Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengatasi Crawled - Currently Not Indexed di Google Search Console

Cara mengatasi Crawled Currently Not Indexed di Google Search Console

Pernah membuka Google Search Console lalu menemukan status “Crawled - currently not indexed” pada salah satu artikel? Kondisi ini memang bikin penasaran, apalagi kalau artikel sudah diterbitkan beberapa hari tetapi belum muncul di hasil pencarian.

Kabar baiknya, status tersebut tidak selalu berarti artikel mengalami error. Justru dari status itu kita tahu bahwa Google sudah berhasil mengunjungi dan membaca URL tersebut. Masalahnya adalah Google belum memasukkannya ke indeks.

Jadi, solusinya bukan sekadar terus menekan tombol Request Indexing. Ada beberapa hal yang lebih penting untuk diperiksa.

Apa Arti Crawled - Currently Not Indexed?

Sederhananya, Crawled - currently not indexed berarti Google sudah melakukan crawling terhadap halaman, tetapi halaman tersebut belum dipilih untuk masuk ke indeks Google.

Ini berbeda dengan Discovered - currently not indexed. Pada status Discovered, Google sudah mengetahui URL tetapi belum melakukan crawling. Sementara pada Crawled, proses kunjungan Googlebot terhadap halaman sudah terjadi.

Artinya, kalau artikelmu mendapatkan status Crawled, sitemap atau link yang mengarah ke artikel tersebut kemungkinan sudah berhasil membantu Google menemukan URL. Fokus berikutnya adalah memastikan halaman tersebut memberikan sinyal yang cukup kuat untuk dipertimbangkan masuk indeks.

1. Periksa Apakah Artikel Benar-Benar Layak Diindeks

Langkah pertama adalah membaca ulang artikel sebagai pembaca biasa, bukan sebagai pemilik blog.

Tanyakan beberapa hal:

  • Apakah artikel benar-benar menjawab pertanyaan yang menjadi tujuan pencarian?
  • Apakah isinya mempunyai informasi yang cukup dibanding halaman lain?
  • Apakah pembahasannya terlalu umum?
  • Apakah artikel hanya mengulang informasi dari sumber lain?
  • Apakah ada bagian penting yang belum dijelaskan?

Google tidak menjamin bahwa setiap URL yang berhasil dicrawl akan masuk indeks. Setelah crawling, halaman masih melalui proses evaluasi sebelum ditampilkan dalam indeks.

Karena itu, memperbaiki kualitas halaman sering kali lebih masuk akal daripada terus melakukan request indexing.

2. Hindari Artikel yang Terlalu Mirip

Salah satu hal yang perlu diperiksa adalah kemiripan antara artikel baru dengan artikel lama di blog.

Misalnya kamu mempunyai beberapa artikel yang membahas topik hampir sama dengan struktur dan informasi yang nyaris identik. Dari sisi pembaca, keberadaan banyak halaman seperti ini belum tentu memberikan nilai tambahan.

Kalau memang ada dua artikel yang membahas intent berbeda, buat perbedaannya terlihat jelas. Gunakan sudut pembahasan, contoh, data, atau solusi yang memang berbeda.

Jangan hanya mengganti judul lalu menerbitkan artikel dengan isi yang hampir sama.

3. Periksa Canonical URL

Canonical juga penting ketika sebuah halaman belum masuk indeks.

Buka URL Inspection di Google Search Console dan periksa URL yang bermasalah. Pastikan canonical yang dipilih Google tidak mengarah ke halaman lain yang sebenarnya bukan versi utama artikel.

Masalah canonical dapat terjadi ketika sebuah konten memiliki beberapa URL atau ketika template Blogger memberikan sinyal canonical yang tidak sesuai.

Untuk Blogger, jangan buru-buru menambahkan canonical manual jika template sudah menghasilkan canonical. Yang penting adalah memastikan tidak terdapat canonical ganda atau konfigurasi yang saling bertentangan.

4. Pastikan Tidak Ada Instruksi Noindex

Periksa juga apakah artikel secara tidak sengaja mendapatkan instruksi noindex.

Untuk halaman yang memang ingin masuk Google, jangan sampai terdapat meta robots atau HTTP header yang meminta mesin pencari untuk tidak mengindeks halaman tersebut.

Hal ini sangat penting terutama jika kamu sering mengubah template Blogger atau menambahkan kode SEO secara manual.

Jangan sampai artikel sudah dibuat dengan baik, tetapi template justru memberikan sinyal yang berlawanan.

5. Perkuat Internal Link

Artikel baru sebaiknya tidak berdiri sendirian.

Tambahkan beberapa internal link dari artikel lama yang masih relevan. Link tersebut bukan sekadar untuk SEO, tetapi juga membantu pembaca menemukan pembahasan yang berhubungan.

Misalnya kamu sedang membahas indexing Blogger, kamu bisa menghubungkannya secara natural dengan artikel tentang optimasi Blogger agar lebih mudah dicrawl Google.

Kalau struktur sitemap blog juga sedang kamu benahi, pembahasan tentang sitemap.xml dan pembagian sitemap untuk banyak artikel bisa menjadi referensi yang relevan.

