Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Sitemap Blogger Perlu Dibagi Menjadi Beberapa Bagian? Ini Penjelasannya

Ilustrasi chibi blogger sedang menganalisis sitemap Blogger yang terbagi menjadi beberapa bagian dengan ikon URL, Google crawling, dan dashboard SEO.

Jumlah artikel di blog terus bertambah, tetapi apakah sitemap juga harus dibagi menjadi beberapa bagian? Pertanyaan ini cukup penting, terutama kalau kamu mengelola blog Blogger yang sudah memiliki ratusan hingga ribuan postingan.

Sebagian blogger memilih menggunakan beberapa sitemap agar daftar URL lebih terorganisir. Ada juga yang menganggap semakin banyak sitemap, semakin cepat Google melakukan crawling dan mengindeks artikel.

Namun, apakah strategi tersebut benar-benar diperlukan?

Jawabannya: tidak selalu. Sitemap perlu dibagi ketika ada kebutuhan teknis atau pengelolaan tertentu, bukan sekadar karena ingin memperbanyak jumlah sitemap. Yuk, pahami cara menentukan struktur yang sesuai untuk blog kamu.

1. Blog dengan Sedikit Artikel Tidak Harus Memiliki Banyak Sitemap

Kalau blog Blogger kamu baru memiliki puluhan atau ratusan artikel, biasanya kamu tidak perlu repot membuat banyak sitemap hanya untuk membagi daftar URL.

Dalam kondisi normal, sitemap bawaan Blogger dapat menjadi titik awal untuk membantu Google menemukan halaman artikel. Kamu bisa memeriksa sitemap utama melalui alamat berikut:

https://www.fairusmajid.com/sitemap.xml

Ganti domain tersebut dengan domain blog kamu jika menggunakan alamat yang berbeda.

Yang perlu diperhatikan bukan berapa banyak sitemap yang kamu kirim ke Google Search Console, melainkan apakah sitemap tersebut bisa diakses, berisi URL yang benar, dan membantu Google menemukan halaman yang memang ingin kamu tampilkan di hasil pencarian.

2. Kapan Sitemap Perlu Dibagi?

Ada beberapa kondisi ketika pembagian sitemap menjadi langkah yang masuk akal.

  • Jumlah URL sudah melewati batas teknis. Menurut dokumentasi Google, satu file sitemap maksimal berisi 50.000 URL atau berukuran 50 MB sebelum dikompresi. Jika melebihi batas tersebut, sitemap harus dibagi.
  • Website memiliki banyak jenis konten. Memisahkan sitemap artikel, halaman statis, atau jenis konten lain bisa mempermudah pengelolaan apabila struktur situs memang membutuhkannya.
  • Ingin mengevaluasi performa kelompok URL. Sitemap terpisah dapat membantu analisis di Search Console, misalnya untuk melihat status pemrosesan kelompok URL tertentu.

Untuk blog Blogger biasa, pembagian sitemap tidak otomatis diperlukan hanya karena jumlah artikel mencapai 500, 800, atau 1.000. Angka-angka tersebut bisa digunakan sebagai pilihan pengelompokan internal, tetapi bukan batas wajib yang ditetapkan Google.

3. Apakah Sitemap Harus Dibagi Setiap 800 Artikel?

Angka 800 artikel per bagian bisa digunakan sebagai strategi pengelompokan jika kamu memiliki sistem yang mendukungnya. Namun, jangan menganggap angka tersebut sebagai standar SEO yang diwajibkan Google.

Misalnya, kamu mempunyai 2.000 artikel dan ingin mengelolanya dalam kelompok yang lebih kecil. Secara konsep, pembagiannya bisa seperti berikut:

KelompokRentang artikelJumlah
Bagian 1Artikel 1–800800
Bagian 2Artikel 801–1.600800
Bagian 3Artikel 1.601–2.000400

Contoh tersebut hanya menggambarkan cara mengelompokkan URL. Agar bisa digunakan sebagai sitemap untuk mesin pencari, setiap bagian harus benar-benar tersedia sebagai file sitemap yang valid dan dapat diakses Google.

Perlu diingat, menambahkan parameter seperti ?page=1 atau ?page=2 ke alamat sitemap tidak otomatis membuat sitemap baru yang valid. Hasilnya bergantung pada implementasi Blogger atau sistem yang kamu gunakan. Periksa isi dan respons URL terlebih dahulu sebelum mengirimkannya ke Search Console.

4. Apakah Banyak Sitemap Membuat Artikel Lebih Cepat Terindeks?

Belum tentu. Sitemap membantu Google menemukan URL, tetapi tidak menjamin Google akan langsung merayapi atau memasukkan semua artikel ke indeks.

Misalnya, sebuah artikel sudah tercantum dalam sitemap, tetapi kontennya terlalu mirip dengan artikel lain atau tidak memberikan informasi yang cukup bermanfaat. Google tetap bisa memutuskan untuk tidak mengindeks halaman tersebut.

Karena itu, ketika artikel sulit terindeks, jangan langsung menyimpulkan bahwa jumlah sitemap adalah penyebabnya. Periksa status URL di Search Console, canonical, kualitas konten, dan tautan internal yang mengarah ke artikel tersebut.

Kamu juga bisa membaca panduan optimasi Blogger agar lebih mudah dicrawl Google untuk memahami hubungan sitemap, robots.txt, dan penemuan URL.

5. Bagaimana Mengelola Sitemap Blogger dengan Benar?

Sebelum menambah atau membagi sitemap, lakukan pemeriksaan sederhana berikut:

  1. Buka sitemap utama dan pastikan URL dapat diakses tanpa error.
  2. Periksa apakah sitemap memuat URL artikel yang benar-benar ingin kamu indekskan.
  3. Pastikan URL artikel menggunakan alamat canonical yang tepat dan tidak mengarah ke halaman error atau duplikat yang tidak diperlukan.
  4. Tambahkan sitemap yang valid ke Google Search Console dan pantau status pembacaannya.
  5. Hubungkan artikel penting melalui internal link yang relevan agar pembaca dan mesin pencari lebih mudah menemukannya.

Kalau ingin mempelajari cara membuat sitemap khusus untuk pembaca, termasuk tab kategori dan pagination, kamu juga bisa melihat tutorial sitemap Blogger dengan tab kategori dan pagination. Perlu dicatat, sitemap HTML untuk navigasi pembaca berbeda fungsi dari file XML sitemap untuk mesin pencari.

Kesimpulan

Jadi, apakah sitemap Blogger perlu dibagi menjadi beberapa bagian? Tidak wajib untuk semua blog. Jika sitemap yang tersedia sudah valid dan memenuhi kebutuhan situs, kamu tidak perlu menambah bagian hanya demi mengejar jumlah sitemap.

Pembagian menjadi penting ketika batas teknis sitemap terlampaui atau ketika struktur situs dan kebutuhan analisis memang mengharuskannya. Untuk pengelompokan 800 artikel per bagian, anggap itu sebagai pilihan pengelolaan, bukan aturan Google.

Fokus utamanya tetap sama: sitemap harus valid, URL yang dicantumkan harus tepat, dan artikel perlu memiliki konten yang bermanfaat serta struktur internal link yang baik. Sitemap membantu Google menemukan halaman, tetapi keputusan indeks tetap berada di tangan Google.

Majid Abana Segaf
Majid Abana Segaf Penebar Cinta Dari Negeri Fana

Posting Komentar untuk "Apakah Sitemap Blogger Perlu Dibagi Menjadi Beberapa Bagian? Ini Penjelasannya"