Google Preferred Sources vs Follow Website: Apa Bedanya?
Google semakin banyak memberi pengguna kendali atas sumber informasi yang ingin mereka lihat. Salah satu fitur yang menarik perhatian publisher adalah Preferred Sources, sementara di sisi lain ada konsep Follow Website yang memungkinkan pengguna mengikuti sumber atau topik tertentu.
Sekilas keduanya memang terdengar mirip: sama-sama membuat pengguna lebih dekat dengan sebuah website.
Tapi sebenarnya, Preferred Sources dan Follow Website bukan fitur yang sama. Cara kerjanya, tempat konten muncul, dan tujuan untuk pengguna juga berbeda.
Kalau kamu mengelola blog atau website, memahami perbedaan ini penting supaya tidak salah menganggap setiap tombol “follow” sebagai sinyal ranking Google.
Apa Itu Google Preferred Sources?
Preferred Sources adalah fitur di Google Search yang memungkinkan pengguna memilih website atau publisher yang ingin mereka lihat lebih sering.
Setelah sebuah website dipilih sebagai sumber pilihan, Google dapat menampilkan konten dari sumber tersebut lebih sering dalam konteks yang relevan. Google menjelaskan bahwa Preferred Sources digunakan pada pengalaman seperti Top Stories, dan pilihan tersebut juga dapat memengaruhi pengalaman AI Overviews dan AI Mode.
Jadi, fokusnya bukan sekadar “mengikuti website”, tetapi memberikan preferensi kepada Google mengenai sumber mana yang ingin lebih sering dilihat pengguna.
Lalu Apa Maksud Follow Website?
Konsep Follow lebih dekat dengan hubungan antara pengguna dan sumber konten.
Google memiliki pengalaman Following yang memungkinkan pengguna mengikuti topik atau sumber tertentu dan mengelola apa yang mereka ikuti melalui bagian minat. Pada pengalaman Discover, misalnya, pengguna dapat mengelola topik dan sumber yang mereka ikuti.
Tujuan utamanya adalah membantu pengguna mendapatkan pembaruan dari sesuatu yang memang mereka minati.
Dengan kata lain, Follow lebih terasa seperti berlangganan pembaruan, sedangkan Preferred Sources lebih berkaitan dengan preferensi sumber dalam pengalaman Google Search.
Perbedaan Preferred Sources dan Follow Website
Apakah Preferred Sources Berarti Ranking Website Naik?
Tidak sesederhana itu.
Memilih website sebagai Preferred Source bukan berarti semua artikel website tersebut otomatis mendapatkan ranking lebih tinggi untuk semua pengguna.
Google menjelaskan bahwa sumber pilihan digunakan untuk menyesuaikan pengalaman pengguna. Konten dari sumber yang dipilih dapat lebih sering muncul ketika relevan dengan pencarian pengguna.
Ini perbedaan yang cukup penting.
Misalnya seseorang memilih sebuah blog teknologi sebagai Preferred Source. Ketika orang tersebut melakukan pencarian yang relevan dengan topik yang dibahas blog tersebut, kontennya dapat memperoleh lebih banyak peluang untuk muncul dalam pengalaman yang dipersonalisasi.
Namun pengguna lain yang tidak memilih blog tersebut tidak otomatis mendapatkan perlakuan yang sama.
Google Bahkan Mempermudah Publisher Mengajak Pembaca
Pada 2026, Google memperkenalkan tombol interaktif yang dapat dipasang publisher di halaman mereka. Tombol tersebut memungkinkan pembaca menambahkan website sebagai Preferred Source tanpa harus mencari pengaturan tersebut secara manual.
Google menyebut fitur ini dirancang untuk membuat hubungan antara pembaca dan publisher menjadi lebih mudah, termasuk dengan mengarahkan pengguna kembali ke halaman yang sedang mereka baca setelah memilih sumber.
Buat blogger, ini cukup menarik.
Daripada hanya meminta pembaca “bookmark website kami”, publisher sekarang memiliki opsi untuk mengarahkan pembaca yang memang menyukai kontennya agar menjadikan situs tersebut sebagai salah satu sumber pilihan mereka di Google.
Kalau kamu ingin melihat pembahasan teknis mengenai tombol tersebut, kamu bisa membaca artikel cara memasang tombol Google Preferred Sources di website.