Yang penting, jangan menambahkan internal link hanya demi memenuhi jumlah tertentu. Pilih link yang memang membantu pembaca melanjutkan pembahasan.

6. Periksa Struktur Artikel

Artikel yang mudah dipahami juga lebih mudah dievaluasi.

Gunakan struktur yang jelas dengan satu headline utama, subjudul yang relevan, paragraf yang tidak terlalu panjang, serta informasi yang langsung menuju inti pembahasan.

Hindari pembukaan yang terlalu panjang hanya untuk mengejar jumlah kata. Jika pembaca mencari solusi, berikan konteks secukupnya lalu masuk ke langkah yang mereka butuhkan.

7. Tambahkan Informasi yang Benar-Benar Berguna

Kalau artikel sudah dicrawl tetapi belum masuk indeks, jangan sekadar menambah 500 atau 1.000 kata.

Tambahkan sesuatu yang memang meningkatkan kualitas halaman.

Contohnya:

  • Contoh penggunaan yang lebih jelas.
  • Langkah penyelesaian masalah.
  • Perbandingan yang relevan.
  • Penjelasan kesalahan yang sering terjadi.
  • Informasi terbaru jika topiknya berubah dari waktu ke waktu.
  • Pengalaman atau pengujian yang memang bisa kamu dokumentasikan.

Tujuannya bukan membuat artikel panjang, tetapi membuat halaman lebih berguna.

8. Jangan Terlalu Sering Request Indexing

Setelah memperbaiki artikel, kamu memang dapat menggunakan fitur Request Indexing pada URL Inspection.

Namun jangan menganggap tombol tersebut sebagai tombol “paksa masuk Google”. Request indexing hanya memberi tahu Google bahwa kamu ingin URL tersebut diproses untuk crawling dan indexing.

Google tetap menentukan kapan halaman diproses dan apakah halaman tersebut akan dimasukkan ke indeks.

Untuk artikel biasa, lebih baik membangun sistem yang sehat melalui sitemap, internal linking, struktur website, dan konten yang bermanfaat daripada melakukan request secara berulang.

9. Jangan Langsung Mengubah URL Artikel

Melihat status Crawled - currently not indexed kadang membuat blogger panik lalu mengganti permalink.

Padahal mengganti URL justru membuat halaman menjadi URL baru. Jika URL lama sudah diketahui Google, perubahan tersebut dapat menambah pekerjaan teknis karena kamu perlu memastikan redirect dan canonical berjalan dengan benar.

Kalau masalahnya hanya kualitas atau sinyal halaman, lebih masuk akal memperbaiki konten dan struktur terlebih dahulu.

10. Beri Waktu Setelah Perbaikan

Indexing bukan proses instan.

Google memiliki sistem sendiri untuk menentukan kapan URL perlu diproses kembali. Kecepatan crawling juga dipengaruhi oleh kondisi website, jumlah URL, popularitas, perubahan konten, dan berbagai sinyal lainnya.

Google sendiri menjelaskan bahwa tidak semua halaman yang berhasil dicrawl otomatis akan masuk indeks. 1

Jadi setelah melakukan perbaikan, jangan langsung menganggap strategi gagal hanya karena beberapa jam kemudian statusnya belum berubah.

Checklist Mengatasi Crawled - Currently Not Indexed

Yang Dicek Yang Perlu Dipastikan
Kualitas konten Artikel benar-benar menjawab search intent
Kemiripan Tidak terlalu mirip dengan artikel lain
Canonical Mengarah ke URL utama yang benar
Meta robots Tidak terdapat instruksi noindex
Internal link Ada jalur relevan dari halaman lain
Sitemap URL artikel tercantum pada sitemap yang valid
URL Tidak perlu diubah tanpa alasan teknis yang jelas

Apakah Crawled - Currently Not Indexed Berarti Artikel Jelek?

Tidak bisa disimpulkan sesederhana itu.

Status tersebut hanya memberitahu bahwa Google sudah melakukan crawling tetapi saat ini halaman belum berada dalam indeks.

Karena itu, jangan menggunakan status Search Console sebagai satu-satunya ukuran kualitas artikel. Periksa halaman secara menyeluruh: intent, keunikan, struktur, internal link, canonical, robots, dan manfaat bagi pembaca.

Kesimpulan

Crawled - currently not indexed bukan berarti Google gagal menemukan artikel. Justru Google sudah mengunjungi URL tersebut. Tantangannya adalah memastikan halaman mempunyai alasan yang cukup kuat untuk dipertimbangkan masuk indeks.

Mulailah dari hal yang paling penting: perbaiki kualitas konten, hindari halaman yang terlalu mirip, pastikan canonical dan robots benar, tambahkan internal link yang relevan, lalu gunakan Request Indexing secara wajar.

Daripada mengejar indeks hanya dengan menekan tombol berulang kali, lebih baik membangun blog yang secara keseluruhan mudah dipahami Google dan nyaman digunakan pembaca. Pendekatan seperti ini jauh lebih masuk akal untuk jangka panjang.

Majid Abana Segaf
Majid Abana Segaf Penebar Cinta Dari Negeri Fana

Posting Komentar untuk "Cara Mengatasi Crawled - Currently Not Indexed di Google Search Console"