejutkan punya kualitas yang oke punya.

Ujian Malam Hari (Low Light)

Nah, ujian sebenarnya dari sebuah kamera smartphone adalah pas malam hari atau kondisi minim cahaya. Berkat sensor Sony Lytia 700C tadi, foto low light di HP ini berada di atas rata-rata HP kelas menengah lainnya. Gambarnya minim noise, warnanya tetap keluar, dan yang paling penting: cara HP ini meng-handle pendaran lampu jalanan atau papan reklame itu rapi banget. Enggak ada efek blooming atau cahaya yang pecah berantakan.

Sayangnya, kualitas moncer ini agak menurun pas kita pindah ke lensa ultrawide-nya yang cenderung lebih redup, atau pas kita pakai buat merekam video di kondisi malam hari.

Untuk urusan video, HP ini mendukung perekaman hingga resolusi 2K pada 30 fps atau 1080p pada 30 fps dengan stabilisasi yang aktif. Sayangnya, untuk opsi perekaman 1080p pada 60 fps masih belum tersedia atau belum bisa diaktifkan secara stabil di sini. Jadi kalau kalian butuh video yang smooth banget buat kebutuhan konten estetik, kalian harus puas dengan format 30 fps-nya.

Ada juga trik kecil: kalau kalian mau pindah dari lensa utama ke lensa ultrawide saat lagi merekam video, kalian harus mematikan fitur stabilisasinya terlebih dahulu di menu pengaturan. Konsekuensinya, hasil rekaman video kalian bakal jadi agak guncang kalau diambil sambil berjalan.

Buat kalian yang suka menangkap momen bergerak cepat, ada fitur Fresh Snap dan Auto Capture. Fitur ini pas banget buat foto peliharaan yang lagi aktif atau anak kecil yang lagi lari-larian. Hasil fotonya tetap tajam tanpa efek blur akibat gerakan.

Batere 6.500 mAh: Kapasitas Badak yang Sesungguhnya!

Selain kamera, ada satu upgrade fisik yang paling berasa di Camon 50 ini, yaitu kapasitas baterainya. TECNO enggak tanggung-tanggung langsung menyematkan baterai berkapasitas 6.500 mAh! Naik sekitar 1.300 mAh dari generasi sebelumnya yang "cuma" 5.200 mAh.

Dengan kapasitas segede ini, apakah bodinya jadi tebal kayak batu bata? Enggak juga, lho. Seperti yang gue bilang di awal, ketebalannya masih terjaga di 7,53 mm, jadi rekayasa komponen di dalam HP ini patut diacungi jempol.

Gue langsung buktiin sendiri daya tahannya buat nemenin aktivitas seharian penuh dari pagi sampai malam tanpa dicas sama sekali:

  Jam 11:42 Pagi: Baterai masih di angka 88%.

  Jam 13:30 Siang: Setelah dipakai foto-foto outdoor dengan kecerahan layar maksimal, baterai sisa 85%.

  Sore Hari: Sempat dipakai main Mobile Legends selama setengah jam (berkurang 6%) dan dipakai nonton YouTube sekitar 26 menit (cuma berkurang 2%). Baterai masih sisa 52% dengan perolehan Screen-on Time (SOT) sekitar 4 jam 27 menit.

  Jam 19:30 Malam: Beres dipakai foto-foto low light, baterai masih bertengger di 35%.

  Jam 23:00 Malam: Akhirnya baterai menyentuh angka kritis 4%.

Artinya, dalam satu siklus pengisian daya dari pagi sampai larut malam dengan penggunaan yang tergolong berat (total pakai kamera sampai 2 jam, main game, scrolling Instagram 1,5 jam, nonton YouTube 1 jam), TECNO Camon 50 ini sukses menghasilkan total SOT hingga 8 jam 45 menit! Ini adalah angka yang luar biasa tinggi. Kalau kalian tipe pengguna kasual yang cuma pakai HP buat WhatsApp-an atau buka media sosial sesekali, HP ini dijamin kuat bertahan sampai 2 hari tanpa ketemu colokan.

Software Modern Berbasis Android 16 dan Taburan Fitur AI

TECNO Camon 50 ini keluar dari pabrik dengan menggunakan software terbaru yang berbasis Android 16. Tampilan antarmukanya dinamakan Glow Space, yang punya estetika visual ala-ala kaca transparan yang modern dan minimalis.

Nggak ketinggalan, tren masa kini yaitu kecerdasan buatan (AI) juga disematkan melimpah di HP ini. Ada fitur AI Wallpaper yang bisa ngubah foto pribadi kita jadi gaya kartun, doodle, atau efek 3D yang unik. Ada juga fitur Dynamic Port yang konsepnya mirip-mirip pulau dinamis di HP sebelah; fitur ini fungsional banget buat kontrol musik pas kita lagi multitasking buka aplikasi lain.

