Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Langsung Ikuti Rute Waze, Cek 5 Pengaturan Ini Sebelum Berangkat

Pengaturan Waze sebelum memilih rute perjalanan

Waze memang sangat membantu ketika kita sedang mencari jalan tercepat menuju suatu tempat. Tinggal masukkan tujuan, pilih rute, lalu ikuti petunjuk navigasinya sampai tiba.

Tapi ada satu kebiasaan yang sebaiknya mulai diubah: jangan selalu menganggap rute yang diberikan Waze otomatis menjadi pilihan terbaik untuk kondisi perjalanan kamu.

Waze memiliki sejumlah pengaturan yang bisa memengaruhi cara aplikasi memilih rute. Kalau pengaturannya tidak sesuai kebutuhan, kamu bisa saja diarahkan melewati jalan tol ketika sebenarnya ingin berhemat, jalan tidak beraspal, atau bahkan jalur yang kurang cocok dengan kendaraan.

Karena itu, sebelum menekan tombol mulai navigasi, ada beberapa pengaturan Waze yang sebaiknya kamu cek terlebih dahulu.

1. Cek Pengaturan Jalan Tol

Kalau kamu sedang ingin menghemat biaya perjalanan, pengaturan jalan tol menjadi salah satu yang paling penting.

Waze menyediakan opsi Avoid toll roads atau Hindari jalan tol. Ketika opsi ini diaktifkan, Waze akan berusaha memberikan rute tanpa jalan tol jika tersedia.

Namun, pengaturan ini bukan berarti Waze selalu bisa menghilangkan tol dari setiap perjalanan. Dalam kondisi tertentu, rute yang tersedia tetap dapat melibatkan jalan tol, misalnya ketika tidak ada alternatif yang sesuai.

Untuk mengeceknya, buka Waze > Pengaturan > Navigasi, kemudian lihat bagian penghindaran jalan. Pengaturan ini juga dapat disesuaikan sebelum perjalanan dimulai.

2. Periksa Apakah Jalan Tidak Beraspal Diizinkan

Nah, bagian ini cukup penting terutama kalau kamu sering bepergian ke daerah pedesaan, pegunungan, atau lokasi wisata yang jalannya belum sepenuhnya bagus.

Waze memiliki pengaturan untuk jalan tidak beraspal. Kamu dapat memilih untuk mengizinkan jalan tersebut, menghindari jalan tidak beraspal yang panjang, atau tidak mengizinkannya sama sekali.

Buat mobil keluarga atau kendaraan yang tidak dirancang untuk medan berat, saya lebih menyarankan mengecek opsi ini sebelum perjalanan jauh.

Rute yang terlihat lebih pendek di layar belum tentu menjadi rute yang paling nyaman ketika sudah benar-benar dilewati.

3. Cek Pengaturan Jalan Bebas Hambatan

Pengaturan berikutnya adalah hindari jalan bebas hambatan.

Ini berguna ketika kamu memang ingin menghindari highway atau jalan utama tertentu. Misalnya, kamu sedang ingin melewati jalan biasa karena ingin mampir ke beberapa tempat di sepanjang perjalanan.

Sebaliknya, kalau tujuan kamu adalah sampai secepat mungkin dan kendaraan memang nyaman digunakan di jalan bebas hambatan, jangan sampai opsi ini aktif tanpa sengaja.

Waze memungkinkan pengguna mengatur preferensi tersebut melalui menu navigasi.

4. Jangan Lupa Mengecek Feri

Rute yang terlihat masuk akal di layar ternyata bisa membawa kamu menuju penyeberangan feri jika pengaturannya memungkinkan.

Buat perjalanan tertentu, feri tentu bukan masalah. Tetapi kalau kamu sedang berkendara dengan jadwal ketat atau memang ingin menghindari penyeberangan, lebih baik cek opsi Hindari feri.