Apakah Follow Lebih Bagus daripada Preferred Sources?
Sebenarnya pertanyaannya kurang tepat jika dibuat seperti perlombaan.
Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Jika tujuan pengguna adalah memberi tahu Google bahwa mereka lebih menyukai sumber tertentu ketika melakukan pencarian, Preferred Sources lebih relevan.
Jika tujuannya adalah mengikuti konten atau topik agar lebih mudah mendapatkan pembaruan, konsep Following lebih sesuai.
Jadi dari sudut pandang publisher, keduanya dapat dilihat sebagai bagian dari satu tujuan besar: membangun pembaca yang kembali, bukan hanya mendapatkan satu klik dari Google.
Apa Artinya untuk Blogger?
Perubahan seperti ini menunjukkan bahwa hubungan antara Google dan publisher semakin tidak hanya berbicara tentang posisi keyword.
Google juga semakin memperhatikan bagaimana pengguna menemukan dan memilih sumber informasi.
Karena itu, blogger sebaiknya tidak hanya memikirkan:
- Bagaimana artikel masuk indeks?
- Bagaimana mendapatkan posisi tinggi?
- Bagaimana mendapatkan klik?
Tetapi juga mulai memikirkan pertanyaan yang lebih panjang:
“Setelah pembaca menemukan blog saya, apakah mereka punya alasan untuk kembali?”
Di sinilah kualitas editorial, konsistensi topik, identitas publisher, dan pengalaman membaca menjadi semakin penting.
Jangan Lupakan Fondasi SEO Teknis
Preferred Sources bukan pengganti SEO teknis.
Website tetap membutuhkan struktur yang sehat agar Google dapat menemukan, merayapi, dan memahami halaman yang tersedia.
Untuk Blogger, misalnya, sitemap, robots.txt, canonical, dan internal linking tetap memiliki fungsi masing-masing. Kamu bisa melihat panduan optimasi Blogger agar lebih mudah dicrawl Google jika ingin mengecek kembali fondasi teknis blog.
Jadi, Mana yang Harus Diperhatikan?
Kalau kamu adalah pembaca, anggap keduanya sebagai dua cara berbeda untuk mengatur pengalaman Google.
Preferred Sources membantu Google mengetahui sumber mana yang ingin kamu prioritaskan dalam pengalaman pencarian.
Follow membantu kamu tetap terhubung dengan sumber atau topik yang ingin kamu ikuti.
Sementara untuk blogger, pesan terbesarnya cukup sederhana: jangan hanya mengejar pembaca pertama.
Bangun website yang membuat pembaca merasa, “Kalau butuh informasi seperti ini lagi, saya tahu harus kembali ke mana.”
Karena ketika pembaca mulai memilih, mengikuti, dan kembali secara sukarela, hubungan antara website dan audiens menjadi jauh lebih bernilai daripada sekadar satu kunjungan dari hasil pencarian.
FAQ
Apakah Preferred Sources sama dengan Follow Website?
Tidak. Preferred Sources berfokus pada preferensi sumber dalam pengalaman Google Search dan dapat memengaruhi Top Stories serta pengalaman AI Search. Following lebih berkaitan dengan mengikuti sumber atau topik untuk mendapatkan pembaruan.
Apakah Preferred Sources bisa menaikkan ranking Google?
Tidak secara universal. Pilihan tersebut terutama digunakan untuk mempersonalisasi pengalaman pengguna yang memilih sumber tersebut. Google tetap mempertimbangkan relevansi dan sistem pencarian lainnya.
Apakah blogger perlu meminta pembaca memilih Preferred Sources?
Boleh jika dilakukan secara natural. Fitur ini lebih masuk akal sebagai cara membangun audiens yang kembali daripada sebagai trik untuk mendapatkan ranking.
Apakah Preferred Sources penting untuk website kecil?
Bisa relevan, terutama jika website memiliki pembaca yang rutin mengikuti topik tertentu. Google menyebut bahwa lebih dari 200.000 situs unik telah dipilih sebagai Preferred Sources sejak fitur tersebut diperluas secara global.

Posting Komentar untuk "Google Preferred Sources vs Follow Website: Apa Bedanya?"