Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenapa Kartu Debit Punya Notch? Ternyata Bantu Pengguna Tunanetra

Kartu debit Xpresi dengan desain notch untuk aksesibilitas pengguna tunanetra

Kalau diperhatikan lebih dekat, beberapa kartu debit modern punya potongan kecil atau notch di salah satu sisi kartu. Sekilas memang terlihat seperti bagian dari desain, bahkan mungkin dianggap cuma pemanis supaya kartu terlihat berbeda.

Padahal, bentuk kecil tersebut punya fungsi yang jauh lebih penting. Notch dirancang untuk membantu pengguna dengan gangguan penglihatan mengenali jenis kartu sekaligus menentukan arah kartu hanya dengan mengandalkan sentuhan.

Bukan Sekadar Hiasan di Kartu

Konsep ini diperkenalkan Mastercard melalui Touch Card, sebuah standar desain kartu yang dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna tunanetra dan orang dengan gangguan penglihatan.

Masalahnya cukup sederhana. Ketika desain kartu semakin minimalis dan informasi seperti nomor kartu tidak lagi selalu terasa melalui emboss, pengguna dengan gangguan penglihatan bisa lebih sulit membedakan kartu yang sedang mereka pegang.

Di sinilah notch punya peran. Dengan meraba bentuk dan posisinya, pengguna dapat memperoleh petunjuk mengenai orientasi serta jenis kartu tanpa harus melihat permukaan kartu.

Kenapa Bentuk Notch Bisa Berbeda?

Mastercard memperkenalkan sistem Touch Card dengan bentuk notch yang berbeda untuk membantu membedakan kategori kartu.

  • Debit: menggunakan notch berbentuk bulat.
  • Kredit: menggunakan notch berbentuk persegi atau angular pada desain yang lebih baru.
  • Prepaid: menggunakan notch berbentuk segitiga.

Jadi, bukan berarti semua potongan pada kartu memiliki fungsi yang sama. Bentuknya justru menjadi semacam "petunjuk taktil" yang dapat dikenali melalui ujung jari.

Bagaimana Notch Membantu Saat Menggunakan ATM?

Manfaatnya tidak berhenti ketika kartu berada di dompet. Desain tersebut juga dibuat supaya kartu lebih mudah diorientasikan ketika akan digunakan pada terminal pembayaran maupun ATM.

Bayangkan seseorang tidak dapat melihat tulisan pada kartu. Ia tetap perlu mengetahui bagian mana yang harus menghadap ke atas dan bagaimana posisi kartu ketika dimasukkan ke mesin.

Dengan adanya tanda fisik yang konsisten, proses tersebut bisa menjadi lebih mudah karena pengguna memiliki referensi yang dapat dirasakan melalui sentuhan.

Menariknya, Desain Kecil Ini Punya Dampak Besar

Hal menarik dari inovasi seperti ini adalah bentuknya tidak membuat kartu terlihat seperti perangkat khusus. Kartu tetap mempunyai ukuran dan tampilan seperti kartu pembayaran pada umumnya, tetapi menyisipkan elemen aksesibilitas yang bisa digunakan ketika dibutuhkan.

Ini juga menunjukkan bahwa desain produk tidak selalu soal warna, logo, atau tampilan yang terlihat menarik. Detail kecil yang mungkin tidak diperhatikan oleh sebagian pengguna justru bisa memberikan manfaat besar bagi orang lain.

Kalau kamu sering menggunakan pembayaran nirsentuh, konsep aksesibilitas seperti ini sebenarnya berada dalam ekosistem yang sama dengan berbagai inovasi pembayaran modern. Misalnya, perkembangan QRIS Tap di BCA Mobile juga memperlihatkan bagaimana teknologi pembayaran terus dibuat semakin praktis dalam penggunaan sehari-hari.

Bagaimana dengan Kartu Xpresi?

Kartu yang terlihat pada gambar merupakan kartu Xpresi debit dengan jaringan Mastercard. BCA sendiri menjelaskan bahwa Kartu PASPOR Xpresi Mastercard dapat digunakan untuk transaksi debit online, transaksi debit pada merchant yang terhubung ke jaringan Mastercard, serta transaksi tunai pada jaringan ATM yang mendukungnya.

Untuk penggunaan kartu, tetap perhatikan petunjuk pada ATM atau mesin pembayaran. Detail fitur yang tersedia dapat berbeda tergantung jenis kartu dan jaringan yang digunakan.

Bagi pengguna kartu, hal paling penting tetap menjaga keamanan data seperti PIN, OTP, nomor kartu, dan informasi keamanan lainnya. Fitur aksesibilitas membantu penggunaan kartu, tetapi keamanan akun tetap bergantung pada kebiasaan pengguna.

Desain Kartu Sekarang Makin Ramah Aksesibilitas

Notch mungkin terlihat seperti potongan kecil yang tidak penting. Namun, justru dari detail sederhana seperti inilah sebuah produk bisa menjadi lebih mudah digunakan oleh lebih banyak orang.

Ketika kartu pembayaran semakin tipis, minimalis, dan tidak lagi mengandalkan tulisan timbul, petunjuk berbasis sentuhan menjadi semakin relevan.

Jadi, kalau suatu saat kamu melihat potongan kecil di sisi kartu debit, jangan langsung menganggapnya sebagai bagian dari estetika. Bisa jadi, ada fungsi aksesibilitas yang sengaja dirancang di balik bentuk sederhana tersebut.

Kesimpulannya: notch pada kartu debit dapat menjadi penanda taktil yang membantu pengguna tunanetra atau orang dengan gangguan penglihatan mengenali orientasi dan jenis kartu. Detail kecil, tetapi manfaatnya bisa sangat berarti.

Majid Abana Segaf
Majid Abana Segaf Penebar Cinta Dari Negeri Fana

Posting Komentar untuk "Kenapa Kartu Debit Punya Notch? Ternyata Bantu Pengguna Tunanetra"