Waze memang menyediakan pengaturan untuk menghindari feri, bersama dengan opsi jalan tol dan jalan bebas hambatan.

Jadi, sebelum percaya sepenuhnya pada estimasi waktu perjalanan, lihat juga karakter rute yang ditawarkan.

5. Periksa Kendaraan dan Pass yang Tersimpan

Ini bagian yang sering luput karena pengaturannya tidak selalu terlihat ketika kita sedang buru-buru.

Waze mendukung pengaturan kendaraan tertentu serta toll dan HOV passes. Informasi tersebut dapat memengaruhi rute yang ditawarkan dalam kondisi tertentu.

Misalnya, jika terdapat pass tertentu yang masih tersimpan di akun, Waze dapat mempertimbangkannya ketika memilih rute. Waze juga menjelaskan bahwa jenis kendaraan dan pass dapat memengaruhi penggunaan jalur tertentu.

Karena itu, kalau tiba-tiba Waze memberikan rute yang terasa aneh dibanding biasanya, tidak ada salahnya masuk ke pengaturan dan memastikan data kendaraan serta pass yang tersimpan masih sesuai.

Rute Tercepat Belum Tentu Rute Terbaik

Ini sebenarnya inti dari semuanya.

Aplikasi navigasi bekerja berdasarkan data dan preferensi yang tersedia. Tetapi keputusan apakah sebuah rute benar-benar nyaman atau cocok tetap berada di tangan pengemudi.

Contohnya, rute A mungkin hanya membutuhkan waktu 1 jam 20 menit, sementara rute B membutuhkan 1 jam 30 menit. Di atas kertas, A memang lebih cepat.

Tetapi bagaimana kalau rute A melewati jalan sempit, banyak tikungan, atau jalan yang tidak beraspal?

Dalam kondisi seperti itu, tambahan 10 menit pada rute B bisa saja jauh lebih masuk akal.

Hal serupa juga berlaku ketika kamu bepergian menggunakan mobil keluarga, motor, kendaraan listrik, atau kendaraan yang memiliki keterbatasan tertentu.

Jadikan Waze Sebagai Asisten, Bukan Pengambil Keputusan

Waze sangat berguna untuk membaca kondisi lalu lintas dan mencari alternatif perjalanan. Namun, jangan sampai semua keputusan berkendara diserahkan begitu saja kepada aplikasi.

Sebelum berangkat, biasakan melihat beberapa alternatif rute dan periksa apakah karakter jalannya memang sesuai kebutuhan.

Kebiasaan ini juga sejalan dengan pengalaman menggunakan aplikasi navigasi untuk perjalanan jauh. Seperti yang pernah saya bahas dalam pengalaman menggunakan Google Maps dan Waze saat perjalanan, aplikasi navigasi memang sangat membantu, tetapi tetap perlu digunakan dengan pertimbangan kondisi perjalanan sebenarnya.

Kalau kamu juga sering mengelola blog dan ingin memahami bagaimana struktur situs membantu Google menemukan halaman, kamu bisa melihat panduan optimasi Blogger agar lebih mudah dicrawl Google.

Kesimpulan

Waze bukan sekadar aplikasi yang menunjukkan jalan tercepat. Ada berbagai preferensi navigasi yang dapat memengaruhi rute yang diberikan.

Sebelum berangkat, setidaknya cek pengaturan jalan tol, jalan tidak beraspal, jalan bebas hambatan, feri, serta informasi kendaraan atau pass yang tersimpan.

Dengan begitu, rute yang diberikan Waze akan lebih mendekati kebutuhan perjalanan kamu.

Dan yang paling penting, jangan hanya melihat angka estimasi waktu. Lihat juga jalan seperti apa yang akan kamu lewati.

Majid Abana Segaf
Majid Abana Segaf Penebar Cinta Dari Negeri Fana

Posting Komentar untuk "Jangan Langsung Ikuti Rute Waze, Cek 5 Pengaturan Ini Sebelum Berangkat"