Untuk asisten pintarnya sendiri, ada Ella AI yang asyik banget diajak ngobrol. Pas gue tanya soal info Ramadan Bazar terdekat, dia bisa jawab dengan akurat. Menariknya lagi, di samping menu Ella, ada opsi integrasi dengan AI model populer lainnya seperti DeepSeek hingga Grok.

Salah satu fitur AI yang paling unik di HP ini dan jarang ditemuin di brand lain adalah AI Image to Video Generator. Fitur ini memungkinkan kalian mengubah foto statis menjadi video bergerak hanya lewat deskripsi teks saja. Tapi perlu diingat, kuota penggunaannya dibatasi dan bakal di-reset setiap seminggu sekali, ya. Sisanya, fitur-fitur produktivitas standar seperti AI Writing, AI Translate, hingga fitur keren milik Google yaitu Circle to Search sudah siap sedia buat mempermudah hidup kalian.

Harga dan Varian di Pasaran

TECNO Camon 50 hadir dalam tiga pilihan warna yang cakep-cakep: Moon Shadow Black, Malachite Green, dan Nebula Titanium. Untuk urusan harga dan varian memori, berikut adalah detailnya:

  Varian 8GB + 128GB: Dijual dengan harga Rp3,6 Juta

  Varian 8GB + 256GB: Dijual dengan harga Rp4,2 Juta

  Varian 12GB + 256GB: Dijual dengan harga mendekati Rp5 Juta

(Catatan: TECNO juga merilis varian Camon 50 Pro yang punya perbedaan di layar melengkung [curve] dan ketambahan lensa telefoto 50 MP, sedangkan spesifikasi intinya mirip).

Melihat angka di atas, wajar banget kalau banyak fans TECNO yang sempat syok. Tahun lalu, Camon 40 pas awal rilis bisa didapatkan dengan harga mulai dari 2,5 jutaan saja untuk varian terendahnya. Kenaikannya berasa signifikan banget sampai sejutaan. Namun, perlu dipahami kalau di tahun ini memang hampir semua brand smartphone ikut menaikkan harga karena faktor kelangkaan pasokan komponen global, salah satunya adalah kelangkaan chip RAM. Jadi, kenaikan harga ini bukan cuma terjadi di kubu TECNO saja.

Kesimpulan: Jadi, Apakah Layak Dibeli?

Setelah membedah semua fiturnya, yuk kita tarik kesimpulan secara objektif. Apakah TECNO Camon 50 ini masih layak dibeli dengan harga yang sekarang?

Semua kembali lagi ke apa yang jadi skala prioritas kalian dalam memilih sebuah smartphone.

HP ini COCOK banget buat kalian yang:

 1. Mengutamakan Kamera: Kalian hobi fotografi ponsel, suka ngonten foto, atau sering ambil foto di kondisi malam hari. Sensor Sony Lytia di HP ini bener-bener memberikan hasil foto kualitas premium yang sulit ditandingi oleh kompetitor di kelas harga yang sama.

 2. Butuh Batere Badak: Kalian malas bawa powerbank, sering beraktivitas di luar ruangan seharian penuh, dan butuh HP dengan daya tahan baterai 6.500 mAh yang super awet.

 3. Peduli Durabilitas: Kalian butuh HP tangguh yang punya rating proteksi air tingkat tinggi (IP68/IP69K) biar awet dipakai jangka panjang.

 4. Suka Desain Kece: Kalian ingin HP dengan tampilan flat yang mewah, modern, dan nyaman digenggam.

### HP ini KURANG COCOK buat kalian yang:

 1. Gamer Kelas Berat: Kalian nyari HP performa murni demi mengejar frame rate rata kanan di game-game berat yang menuntut grafis tinggi. Chipset Helio G200 Ultimate di sini lebih dioptimalkan untuk efisiensi daya dan penggunaan harian yang stabil, bukan performa monster.

 2. Butuh Kecepatan Sistem Tanpa Jeda: Kalian tipe orang yang nggak sabaran dan terganggu dengan adanya jeda processing ringan (sepersekian detik) pas membuka galeri foto atau saat memindai kartu via NFC.

Secara keseluruhan, TECNO Camon 50 mungkin nggak semurah generasi pendahulunya, tapi kompensasi berupa peningkatan di sektor kamera utama kelas flagship, baterai super jumbo, durabilitas IP69K, dan layar 144Hz membuat HP ini tetap punya value for money yang sangat kuat di kelas harganya saat ini.

Nah, kalau menurut kalian sendiri gimana? Dengan peningkatan spek kamera dan baterai badak kayak gini, apakah kenaikan harganya yang sejuta itu masih masuk akal buat kalian pinang? Tulis pendapat kalian di kolom komentar bawah, ya! Sampai ketemu di review gadget seru berikutnya!

Majid Abana Segaf
Majid Abana Segaf Penebar Cinta Dari Negeri Fana

Posting Komentar untuk "Review TECNO Camon 50: Batere Badak, Kamera Juara, tapi Kok Harganya Naik Sejuta?"